Only I didn’t know
CHAP 1
annyong aku bawa ff baru iu-min woo,ff ini terinspirasi dari sebuah novel. moga suka yaaa J
Title : Only I didn’t know
Author : Choi Raeun—Ginger Choi –Rizuky nagissa
Rating : PG-13
Cast : IU a.k.a Lee Ji eun
No min woo a.k.a Min woo
Genre : angst, romance, family, friendship
Don’t Bashing !!!
And leave a comment after you read !
Dont be a Silent Reader !!!!!!!!
HAPPY READING…
#Min woo p o v
Anyeong. Namaku No min woo. Aku sekarang duduk di kelas 3 sma, aku bersekolah di : School Of Performing Arts Seoul.Aku mempunyai seorang sahabat yang bernama Lee Ji eun, dia adalah sahabat karibku dari taman kanak-kanak, dia juga manis, suaranya yang lembut dan indah sangat menyentuh bila dia sedang bernyanyi. Sepulang sekolah ini, dia berjanji untuk menemaniku membeli beberapa buku di toko langgananku.
End p o v
---
Author pov
“Jieun-ah.. bogosiphoyo!!!” teriak minwoo sambil berlari mendekati jieun. Jieun membelalakan matanya
“Minwoo? Hmm nado” jawab jieun. Minwoo sampai dan langsung memeluk jieun. Jieun tersentak dan tak membalas peukan minwoo. Minwoo terus tersenyum senang. Beberapa detik kemudian.. hening. Dengan cepat, minwoo melepaskan pelukannya.
“Mianhae, aku terlalu senang.” Ujar minwoo sambil menggaruk kepalanya. Jieun tersenyum tipis.
“Guenchanayo. Bagai mana liburanmu? Menyenangkan?” Tanya jieun. Minwoo mengulum senyum nya. Mereka mulai melangkah gontai menuju kelas.
“Tidak, karena tak ada kau!” jawab minwoo menggoda. Jieun tertawa kecil. Minwoo menatap jieun heran
“Wae?” Tanya minwoo. Jieun hanya tersenyum tipis
“Ani. Kenapa begitu? Kitakan selalu telponan!” jawab jieun. Minwoo diam sejenak.
“Molla. Hidupku tanpamu terasa hampa!” lirih minwoo
“Kau ini. Bisa saja” jawab jieun malu
“Ani. Jeongmalyo. Itu benar, aku tak bohong” ujar minwoo serius sambil menatap jieun lekat. Jieun menghentikan langkahnya. Menatap minwoo yang sedang menatapnya lekat. Jieun tersenyum
“Gumowo” ucap jieun dan kembali melanjutkan langkahnya meninggalkan minwoo yang sedang terpaku.
“Jangkamanyo jieun-ah!” teriak minwoo dan langsung menggandeng jieun sambil tersenyum menuju kelas mereka.
---
“Bagaimana perkembangannya sekarang dokter?” Tanya tuan lee. Dokter itu menghela nafas berat dan kemudian melepaskan kacamatanya putus asa. Dokter itu menatap nyonya dan tuan lee nanar. Doker itu mulai terisak dan berlutut dihadapan tuan lee.
“Mianhaeimnida tuan lee. Aku.. aku bukan dokter yang baik untuk jieun. Aku sungguh menyesal, maafkan aku.” Isak dokter Yoon. Nyonya lee mulai melemas dan terisak.
“Apa maksudmu?” Tanya nyonya lee sambil membelalakan matanya. Dokter yoon diam menggelengkan kepalanya. Tiba-tiba nyonya lee insane dan tak sadarkan diri.
“Bagaimana dengan istri saya dok? Apa dia baik-baik saja? Dan mohon jelaskan keadaan jieun!” mohon tuan lee.
“Ya, akan saya jelaskan. Tapi saya mohon anda untuk bersabar dan menjaga emosi anda!” jawab dokter yoon. Tuan lee mengangguk.
“Keadaan istri anda baik-baik saja, dia hanya kaget dengan yang saya ucapkan tadi. Mungkin dengan istirahan dia bisa pulih kembali. Tapi mengenai jieun. Hanya ada satu harapan lagi, yaitu kemoterapi!’ jelas dokter yoon
“Mwo kemoterapi? Bukannya kanker yang diidap jieun masih stadium 1?” Tanya tuan lee kaget.
“Kaner ini begitu cepat menyerang tubuh jieun. kanker ini adalah kanker akut. Dan hanya satu pilihannya yaitu kemoteraphy.” Jelas dokter yoon. Tuan lee menunduk sedih.
