Rabu, 08 Februari 2012

[Chapter 3] Two hearts


Copy of 267888_188314751226428_182225815168655_539149_3790757_n.jpg
Cast   : Jo Kwang min
             Choi Ra eun a.k.a Reader
            Jo Young min
Other Cast   : lee Jieun
                         No minwoo
Author          : Choi Ra eun—Ginger Choi
Genre : Romance, sad (maybe)
Length : Onshoot
Rating : PG
Disclaimer : Semuanya punya tuhan. Ff nya punya aku.
Note  :
·        Jo twins and Ra Eun sekolah di School of performing arts seoul
·        Jo twins and raeun tetanggaan
·        Perusakan karakter
Don’t Like Don’t Read
Don’t Bashing !!!
And leave a comment after  you read !
HAPPY READING..




Before part >>
“Raeun-ah, mianhe..” teriak youngmin
“Neh, kita hanya bercanda” lanjut kwangmin
“Becanda katamu? Kau bialng itu becanda?” ujar raeun keras
“Mianhe..” kata youngmin dan kwangmin serempak. Raeun tak menggubris kata-kata si kembar itu, yang ada, sekarang raeun berlari menyebrang jalan.
Dan tiba-iba
“Tiiiiit tiiiit”
“Raeun-ah………………….”
BRAAAAKKKKKKK
***
Tit tit tit
Suara alat pendeteksi detak jantung berbunyi begitu kencang di tempat yang serba putih dan sunyi, menandakan masih adanya kehidupan di dalam tubuh yeoja cantik ini. Ditangan sebelah kananya terpasang alat medis begitu banyak, dari mulai infusan, pendeteksi nadi (Aku gak tahu namanya apa),tensi darah, dan ada satu tangan yang menggenggam erat telapan tangannya. Disebelah kiri, hanya ada satu tangan yang mencengkramnya erat. Mereka adalah youngmin dan kwangmin
Tak lama kemudian, mata indah berwarna coklat pun membuka.
Raeun membuka perlahan kedua matanya.
Dilihatnya sekitar.
‘Dimana ini? Putih? Semuanya putih? Tangan siapa ini? Ah.. kepalaku sakit sekali..’ batinnya
“Raeun-ah? Kau sudah bangun?” Tanya kwangmin yang sudah terbangun dan langsung mengusap kepala Raeun.
“kkangg nginn??” Tanya raeun tak jelas karena oxygen yang ada di mulut dan hudungnya
“Neh? Wae? Appo?” Tanya Kwangmin
Tiba-tiba youngmin terbangun.
“Sudah bangun?” Tanya youngmin
“neh hyung, biar aku panggilkan dokter” ujar kwangmin, langsung bangkit dan hendak pergi. Tapi, Raeun menggenggam tangannya.
“ka ji mal” kata raeun.
 Youngmin melihat kwangmin
“Biar aku yang panggilkan!” lanjut youngmin, youngmin langsung bergegas pergi
“Kwangmin-ah..” kata raeun
“Wae?” Tanya kwangmin
“Gumawo..” jawab raeun
“Ah, ne.” kata kwangmin sambil mengusap kepala raeun. Tiba-tiba seorang suster masuk sambil membawakan makan siang pasien.
“Aku dengar dari dokter Kang, pasien nomor 1543 sudah sadarkan diri. Dokter akan segera datang. Silahkan dimakan..” suster itu menyerahkan baki yang berisi 1 mangkuk bubur wortel dan 1 gelas susu segar, ditambah 2 buah apel merah
“Neh, kamsahamnida..” Kwangmin mengambil baki tersebut dan menaruhnya di meja khusus makan pasien.
Setelah suster itu keluar, datanglah youngmin dan dokter Kang.
“Anyeonghaseyo, nona Choi. Kuenchana?” dokter kang duduk di sebelah raeun
Raeun hanya mengagguk.
Setelah memeriksa keadaan raeun, dokteri itu bicara sedikit pada youngmin.
