Senin, 23 Januari 2012

only learned bad things (Minwoo-IU ver)


Only learned bad things

Cast                : IU a.k.a Lee Ji eun
                          Minwoo BOYFRIEND a.k.a No Min Woo
Author          : Choi Ra eun—Ginger Choi
Genre            : Romance, friendship
Length           : One shoot
Rating           : PG
Disclaimer   : Semuanya punya tuhan. Ff nya punya aku.
Note              : Maaf ya kalo ada kata yang salah, atau kurang srek, kurang suka. Atau gak suka couplenya IU-MINWOO.  Maaf ya kalo sedikit beda. Ini kan buatan aku. Ahahahha ketawa evil ala ALAN.
FF ini terinspirasi dari MV nya B1A4 yang berjudul sama kaya judul nih ff, aku masangin couple IU-MINWOO disini. Jadi kalau yang gak suka, maaf ya.. atau karakter IU nya bisa diganti ama karekter kalian. Oke
Pyong!!
Don’t Bashing !!!
And leave a comment after you read !
HAPPY READING..
Author pov
Back sound  : Only learned bad things (B1A4)
Jieun sedang duduk menunggu namjachingunya di sebuah café sambil mendengarkan music lewat mp3 classic pemberian namjachingunya. Tak lama kmudian, minwoo datang dengan 2 kaleng Tropicana sparkling.
“Sudah lama menunggu?” Tanya minwoo dan langsung duduk di hadapan jieun.
“Ani” jawab jieun sambil tersenyum. Minwoo menuangkan Tropicana sparkling rasa strawberry pada gelas yang di bawanya. Jieun tersnyum
“Gumowo..” gumam jieun, jieun hendak mengambil gelas itu, tapi minwoo malah meminumnya.
“Eh?” minwoo meminum Tropicana sparklingnya sambil menatap jieun lekat. Jieun meraih kembali tangannya yang diiringi dengan lunturnya senyuman manis tulus yang tertera di wajah jieun.
“Kau mau?” Tanya minwoo. Dengan cepat jieun membuka Tropicana sparkling rasa lemon ke gelas yang satunya dengan cemmberut, dan langsung meminumnya.
***
Toko
Minwoo memasangkan sebuah jepitan rambut berwarna merah di rambut jieun.minwoo tersenyum, jieun juga. jieun melepaskan jepitan rambut itu dan melihat-lihat perhiasan dan barang yang lucu menurutnya. Minwoo berjalan ke sebuah meja yang terdapat banyak barang untuk laki-laki. Miwoo memilih dan mencoba beberapa jam tangan untuk laki-laki. Jieun melihat sebuah bando yang terdapat 2 bunga berwarna pink yang sangat lucu.
“Oppa!” panggil jieun. Minwoo membalikkan badannya.
“Ippuchi?” Tanya jieun sambil mengenakan bando tersebut.
“Hmm yeopo!” minwoo mengangguk sambil menjawab jieun dingin. Dan kembali memilih-milih barang yang disukainya. Jieun melepaskan bando tersebut sambil mengembungkan pipiya kesal. Jieun merasa sedih atas perlakuan namja cingunya. Dengan kesal, jieun meletakkan kembali bando yang ia kenakan tadi.
“Kau marah?” Tanya minwoo sambil menghampiri jieun. Jieun hanya diam.
“jangan marah..” bujuk minwoo. Jieun pun langsung tersenyum manis. Mereka meninggalkan toko tersebut. Sebentar minwoo melirik bando yang tadi dipakai jieun.
Toko baju
Minwoo memilihkan baju untuk jieun. Ada satu baju yang berwarna pink muda, ditempelkannya di badan jieun. Jieun tersenyum lebar.
“Cocok untukmu..” ujar minwoo sambil tersenyum. jieun kembali memilih-milih baju, tak sadar bahwa minwoo mulai menghilang dari situ. Entah kemana. Jiun menemukan satu baju berwarna pink tua untuk dilihatkannya pada minwoo.
“Oppa..” kata jieun. Tak ada siapa-siapa, minwoo juga tak ada. Jieun meletakkan kembali bajunya dan melirik kesana kemari untuk mencari minwoo. Dan dilihatnya kebelakang, didapatinya minwoo sedang bercermin sambil melihat baju yang dicobanya. Jieun menghela nafas dan mengembungkan pipinya. Jieun meninggalkan minwoo sendirian. Sepertinya jieun pulang tanpa sepengetahuan minwoo.
***
Berkali kali jieun menelpon minwoo, tapi tak ada satupun telponnya yang diangkat. Jieun mencoba sekali lagi. Minwoo yang sedang berkumpul dengan hyung-hyungnya pun mengambil handphonenya dan langsung membantingnya kesal. Entah kenapa. Jieun menggigit bibir bawahnya sedih.
Tiba-tiba hendphon minwoo berbunyi tanda sms. Minwoo membukanya dan ternyata pesan dari jieun.
From  : Jieunie :)
Sebaiknya kita akhiri saja hubungan kita jika kau terus begitu!
“Mwo?” tanya minwoo
“Hyung.. igo! Bwara!” minwoo memperlihatkan isi pesannya kepada hyungdeul.
“Mwo? Dia serius?” Tanya jeongmin yang membulatkan matanya
“Igo. Bwara!” jeongmin memperlihatkan pesan jieun kepada dongsaengdeul dan hyungdeul.
“Beri dia penjelasan atas sikapmu. Makanya, jadi namjachingu jangan cuek terhadap kekasihmu.ah.. ya dan beri sedikit kejutan.” Ujar donghyun. Mereka berenam pun langsung membuat pesta kecil bersama balon-balon dan lilin. Ada sedikit candaan disana. Dan tak lama kemudian, jadilah sebuah ruangan yang sanagt indah. Minwoo menyuruh jieun datang ke rumahnya. Sesampainya jieun di rumah miwoo, dilihatnya ruangan yang sangat idah, terdapat lilin yang dibentuk menjadi bentuk love. Jieun terkagum-kagum. Dan munculllah minwoo dengan seikat bunga mawar merah. Miwoo menepuk pundak jieun, jieun berbalik dan didapatinya minwoo yang sedang menyembunyikan sesuatu
“Igo. Untukmu” minwoo memberikan seikat mawar itu pada jieun. Minwoo memeluk jieun erat.
“Gumowo oppa..” ucap jieun
“Saranghaeyo Lee Ji eun” ujar minwoo
“Na do” jawab jieun.
Disebuah meja terdapat sebuah kotak berisi cincin, bando yang jieun pakai waktu di toko perhiasan, dan juga sekaleng Tropicana sparkling rasa straw berry.
END..