“Saya yakin, tuhan pasti akan mengirimkan mukjizat pada jieun, jieun adalah anak yang baik, pintar dan cantik. Tuhan sayang padanya tuan lee.” Dokter yoon mengusap punggung tuan lee untuk mencoba menenangkan.
“Kapan kita mulai kemo nya dok?” Tanya tuan lee
“Harus segera. Api pasien juga harus siap”
“Ya, saya akan mencoba bicara dengan istri saya. Saya permisi dulu. Nanti saya hubungi anda!” pamit tuan lee.
---
Jieun memegang dada kanannya yang terasa sakit, dia tahu bahwa dia sakit liver atau hati, tapi dia tak pernah tahu bahwa sekarang dia sedang mengidap penyakit kanker hati akut.
Jieun emnggigit bibir bawahnya menahan sakit. Makin hari keadaannya makin buruk. Setiap malam dia selalu muntah darah dan mimisan, dan itu selalu saja dia tutupi dari orang tuanya dan juga minwoo sahabatnya.
Setiap ammanya bertanya kenapa ada bercak darah di washtaple, jieun selalu menjawab tadi dia terluka. Dia ta pernah bialng bahwa dia muntah darah. Bahkan minwoo juga tak tahu, yang minwoo tahu, jieun hanya sakit mag, tak lebih.
Tiba-tiba handhone jieun berbunyi
To : Abochi
Jieun-ah.. nanti sepulang dari sekolah kau langusng ke rumah sakit ya. Dokter yoon menunggumu!
Jieun langsung menghapus pesan tersebut karena takut bahwa minwoo akan membacanya. Tiba-tiba datanglah minwoo sambil membawa Tropicana sparkling rasa strawberry.
“Minwoo-ah..” kata jieun terpotong
“Hmm?” jwab minwoo yang terdengar seperti bergumam
“pualng sekolah nanti, aku tak bisa mengantarmu. Mian, aku dan ayahku ada urusan!” ucap jieun lemah, dia merasa tak enak hati dengan minwoo. Minwoo terdiam santai sambil meminum Tropicana sparkling-nya
“Guenchana. Jika itu bersama appa mu, geunde, jika itu bersama orang lain aku tak akan mengijinkanmu pergi!” ujar minwoo bercanad. Jieun tersenyum. tiba-tiba dadanya terasa sakit lagu, jieun hanya diam sambil menggigit bibir bawahnya. Minwoo tak menyadari sedikitpun ekspresi sakit jieun.
Setelah mulai reda, jieun dan minwoo menuju kelasnya karena bell dari tadi sudah berbunyi.
---
“Minwoo-ah mianhae. Aku duluan J” pamit jieun dan langusng masuk ke dalam mobilnya. Minwoo hanya bisa tersenyum tipis. Dia berjalan gontai menuju stasiun kereta api bawah tanah.
Minwoo pov
Hmmm Lee jieun! Tadi dia bilang akan menemaniku! Tapi dia pergi bersama appanya, ada masalah apa ya? Tadi aku melihat mata apanya yang lembam, seperti habis menangis, tapi kenapa?
Hmm sebentar lagi ulang tahun jieun, aku harus mempersiapkan segalanya, mulai dari kado, tempat, kue dan juga baju. Aku harap aku bisa menjelaskannya pada hari dimana hari itu hari special untuknya. Ya, aku harus mengatakan secepatnya soal perasaanku. Tapi aku tak yakin dia merespon positif.
‘Aku belum memikirkan sampai sejauh itu.’ ucapnya kepada setiap namja yang menembaknya (?). dan itu membuatku sedikit lega karena mungin ada kesempatan besar untukku.
Sekarang aku mampir ke sebuah toko perhiasan, aku mondar mandir hamper satu jam untuk memilih kado yang benar-benar pas dan cocok untuk jieun, hingga seorang penjaga menyangkaku pencuri dengan memondar mandir dari tadi. Dan akhirnya aku menemukan sebuah bando pita kecil berwarna pink muda, aku tahu jieun sangat menyukai warna pink jadi aku membelikannya barang berwarna pink.
Setelah membayar di kasir, aku keluar dan menyetop (?) taksi dengan senyuman lebar di wajahku.
Minwoo pov end
---
Author pov
“Tuan lee, sebaiknya jieun dibawa ke rumah sakit yang berada di jepang, disana peralatannya lebih baik dan bagus. Jika anda mau, saya akan membuat suran rujukkan kepada Prof. Tayoshi chan.” Ucap dr yoon
“Jeongmal? Apakah putriku akan sembuh dibawah pengobatan Dr. Tayoshi?” Tanya tuan lee
“saya tak bisa mengambil keputusan, itu semua tuhan yang mengatur. Tapi anda harus yakin dan tetap semangat menjalaninya. Dengan berkat nya, jieun pasti akan sembuh” jawab Prof. Yoon optimis.
