Cast : Jo Kwang min
Choi Ra eun a.k.a Reader
Jo Young min
Other Cast : lee Jieun
No minwoo
Author : Choi Ra eun—Ginger Choi
Genre : Romance, sad (maybe)
Length : Onshoot
Rating : PG
Disclaimer : Semuanya punya tuhan. Ff nya punya aku.
Note :
· Jo twins and Ra Eun sekolah di School of performing arts seoul
· Jo twins and raeun tetanggaan
· Perusakan karakter
Don’t Like Don’t Read
Don’t Bashing !!!
And leave a comment after you read !
HAPPY READING..
Author pov
“Kwangmin-ah.. kau jahat.. jangan tinggalkan aku.. hiks hiks hiks..” isak yeoja kecil cantik yang terjatuh di bawah rumah pohon. Lututnya berdarah.
“Kuenchana?” Tanya youngmin sambil meniupi lutut raeun yang berdarah.
“Appoyo. Hikss hikss” jawab raeun masih menangis
“Sini, biar aku obati!” kata youngmin, dan youngmin pun mengobati lutut raeun dengan dedaunan yang ada di sekitarnya.
“Ah.. akhirnya selesai juga. Makanya, hati-hati bila turun dari rumah pohon ini. Ini terlalu tinggi untukmu.” Kata youngmin.
“Gumawo yo youngmin-ah..” jawab raeun
“Kajja” ujar youngmin sambil memunggungi raeun. Berniat untuk menggendong raeun.
“Cepat naik” lanjut youngmin, raeun pun langsung naik. Dan di gendong oleh youngmin ke rumahnya.
“Youngmin-ah..” gumam raeun
“Hm? Wae?” Tanya youngmin yang masih menggendong raeun.
“Kau melihat kwangmin tidak?” Tanya raeun. Youngmin langsung terdiam dan berhenti berjalan.
“Mungkin di rumah.” Jawab youngmin dingin.
“Kenapa dia meninggalkanku?”Tanya raeun dan mulai terisak
“Mungkin ada suatu hal yang harus di kerjakan” jawab youngmin.
“Apa lebih penting dari pada aku?” Tanya raeun yang mulai meneteskan air matanya.
“Uljima.. aku yakin, dia tak bermaksud meninggalkanmu. Uljima, dia pasti sedih bila melihatmu menangis.” Jawab youngmin.
“Jinja?” Tanya raeun
“Neh..” jawab youngmin. Setelah sampai di rumah raeun, youngmin menurunkan raeun.
“Nanti kita main lagi,ya.” Kata raeun sambil tersenyum manis
“Neh. Pasti” jawab youngmin tersenyum. Raeun langsung memeluk youngmin. Sementara itu, kwangmin yang melihat kejadian itu di balik pohon belakang rumahnya menangis.
Kwang min pov
Kenapa dia memeluk youngmin? Kenapa bukan aku? Dia menyukainnya?
Raeun-ah.. apa kau tidak melihatku??
Author pov
“Kenapa kau memeluku?” Tanya youngmin polos
“Karena kau telah menyelamatkanku. Itu sebagai tanda terima kasih!” jawab Raeun malu-malu.
Youngmin pun mencium pipi raeun dan langsung berlari kerumahnya.
‘kenapa dia melakukan itu padaku? Aku ingin kwangmin yang melakukannya…’ batin raeun dan langsung masuk ke rumahnya.
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Keesokan harinya
Raeun sedang duduk dengan boneka barbienya yang berwarna pink pemberian dari kwangmin kemarin malam, karena kemarin malam adalh ulang tahun raeun.
Tiba-tiba kwangmin dan youngmin datang.
“Raeun-ah. Ayo kita main.” ajak youngmin, dan kwangmin pun tersenyum mengiyakan.
“Kajja” jawab raeun. Mereka pun main dengan asyiknya. Di rumah pohon yang dibangun oleh nenek dan kakek mereka. Karena dulu orang tua mereka suka bermain disitu sewaktu kecilnya.
“Aku punya 3 lembar kertas. Aku punya permainan. Masing-masing, harus menuliskan keinginan terbesar kalian di kertas itu, setelah itu berikan padaku dan kita simpan dirumah pohon ini. Setelah kita dewasa, kita baca kertas masing2 didepan kita. Otthe?” kata raeun
Youngmin dan kwangmin langsung mengangguk dan langsung menuliskan keinginan terbesarnya.
Raeun sempat memperhatikan kwangmin untuk beberapa detik.
Hari ddemi hari, bulan demi bulan, tahun demi tahun. Mereka jalani dengan kebersamaan. Di iringi canda tawa, tangis duka dan juga satu hal yang tumbuh diam diam di hati mreka, yaitu ‘Cinta’
**
“Amma.. appa.. aku diterima di School of performing arts seoul #kepanjangan yak” teriak raeun sambil loncat-loncat.
“Jinjja?” kata Nyonya Choi
“neh..” jawab raeun. Dan mereka pun langsung berpelukan sambil meloncat2 gak jelas.
“Amma, aku akan pergi ke rumah paman Jo” kata raeun dan langsung pergi begitu saja.
“aigoo.. kenapa tidak dibuka? Apa mereka sedang keluar?” Tanya raeun yang masih sigap terjaga didepan pintu rumah Jo twins.