Senin, 16 Januari 2012

Only i didnt know chap 2



Only I didn’t know
CHAP 2
annyong aku bawa ff baru iu-min woo,ff ini terinspirasi dari sebuah novel. moga suka yaaa  J
Title            : Only I didn’t know
Author       : Choi Raeu—Ginger Choi –Kyoko uchira
Rating         : PG-13
Cast            : IU a.k.a Lee Ji eun
                      No min woo a.k.a Min woo
Genre         : angst, romance, family, friendship
Don’t Bashing !!!
And leave a comment after you read !
Dont be a Silent Reader !!!!!!!!

HAPPY READING…

Before part >>
“Saranghae..” gumam jieun. Dengan terpaksa, jieun pun langsung pergi meninggalkan minwoo untuk terbang ke japan.
“Nado..” lirih minwoo.
Minwoo pov
Kenapa kau meniggalaknku disaat aku membutuhkanmu? Kata-kata terakhirmu yang membuatku bahagia itu masih terngiang di telingaku. Aku benar-benar bahagia saat kau bialng kau mencintaiku. Aku akan selalu menunggumu jieun. Aku akan selalu mncintaimu.
---
2 month later..
Minwoo pov
Sekarang aku sedang menunggu pesawat dari jepang terjun (?). aku meremas tanganku gugup. Bagaimana ya penampilan jieun sekarang? Sekarang penampilanku juga berbeda. Aku mewarnai rambutku sedikit cokelat dan aku sedikit meng-curly rambutku. Bagaimana ya responnya?
Minwoo pov end
Author pov
Minwoo menemukan jieun dan kedua orang tuanya. Jieun tersenyum lebar, minwoo melihat penampilan jieun, jieun sekarang berambut pendek.  Iu (6).jpg
“Kau potong rambut?” Tanya minwoo. Jieun diam sebebentar dan menoleh ke arah orang tuanya. Tak mungkin jieun bilang ‘Ini bukan dipotong, tapi effect kemoteraphy!’. Jieun tersenyum.
“ne. kau mewarnai rambutmu?” Tanya jieun. Minwoo nyengir gaje.
“Otthe? Badang?” Tanya minwoo PD. Jieun mengembungkan pipinya terkekeh.
“Kau selalu tampan minwoo-ah..” jawab nyonya lee membuat minwoo PD selangit (?). jieun menyikut tanagn ammanya
“Amma, dia selalu jadi gila bila dipuji” canda jieun.
Mereka berempat pun langsung masuk ke mobil minwoo dan pulang ke rumah jieun.
At Jieun’s Room
Minwoo membantu membantu jieun untuk membereskan pakaian dan kamarnya.
“Jieun-ah..” panggil minwoo kecil.
“Hmm?” jawab jieun sambil terus melipat bajunya tanpa menatap minwoo
“Waktu itu.. apa kau serius??” tany minwoo menatap jieun lekat. Jieun berhenti dari aktifitasnya, masih belum menatap minwoo.
“Aigooya.. itu sudah lama” jawab jieun sambil mencubit kecil hidung mancung minwoo.
“Ani. Itu baru 2 bulan yang lalu. Aku serius jieun-ah..” ucap minwoo. Jieun hanya tersenyum manis.
“Kalau iya?” Tanya jieun miserius. Minwoo hanya tersenyum senang.
“kalau tidak?” goda jieun. Minwoo mengerucutkan bibirnya.
“Ne! No Min Woo! Saranghaeyo.. apa itu yang kau harapkan?” tanay jieun sambil tertawa kecil
“Hmm gumowo, NADOOOOOO” jawab minwoo sambil meneriakkan kata na do.
Mereka berdua tersenyum senang.
“kau mau menjadi yaeoja chinguku?” Tanya minwoo malu-malu dan berhati-hati. Jieun hanya tersenyum dan mengangguk malu. Minwoo langsung berteriak histeris bagaikan seorang fans yang melihat idolanya. Jieun tertawa keras melihat tingkah minwoo.
“Jieun-ah.. besok kita picnic! Kau harus mau!” ucap minwoo
“Memangnya ada apa?” Tanya jieun
“Mulai saat ini, kau kan jadi yeoja chinguku. Jadi besok kita rayakan dengan picnic. Waktu kau pergi ke jepang juga kau menolak ku. Sekarang kau harus mau!” ucap minwoo
“Ne. nae namja cingu!” jawab jieun.
---
Back song     : Don’t touch my girl (Boyfriend)
 “Kenapa lama sekali?” Tanya jieun yang sudah menunggu minwoo dari tadi.
“Mian. Tadi aku di kejar anjingnya noona-ku. Hh” ujar minwoo sambil ngos-ngosan. Jieun tertawa.
“Kau selalu saja dikejar anjing noonamu” ledek jieun.
Minwoo tertawa dan merekapun memulai picnic cinta ala mereka. Mereka memasak makanan picnic dan mendengarkan music bersama.