“saya akan mmbicarakannya dengan jieun, kamsahamnida Dr Yoon. Jeongmal kamsahamnida” ujar tuan lee.
Tuan lee keluar dan menghampiri jieun dan istrinya yang sedang menunggu di ruang tunggu.
“Jieun-ah.. kau akan sembuh” ucap tuan lee senang sambil menggenggam tangan jieun erat. Jieun tersenyum lebar.
“Jeongmal appa?” Tanya jieun yang mulai berkaca-kaca. Tuan lee mengangguk pasti. Sekarang keberuntungan berpihak pada keluarga lee. Nyonya lee tersenyum senangn dan langsung bersujud syukur (?)
“Tapi jieun, jika kau mau sembuh. Kau harus pergi ke jepang untuk proses pengobatan.” Lirih tuan lee. Jieun menurunkan senyumannya tanda kesedihan.
“Apa aku boleh menolak appa?” Tanya jieun sedih. Jieun tahu itu pasti membuat appanya sakit, dia ingin sembuh tapi saat ini dia tak ingin jauh dari teman-temannya yang ada di Seoul.
“Sebaiknya jangan jieun. Ini demi kesembuhanmu! Kesempatan hanya datang sekali dalam hidup. Jangan sia-siakan ini selagi kita punya uang dan Dr Yoon yang selalu membantu kita.” Jawab tuan lee agak keras. Jieun hanya diam.
“Jieun-ah, amma dan appa janji ini tak akan lama. Ini hanya butuh waktu seitar 2 bulan.” Lanjut nyonya lee. Jieun membelalakan matanya. Dia bingung. Dia ingin sembuh tapi tak ingin meninggalkan minwoo sahabatnya.
“jieun sedang tak ingin meninggalkan Seoul appa! Amma! Jieun tak ingin sendiri!” jelas jieun yang mulai menangis. Tuan lee hanya diam sambil membelai lembu rambut jieun.
“Appa dan amma akan menemanimu disana. Kau tak perlu takut. Hanya 2 bulan tak lebih” jawab nyonya lee. Jieun merasa kasihan pada orang tuanya. Dengan penuh keberatan, jieun menyetujui penerbangannya ke Jepang.
“Tapi bisakah kita pergi setelah hari ualng tahunku?” mohon jieun.
“Ya. Kita pergi lusa setelah kau pulnag dari sekolah. Maaf jika kau tak sempat merayakan ulang tahunmu dengan teman-temanmu dan juga minwoo. Mianhae jieun-ah..” lirih nyonya lee.
“Guenchanayo amma, appa. Ini demi kesembuhanku” jawab jieun
---
“Saenggil cuka hamnida jieun-ah.. ini untukmu. Nanti malam, kau mau tidak makan malam bersamaku? Aku sudah menyiapkan kue.” Ujar minwoo. Jieun hanya diam merasa bersalah.
“Minwoo-ah. Mianhae sepulang sekolah aku harus pergi. Aku akan pergi 2 bualn, aku akan ke jepang. Aku janji akan selalu menghubungimu. Mianhae” ucap jieun sedih. Minwoo terdiam. Ada rasa sedih menyelimuti hatinya.
“Du..dua bulan? Untuk apa?” Tanya minwoo
“Ini keputusan keluarga. Aku janji aku akan kembali. Aku ingin, ketika aku pulang nanti, kau menungguku di air port. Maaf kan aku.” Jieun menggenggam tangan minwoo. Dengan cepat jieunmencium bibir minwoo membuat minwoo tenggelam dalam beribu-ribu kebahagiaan.
Jieun melepaskan ciumannya dan tersenyum. minwoo membalasnya dengan senyuman sedih.
“Saranghae..” gumam jieun. Dengan terpaksa, jieun pun langsung pergi meninggalkan minwoo untuk terbang ke japan.
“Nado..” lirih minwoo.
---
Minwoo pov
Kenapa kau meniggalaknku disaat aku membutuhkanmu? Kata-kata terakhirmu yang membuatku bahagia itu masih terngiang di telingaku. Aku benar-benar bahagia saat kau bialng kau mencintaiku. Aku akan selalu menunggumu jieun. Aku akan selalu mncintaimu.
TO BE CONTINUED
Tidak ada komentar:
Posting Komentar