Tiba-tiba Nyonya Shim datang menghampiri raeun
“Raeun-ah.. keluarga Jo sedang pergi ke Daegu. Besok pagi pasti sudah pulang.” Katanya
“Ah? Neh. Kamsahamnida bibi” jawab raeun
“neh.”
Raeun pun langsung pulang dengan wajah di tekuk. #emang kursi lipet di tekuk?! (Timpuk author pake Yesung…)
“Kenapa mereka tidak member tahuku? Apa ini urusan penting?” gumam raeun.
KEESOKAN HARINYA
Kriing..kriing kriiing kringg
“hmmmm??” gumam raeun yang masih terlelap dalam selimut tebal berwarna pink nya itu.
Kriing kriing
“Hya.. berisik sekali itu..” gumam raeun dan raeunpun langsung terbangun dan berjalan gontai kea rah balkon.
“Youngmin? Kwangmin?” gumamnya lagi melihat kwangmin dan youngmin yang sedang menunggunya memakai sepeda.
“Hya.. yeoja ngaret!.. ayo kita balap sepeda! Kau pasti belum mandi.. Palliwa!!!” Teriak kwangmin
“Paalli turun!!” Lanjut youngmin
“Ah? Aigo malu sekali aku ini.” Gumam raeun sambil ngumpet di blik pagar balkon kamarnya
“Neh. Tunggu sebentar” teriak raeun
Setelah nunggu beberapa menit, akhirnya raeun turun dengan memakai baju santai, hot pants berwarna hitam, baju kaos longgar berwarna pink, sepatu kets, rambut di ikat kuda, dan membawa tas kecil.
Raeun turun dan mengambil 3 buah apel merah. Dan keluar membawa spedanya yang berwarna pink hitam.
“kajja..!” kata raeun dan melempar dua apel ersebut pada youngmin dan kwangmin
“Kau pasti tidak mandi” celetuk youngmin sambil tertawa tertahan.
“Hm? Neh? We? Tidak suka? Inikan masih pagi, nanti juga pasti berkeringa lagi :P” jawab raeun dan langsung mengayuh sepedanya dengan cepat. Disusul oleh kwangmin dan youngmin.
Mereka pun balapan dari rumah raeun sampai villa di dekat rumah Jieun. (Salah satu sahabat raeun).
“Ah.. cape sekali.” Keluh raeun sambil mengusap peluh yang ada di keningnya.
Mereka bertiga mendorong sepeda masing-masing karena jalanan ke arah villa menanjak. Tiba-tiba raeun terpeleset dan otomatis terguling kea rah belakang, dan kwangmin yang pada saat itu berada di belakang raeun langsung menjatuhkan sepedanya dan menangkap raeun. Raeun terluka, lutut dan lengan kanannya tergores.
“Ahhhhh” teriak raeun yang terjatuh
“Raeun-ah…!!” teriak kwangmin, dan kwangmin pun langsung berlari menangkap raeun.
Youngmin berbalik dan melihat raeun yang berdarah.
“Raeun-ah..” lirih youngmin dan youngmin pun langsung berlari menghampiri kwang min dan raeun.
“Kuenchana?” Tanya kwangmin khawatir
“Ahh appoyo” jawab raeun sambil menggigit bibir bawahnya
“Youngmin hyung. Jaga dia, aku akan mencarikan dedaunan yang bisa dibuat obat” kata kwangmin dan langsung berlari
“Biar kulihat” kata youngmin dan langsung menarik lengan raeun
“Ah, pelan-pelan” lirih raeun
Youngmin meniup luka yang ada di lengan raeun. Raeun menangis.
“Ahhh hiks hiks hiks appoyo..hiks hiks hiks” Isak raeun
“Uljima…” Rayu youngmin.
“Aaaahhhhh apppopoooo..” teriak raeun.
Youngmin teringat pada sesuatu, jika seseorang berisik harus menutup mulutnya agar diam.
Youngmin pov
“Uljima…” Rayu ku.
“Aaaahhhhh apppopoooo..” teriak raeun.
Aku teringat pada sesuatu, jika seseorang berisik harus menutup mulutnya agar diam, tapi kedua tanganku terkena darah raeun.
Akupun tanpa basa basi menutup mulut raeun dengan mulutku. Aku memejamkan mataku, aku malu, ini pertama bagiku. My second kiss…..!!!!
Raeun pov
“Uljima…” Rayu youngmin
“Aaaahhhhh apppopoooo..” teriak ku
Dia pun tanpa basa basi menciumku. Youngmin memejamkan matanya, aku tahu dia malu,ada semburat merah dipipinya. Ini ciuman pertamaku.
Author pov
Youngmin pun melepaskan ciumannya. Dia membuang pandangannya
“Mii..mianhe” Kata youngmin.
“guenchanayo..” kata raeun.
“kalian.??” lirih kwangmin yang berada di belakang mereka berdua. Sontak Youngmin dan raeun pun langsung melihat kea rah suara itu
“Kwangmin-ah..” ujar Youngmin dan Raeun bersamaan.
Kwangmin lari entah kemana. Raeun yang melihat kwangmin lari langsung berdiri dan mencoba berlari walaupun kakinya terluka. Youngmin hanya diam meratapi kepergian raeun.
To be continued..