Jieun mulai lelah, dia akhirnya tertidur di pundak minwoo. Scene 2.pngMinwoo tersenyum senang. Ditangan kirinya, sekarang dia sedang menggenggam sebua cincin yang akan di serahkan pada jieun. Minwoo mulai mengantuk dan tertidur dengan jieun.
Setelah beberapa menit, jieun bangun dan mendapati minwoo tidur di kepalanya. Jieun menyentuh pipi minwoo dan tiba-tiba minwoo terbangun.
“Kau bangun? Apa sentuhanku mengganggumu?” tanya jieun. Minwoo hnay tersenyum dan menggeleng.
“Sebaiknya kita pulang, hari sudah petang. Jieun-ah besok hari libur, kau mau kan menghabiskan waktu denganku?” Tanya minwoo
“Tentu” jawab jieun.
Mereka pun pulang ke rumah masing-masing
---
KEESOKAN HARINYA.
Jieun dan minwoo berjalan-jalan di sekitar taman kota, hari minggu ini taman begitu sepi hanya ada beberapa pasangan yang menghaviskan libur bersama.
“Jieun-ah.. aku ke taman atas ya, aku akan membelikan es krim untukmu.” Pamit minwoo, jieun hanya mengangguk dan menunggu minwoo di kursi taman.
“Ahhhhhhhhhhhh..” tiba-tiba minwoo berteriak, dan jieun yang mendengaarnya langsung panic dan langsung berlari ke taman atas, dicarinya minwoo ke mana-mana. Jieun mulai panic dan berbalik dan dilihatlah minwoo memegang 2 eskrim sambil tersenyum. jieun memasang muka sedih.
“Mian.. ini hanya kejutan kecil” ucap minwoo sambil mengulum senyumnya.
“Untunglah kau tidak apa-apa.” Jawab jieun.
Tiba-tiba handphone jieun berbunyi, ternyata telpon dari appanya. Jieun pamit pada minwoo untuk mengangkat telpon.
“Yeopseo? Appa? Wae?” Tanya jieun lembut, jieun sudah mengetahui bahwa appanya menelpon untuk member tahu kemajuan keadaan jieun.
“Jieun-ah..” tuan lee bicara sambil terisak.
“Appa waeyo? Apa yang terjadi?” tanay jieun yang mulai terisak
“kau harus melakuakn kemoteraphy untuk 3 tahap lagi. Mianhae jieun-ah, ini kepuusan dokter. Maaf appa bohong” jawab ytuan lee yang benar-benar menangis. Jieun juga ikut menangis
“guenchanayo appa..” jawab jieun dan langsung menutup telponnya. Jieun benar-benar mennagis.
cry.jpgdaan tiba-tiba minwoo menutup mata jieun. Minwoo merasakan tangannya basah.
‘dia menangis?’ bain minwoo. Jieun menghapus air matanya dan membalikan badannya menghadap minwoo sambil tersenyum
“Neo? Menangis? Wae geure?” Tanya minwoo sambil mengusap sisa air mata yang ada di pipi kiri jieun.
“Aniyo” jawab jieun cepat. Minwoo hanya diam, bila dia menjawab ia taut jieun marah dan tak ingin bicara dengannya.
“Kajja, aku antar pulang.”
---
“Kenapa jieun belum datang? Apa dia telat?” gumam minwoo. Berkali kali minwoo mundar mandir dan melihat keluar jendela, dudu, mundar mandir, meliha keluar jendela dan begitu seterusnya. Hingga pada saatnya bel masuk pun menggema
RING DING DONG RING DING DONG
“Semuanya, masuk?” Tanya sosaengnim
“Chogi.. jieun belum masuk” kaa minwoo sambil mengacungkan telunjuknya. Semua murid terdiam.
“Eh, jieun.. ada urusan, tadi tuan lee menghubungi saya.” Dusta sosaengnim. Minwoo mengangguk mengerti.
‘Urusan apa? Kenapa dia tak member tahuku?’ batin minwoo.
Sepanjang pelajaran, minwoo hanya melihat ke luar jendela. Hatinya sedang kacau. Tak ada senyuman, tak ada candaan, tak ada tawa. Mungkin dia sedang galau.
---
“Dokter, apa setelah kemo tahap ketiga aku akan sembuh?” tanay jieun. Dokter yoon hanya tersenyum dan mengangguk
“Saya akan berusaha sebisa saya. Jieun, ingatlah. Tuhan sayang pada gadis cantik sepertimu. Tuhan pasti tak tega melihat mu terus menderita seperti ini.” Ucap dokter yoon.
4 jam berlaru, peluh yang ada di dahi nyonya lee pun di hapus oleh tuan lee. Nyonya lee tertidur pulas. Tak lama kemudian, dokter yoon keluar bersama jieun.
RUANG INAP JIEUN..
“sakitkah?” Tanya nyonya lee sambil megusap rambut jieun.
“Jugeun..” jawab jieun lemas.
“Kau harus kuat, ini untuk kesembuhanmu. Jika tuhan mengijinkan amma untuk menggangtikan posisimu ini, amma akan bilang pada tuhan agar penyakitmu ini berpindah pada amma, amma tak ingin anak amma kesakitan seperti ini.” Lirih nyonya lee
“Aniyo amma, janagn bilanbg seperti itu. slama amma menemaniku, rasa sakit ini akan hilang.” Ujar jieun. Nyonya le memeluk jieun erat sambil terisak. Begitup sebaliknya
“Kau adalah anak yang baik.” Ucap nyonya lee
---
Sudah 1 minggu ini jieun tak masuk sekolah, seiap minwoo bertanya pada teman-temannya, pasti mereka jawab “mollayo” dan itu membuat minwoo semakin penasaran, pernah suatu hari minwoo bertanya pada sosaengnim, dan sosaengnim menjawab dengan takut, hanya ada kata “Molla” yang di jawab oleh setiap orang yang minwoo Tanya.
Kemarin minwoo kerumah jieun dan kim ahjumma jawab jieun sedang keluar dengan appa dan amma nya. Minwoo mencoba menelpon jieun, tapi selu tak diangkat, pesan juga tak pernah di balas.
From  : Minwoo :*
Jieun-ah neon eodiya? Kenapa kau menghindariku? Wae? Kau tak mencintaiku lagi? Apa ini sebuah kejutan? Aku mohon jangan begini. Hajima jieun-ah..
Jieun menangis melihat pesan minwoo.
To       : Minwoo :*
Minwoo-ah, bisakah kau temui aku di sungai han? Aku ingin bicara.
Denang senyum lebar minwoo langsung menjawab iya.
Sudah 30 menit minwoo menunggu di sungai han. Tiba-tiba ada yuang menyentuh pundaknya, minwoo berbalik dan tersnyum lebar melihat jieun, jieun memakai topi yang menutupi kepalanya, tak terlihat satu helai rambut di kepalanya. Minwoo tak mengetahui bahwa jieun botak (?) yang dia tahu itu hanya topi biasa.
.
.
“Sebaiknya.. kita berpisah saja” ucap jieun berat, jieun tahu ini berat untuk mereka berdua, tapi jieun tak ingin minwoo merasa sangat kehilangan bila nanti jieun pergi untuk selamanya. Mata jieun mulai memerah
“Mwo? Apa maksudmu jieun-ah? Kau bercandakan?” Tanya minwoo
“Ani! Jinjayo minwoo-ah. Mianhae” lirih jieun yang menahan tangisnya
“Wae? Kau sudah tak mencintaiku?” Tanya minwoo yang mulai meneteskan air matanya.
“Ne! aku tak mencintaimu lagi! Wae?” Tanya jieun yang masih menahan tangisannya.
“Ani! Andwae yo. Neon? Bohongkan? Gojitmalyo jieun-ah.. aku tahu kau bohong. Hentikan semua ini, bicara yang jujur padaku. Aku mohon, Geojitmal jieun-ah.. irago jangnan ieottdago ppalli malhaeyo... Jebal...” minwoo menggenggam tanagn jieun erat. Minwoo memeluk jieun erat sambil terus terisak. Jieun menangis dan langsung menghapus air maanya. Dengan terpaksa, jieun melepaskan pelukan minwoo dan langsung berlari meninggalkan minwoo sendirian yang masih menagis.
---
From  : Minwoo :*
Jieun-ah, hajimalyo. Aku mohon. Aku masih mencintaimu? Bukannya kau juga begitu? Kau pernah bilang bahwa kau akan selalu mencintaku seumur hidupmukan? Bahkan kau bilang setelah dewasa nanti kau ingin bersamaku? Jadi hentikan candaan ini jieun-ah.. jebah..
To       : Minwoo :*
Aku tak bohong minwoo-ah. Mianhae. Aku melakukan ini, tapi ini kenyaaan. Aku tak ma uterus bohong mencintaimu padahal hatiku bertolak belakang dengan ucapanku. Maaf aku menjadi yeoja yang jahat seperti ini. Mianhae..
From  : Minwoo :*
Ani! Aku tak percaya, poonya sampai detik ini dan seterusnya, kita akan selalu bersama! Titik!
Jieun hanya menghela nafas.
“Kau siap?” Tanya dokter yoon. Jieun menganggukkan kepalanya.
---
“Kau lihat jieun? Apa dia masih belum sekolah?” tanay minwoo. Sun young hanya diam dan emnghela nafas.
.
.
“Ini adalah makam jenazah jeun minwoo-ah..” irih sun young
“Ani! Kau bohongkan? Kemarin jieun dan bertemu di sungai han. Ini tak mungkin dia, dimana teman-temanmu? Cepat keluar, jangan bersandiwara sperti ini!” teriak minwoo
“Ani minwoo-ah. Ini sungguhan. Ini adalah rekaman yang ia berikan kemarin. Aku pulang dulu” pamit sun young
---
Back song     : Only I didn’t know (IU)
Minwoo pov
Aku memutar rekaman yang diberikan sun young tadi

‘jeongmal neon da ijeotdeora
bangabge nal boneun neoui eolgul boni’
kenapa jieun gundul (?) apa yang sebenarnya terjadi?
‘Anyeong minwoo-ah.. otthe? Gauku bagus? Aku ingin memakai ini setelah nanti kita dewasa. Otthe? Yeoppo?’
Ya.. kau selalu cantik dimataku. Aku juga berharap gaun itu akan kau pakai nanati setelah kita dewasa di altar.
‘geujeya eoryeompusi apaodeora
sae sal chaoreuji mothan sangcheoga’
‘Maaf atas kata-kataku yang kemarin di sungai han. Aku terpaksa mengucapkan itu, aku tak ingin kau merasa sanagt kehilangan bila aku meninggalkanmu.’
Aku lebih terpukul dan sangat kehilangan saat kau bilang kau tak mencintaiku lagi jieun-ah.. caiiran bening keluar dari mataku? Jieun-ah tolong hapus air mata dan luka ini jieun-ah.. jebal
‘ Maafkan aku atas semuanya, sebenarnya.. minggu kemarin aku tak sekolah karena aku sakit. Kau jangan hawatir, aku hanay sakit biasa. Jangan khawatirkan aku ya, janagn menghiraukan aku, aku mohon focus lah pada sekolahmu, bukannya kau bilang ingin menjadi actor? Jadi actor itu harus pintar, jangan bodoh sepertimu.. hahaha’
Bahkan saat kau sakit kau masih bisa tertawa? Kau sangat manis bila tertawa.
Author pov #back song masih lanjut
Tiba-tiba rekaman itu memutar video yang terlihat jieun sedang tertidur di kasur pasient denagn banyak alat medis di tubuhnya.
Sun young :‘Jieun adalah sahabat paling baik, dia mampu bertahan di saat ia menderita kanker akut. Kalaus aja aku seperti jieun, pasti aku tak akan bertahan lama. Dia memang orang yang sangat baik. Jieu pernah berkata bahwa dia akan sembuh karena cinta dari orang yang mencintainya.’
Minwoo menangis.
Dokter Yoon :‘ penyakit ini menggerogoti tubuh jieun sudah sangat lama. Dia tak ingin teman, namja chingu, sahabat bahkan keluarganay tahu, saya sanagt tak tega saat melihat jeritannya pada saat kemoteraphy. Pernah sebelum melakukan kemoteraphy, dia bilang ingin sembuh karena amma, appa dan juga namja bernama Minwoo, semangatnya sangat tinggi. Tapi, aku tak tahu kenapa tuhan mengambil jieun dari kami, mungkin karena tuhan terlalu sayang, dia tak ingin melihat jieun terus di kemo. Saya benar belajar keikhlasan, kesabaran, bahkan semua hal dari jieun.’
‘sarangeun anieotdeora
nae gyeote meomuldeon siganieosseul ppun
ijeya eoryempusi argeotman gata
wae neon mianhaesseoyaman haetneunji
naega neomu deuldeosseotna bwa
ddeonaneun sunganmajeo gidaereul haesseotdani
eolmana useuwotdeon geoni’

Minwoo mulai terkulai lemas. Dan emnagis sejadi jadinya
Video tersebut memperkihatkan jieun sebelum masuk kedalam ruangan kemo.
‘minwoo-ah. Aku janji aku akan selalu tegar dan tetap semangat menjalani kemo ini. Aku akan sembuh dan kita akan bersama. Aku mohon jangan berpaling dari ku, ya! Aku akan selalu mencintaimu. Saranghae yo minwoo-ah.’
‘joheun ibyeoriran geo, gyeolgug sesangen eobsneun iriran geol
aratdamyeon geuddae charari da ureodulgeol
geuddae imi naraneun geon negen kkeutieotdaneun geon
naman mollasseodeon iyagi’

Kali ini minwoo menangis sambil menggenggam cincin yang dulu hendak di berikan pada jieun.

“jieun-ah.. aku tak sempat memberikan cincin ini padamu.” Lirih minwoo
“Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaahhhhhhhhhhhhhhhhhh” teriak minwoo
Minwoo pov
Kau benar-benar lupa segalanya
Melihat betapa cerianya kau menyapaku
Seketika kepedihan samar-samar mulai kurasakan
Luka yang kini muncul di kulitku
Air mata enggan menitik
Karena perpisahan ini bagai tak berarti
Karena ini serasa tak benar
Pada akhirnya tak kan ada ucapan selamat tinggal yang indah
Jika kutahu, ku kan menangisi semuanya
Saat itu, aku telah menjadi bagian dari akhirmu
Sebuah cerita yang hanya aku tak mengetahui
Jadi itu bukanlah cinta
Hanyalah sejenak waktu yang kau habiskan disampingku
Kini samar aku mulai mengerti
Mengapa kau hanya bisa meminta maaf
Pastilah aku terlalu berharap
Saat kau meninggalkanku, aku berharap kau kembali
Betapa bodohnya aku?
Pada akhirnya tak kan ada ucapan selamat tinggal yang indah
Jika kutahu, ku kan menangisi semuanya
Saat itu, aku telah menjadi bagian dari akhirmu
Sebuah cerita yang hanya aku tak mengetahui

END

Only i didnt know chap 1



Only I didn’t know
CHAP 1
annyong aku bawa ff baru iu-min woo,ff ini terinspirasi dari sebuah novel. moga suka yaaa  J
Title            : Only I didn’t know
Author       : Choi Raeun—Ginger Choi –Rizuky nagissa
Rating         : PG-13
Cast            : IU a.k.a Lee Ji eun
                      No min woo a.k.a Min woo
Genre         : angst, romance, family, friendship
Don’t Bashing !!!
And leave a comment after you read !
Dont be a Silent Reader !!!!!!!!

HAPPY READING…



#Min woo p o v
Anyeong. Namaku No min woo. Aku sekarang duduk di kelas 3 sma, aku bersekolah di : School Of Performing  Arts Seoul.Aku mempunyai seorang sahabat yang bernama Lee Ji eun, dia adalah sahabat karibku dari taman kanak-kanak, dia juga manis, suaranya yang lembut dan indah sangat menyentuh bila dia sedang bernyanyi. Sepulang sekolah ini, dia berjanji untuk menemaniku membeli beberapa buku di toko langgananku.
End p o v
---
Author pov
“Jieun-ah.. bogosiphoyo!!!” teriak minwoo sambil berlari mendekati jieun. Jieun membelalakan matanya
“Minwoo? Hmm nado” jawab jieun. Minwoo sampai dan langsung memeluk jieun. Jieun tersentak dan tak membalas peukan minwoo. Minwoo terus tersenyum senang. Beberapa detik kemudian.. hening. Dengan cepat, minwoo melepaskan pelukannya.
“Mianhae, aku terlalu senang.” Ujar minwoo sambil menggaruk kepalanya. Jieun tersenyum tipis.
“Guenchanayo. Bagai mana liburanmu? Menyenangkan?” Tanya jieun. Minwoo mengulum senyum nya. Mereka mulai melangkah gontai menuju kelas.
“Tidak, karena tak ada kau!” jawab minwoo menggoda. Jieun tertawa kecil. Minwoo menatap jieun heran
“Wae?” Tanya minwoo. Jieun hanya tersenyum tipis
“Ani. Kenapa begitu? Kitakan selalu telponan!” jawab jieun. Minwoo diam sejenak.
“Molla. Hidupku tanpamu terasa hampa!” lirih minwoo
“Kau ini. Bisa saja” jawab jieun malu
“Ani. Jeongmalyo. Itu benar, aku tak bohong” ujar minwoo serius sambil menatap jieun lekat. Jieun menghentikan langkahnya. Menatap minwoo yang sedang menatapnya lekat. Jieun tersenyum
“Gumowo” ucap jieun dan kembali melanjutkan langkahnya meninggalkan minwoo yang sedang terpaku.
“Jangkamanyo jieun-ah!” teriak minwoo dan langsung menggandeng jieun sambil tersenyum menuju kelas mereka.
---
“Bagaimana perkembangannya sekarang dokter?” Tanya tuan lee. Dokter itu menghela nafas berat dan kemudian melepaskan kacamatanya putus asa. Dokter itu menatap nyonya dan tuan lee nanar. Doker itu mulai terisak dan berlutut dihadapan tuan lee.
“Mianhaeimnida tuan lee. Aku.. aku bukan dokter yang baik untuk jieun. Aku sungguh menyesal, maafkan aku.” Isak dokter Yoon. Nyonya lee mulai melemas dan terisak.
“Apa maksudmu?” Tanya nyonya lee sambil membelalakan matanya. Dokter yoon diam menggelengkan kepalanya. Tiba-tiba nyonya lee insane dan tak sadarkan diri.

“Bagaimana dengan istri saya dok? Apa dia baik-baik saja? Dan mohon jelaskan keadaan jieun!” mohon tuan lee.
“Ya, akan saya jelaskan. Tapi saya mohon anda untuk bersabar dan menjaga emosi anda!” jawab dokter yoon. Tuan lee mengangguk.
“Keadaan istri anda baik-baik saja, dia hanya kaget dengan yang saya ucapkan tadi. Mungkin dengan istirahan dia bisa pulih kembali. Tapi mengenai jieun. Hanya ada satu harapan lagi, yaitu kemoterapi!’ jelas dokter yoon
“Mwo kemoterapi? Bukannya kanker yang diidap jieun masih stadium 1?” Tanya tuan lee kaget.
“Kaner ini begitu cepat menyerang tubuh jieun. kanker ini adalah kanker akut. Dan hanya satu pilihannya yaitu kemoteraphy.” Jelas dokter yoon. Tuan lee menunduk sedih.
“Saya yakin, tuhan pasti akan mengirimkan mukjizat pada jieun, jieun adalah anak yang baik, pintar dan cantik. Tuhan sayang padanya tuan lee.” Dokter yoon mengusap punggung tuan lee untuk mencoba menenangkan.
“Kapan kita mulai kemo nya dok?” Tanya tuan lee
“Harus segera. Api pasien juga harus siap”
“Ya, saya akan mencoba bicara dengan istri saya. Saya permisi dulu. Nanti saya hubungi anda!” pamit tuan lee.
---
Jieun memegang dada kanannya yang terasa sakit, dia tahu bahwa dia sakit liver atau hati, tapi dia tak pernah tahu bahwa sekarang dia sedang mengidap penyakit kanker hati akut.
Jieun emnggigit bibir bawahnya menahan sakit. Makin hari keadaannya makin buruk. Setiap malam dia selalu muntah darah dan mimisan, dan itu selalu saja dia tutupi dari orang tuanya dan juga minwoo sahabatnya.
Setiap ammanya bertanya kenapa ada bercak darah di washtaple, jieun selalu menjawab tadi dia terluka. Dia ta pernah bialng bahwa dia muntah darah. Bahkan minwoo juga tak tahu, yang minwoo tahu, jieun  hanya sakit mag, tak lebih.
Tiba-tiba handhone jieun berbunyi
To       : Abochi
Jieun-ah.. nanti sepulang dari sekolah kau langusng ke rumah sakit ya. Dokter yoon menunggumu!
Jieun langsung menghapus pesan tersebut karena takut bahwa minwoo akan membacanya. Tiba-tiba datanglah minwoo sambil membawa Tropicana sparkling rasa strawberry.
“Minwoo-ah..” kata jieun terpotong
“Hmm?” jwab minwoo yang terdengar seperti bergumam
“pualng sekolah nanti, aku tak bisa mengantarmu. Mian, aku dan ayahku ada urusan!” ucap jieun lemah, dia merasa tak enak hati dengan minwoo. Minwoo terdiam santai sambil meminum Tropicana sparkling-nya
“Guenchana. Jika itu bersama appa mu, geunde, jika itu bersama orang lain aku tak akan mengijinkanmu pergi!” ujar minwoo bercanad. Jieun tersenyum. tiba-tiba dadanya terasa sakit lagu, jieun hanya diam sambil menggigit bibir bawahnya. Minwoo tak menyadari sedikitpun ekspresi sakit jieun.
Setelah mulai reda, jieun dan minwoo menuju kelasnya karena bell dari tadi sudah berbunyi.
---
“Minwoo-ah mianhae. Aku duluan J” pamit jieun dan langusng masuk ke dalam mobilnya. Minwoo hanya bisa tersenyum tipis. Dia berjalan gontai menuju stasiun kereta api bawah tanah.
Minwoo pov
Hmmm Lee jieun! Tadi dia bilang akan menemaniku! Tapi dia pergi bersama appanya, ada masalah apa ya? Tadi aku melihat mata apanya yang lembam, seperti habis menangis, tapi kenapa?
Hmm sebentar lagi ulang tahun jieun, aku harus mempersiapkan segalanya, mulai dari kado, tempat, kue dan juga baju. Aku harap aku bisa menjelaskannya pada hari dimana hari itu hari special untuknya. Ya, aku harus mengatakan secepatnya soal perasaanku. Tapi aku tak yakin dia merespon positif.
‘Aku belum memikirkan sampai sejauh itu.’ ucapnya kepada setiap namja yang menembaknya (?). dan itu membuatku sedikit lega karena mungin ada kesempatan besar untukku.
Sekarang aku mampir ke sebuah toko perhiasan, aku mondar mandir hamper satu jam untuk memilih kado yang benar-benar pas dan cocok untuk jieun, hingga seorang penjaga menyangkaku pencuri dengan memondar mandir dari tadi. Dan akhirnya aku menemukan sebuah bando pita kecil berwarna pink muda, aku tahu jieun sangat menyukai warna pink jadi aku membelikannya barang berwarna pink.
Setelah membayar di kasir, aku keluar dan menyetop (?) taksi dengan senyuman lebar di wajahku.
Minwoo pov end
---
Author pov
“Tuan lee, sebaiknya jieun dibawa ke rumah sakit yang berada di jepang, disana peralatannya lebih baik dan bagus. Jika anda mau, saya akan membuat suran rujukkan kepada Prof. Tayoshi chan.” Ucap dr yoon
“Jeongmal? Apakah putriku akan sembuh dibawah pengobatan Dr. Tayoshi?” Tanya tuan lee
“saya tak bisa mengambil keputusan, itu semua tuhan yang mengatur. Tapi anda harus yakin dan tetap semangat menjalaninya. Dengan berkat nya, jieun pasti akan sembuh” jawab Prof. Yoon optimis.
“saya akan mmbicarakannya dengan jieun, kamsahamnida Dr Yoon. Jeongmal kamsahamnida” ujar tuan lee.
Tuan lee keluar dan menghampiri jieun dan istrinya yang sedang menunggu di ruang tunggu.
“Jieun-ah.. kau akan sembuh” ucap tuan lee senang sambil menggenggam tangan jieun erat. Jieun tersenyum lebar.
“Jeongmal appa?” Tanya jieun yang mulai berkaca-kaca. Tuan lee mengangguk pasti. Sekarang keberuntungan berpihak pada keluarga lee. Nyonya lee tersenyum senangn dan langsung bersujud syukur (?)
“Tapi jieun, jika kau mau sembuh. Kau harus pergi ke jepang untuk proses pengobatan.” Lirih tuan lee. Jieun menurunkan senyumannya tanda kesedihan.
“Apa aku boleh menolak appa?” Tanya jieun sedih. Jieun tahu itu pasti membuat appanya sakit, dia ingin sembuh tapi saat ini dia tak ingin jauh dari teman-temannya yang ada di Seoul.
“Sebaiknya jangan jieun. Ini demi kesembuhanmu! Kesempatan hanya datang sekali dalam hidup. Jangan sia-siakan ini selagi kita punya uang dan Dr Yoon yang selalu membantu kita.” Jawab tuan lee agak keras. Jieun hanya diam.
“Jieun-ah, amma dan appa janji ini tak akan lama. Ini hanya butuh waktu seitar 2 bulan.” Lanjut nyonya lee. Jieun membelalakan matanya. Dia bingung. Dia ingin sembuh tapi tak ingin meninggalkan minwoo sahabatnya.
“jieun sedang tak ingin meninggalkan Seoul appa! Amma! Jieun tak ingin sendiri!” jelas jieun yang mulai menangis. Tuan lee hanya diam sambil membelai lembu rambut jieun.
 “Appa dan amma akan menemanimu disana. Kau tak perlu takut. Hanya 2 bulan tak lebih” jawab nyonya lee. Jieun merasa kasihan pada orang tuanya. Dengan penuh keberatan, jieun menyetujui penerbangannya ke Jepang.
“Tapi bisakah kita pergi setelah hari ualng tahunku?” mohon jieun.
“Ya. Kita pergi lusa setelah kau pulnag dari sekolah. Maaf jika kau tak sempat merayakan ulang tahunmu dengan teman-temanmu dan juga minwoo. Mianhae jieun-ah..” lirih nyonya lee.
“Guenchanayo amma, appa. Ini demi kesembuhanku” jawab jieun
---
“Saenggil cuka hamnida jieun-ah.. ini untukmu. Nanti malam, kau mau tidak makan malam bersamaku? Aku sudah menyiapkan kue.” Ujar minwoo. Jieun hanya diam merasa bersalah.
“Minwoo-ah. Mianhae sepulang sekolah aku harus pergi. Aku akan pergi 2 bualn, aku akan ke jepang. Aku janji akan selalu menghubungimu. Mianhae” ucap jieun sedih. Minwoo terdiam. Ada rasa sedih menyelimuti hatinya.
“Du..dua bulan? Untuk apa?” Tanya minwoo
“Ini keputusan keluarga. Aku janji aku akan kembali. Aku ingin, ketika aku pulang nanti, kau menungguku di air port. Maaf kan aku.” Jieun menggenggam tangan minwoo. Dengan cepat jieunmencium bibir minwoo membuat minwoo tenggelam dalam beribu-ribu kebahagiaan.
Jieun melepaskan ciumannya dan tersenyum. minwoo membalasnya dengan senyuman sedih.
“Saranghae..” gumam jieun. Dengan terpaksa, jieun pun langsung pergi meninggalkan minwoo untuk terbang ke japan.
“Nado..” lirih minwoo.
---
Minwoo pov
Kenapa kau meniggalaknku disaat aku membutuhkanmu? Kata-kata terakhirmu yang membuatku bahagia itu masih terngiang di telingaku. Aku benar-benar bahagia saat kau bialng kau mencintaiku. Aku akan selalu menunggumu jieun. Aku akan selalu mncintaimu.


TO BE CONTINUED