“kalau begitu, makan yang banyak nona Choi. Semoga cepat sembuh..” Dokter kang mengacak rambut raeun dan  pergi dari kamar raeun.
“Kuenchana?” Tanya youngmin dan duduk di sebelah raeun.
“Neh, guenchayo youngmin-ah. Kende.. agak sedikit pusing.” Raeun memegang kepalanya.
“Makanlah, biar kwangmin yang menyuapimu. Aku akan membeli makan untuk kwangmin dan aku. Neh kajja.” Youngmin pamit membeli makanan ke luar
Kwangmin membantu raeun untuk duduk dan melepaskan sejenak oxygen nya. Kwangmin mengaduk-adukan bubur yang masih panas itu, ditiupnya dan disuapinya yeoja yang ada di hadapannya.
“Raeun-ah?? Kau tahu? Sudah 2 hari kau tak bangun-bangun, dan itu membuat aku sangat terkejut. Youngmin hyung juga sampai menangis, dia berfikir bahwa dia yang telah menyebabkan kau begini.” Kwangmin melanjutkan suapannya
“Jinja?” Raeun membulatkan matanya
“Neh, sudahlah. Cepat makan banyak, agar kau tak merepotkan kami lagi! Ara!” kwangmin menggoda raeun, yang berhasil membuat raun bad mood.
1 minggu Raeun di rawat di rumah sakit. Dan sekarang saatnya Raeun pulang kerumah
Di balkon kamar raeun.
“Raeun, kwangmin. Bagaimana kalau kita buka kertas yang dulu pernah kita tulis.” Usul youngmin sambil memakan buah peach yang telah dipotong oleh Raeun
“Neh.. chua!” Kwangmin menjawab sambil memakan peach yang paling besar
“Kya.. habiskan dulu makanmu, baru bicara” ketus raeun
“Otthe?’ Tanya youngmin
“Neh, aku akan datang jam 4 sore.” Raeun berdiri dan masuk ke kamarnya.
“Kira-kira apa ya yang ditulis Raeun?” Kwangmin terlihat mikir sambil tiduran di karpet balkon Raeun, sambil melihat ke langit
“Molla.. pasti aneh, diakanorangnya aneh..” youngmin memotong peach yang terakhir dan langsug memakannya.
Raeun datang dengan 3 cola.
“Raeun-ah.. kau tak boleh minum cola, kau baru keluar rumah sakit..” Youngmin mengambil cola yang hendak diminum Raeun
“Aku keluar 2 hari yang lalu.” Raeun merebut cola itu dan langsung meminumnya. Raeun mendekati kwangmin dan tidur di sampingnya.
“Youngmin-ah.. tawa!!!” Raeun menepuk-nepuk tempat di sampingnya. Youngmin pun ikut tidur di samping raeun.
“Kalian lihat? Ada banyak bintang disana. Kalian pilih yang mana jika kau bisa memetiknya?” Raeun menunjuk bintang yang ada di langit di atas mereka.
“Aku memilih bintang yang paling terang.!” Kwangmin menunjukan sebuah bintang yang jauh dari yang lain alias sendirian, yang paling terang diantara yang lainnya.
“Itu punya ku kwangmin-ah..” bentak raeun memukul lengan kwangmin yang sedang menunjuk bintang miliknya (katanya..)
Youngmin hanya tersenyum tipis melihat raeun yang sepertinya bahagia.
“Kalau kau youngmin?” raeun bertanya tanpa melirik pada youngmin
You8ngmin hanya diam dalam pikirannya
‘Bagiku, hanya kaulah bintang yang kupilih, dan akan selalu menjadi muliku’ batin youngmin sambil terus memperhatikan Raeun dari samping
“Youngmin-ah? Kau tidur?” raeun melihat ke arah youngmin yang sedang memerhatikannnya diam diam
“ne??” youngmin yang baru tersadar atas lamunannya
“kau melamun? Atau ngantuk?” Tanya kwangmin
“hanya sedikit melamun..” Youngmin menggsruk kepalanya yang tidak gatal.
“Kalian tahu? Kalian itu sahabat terbaik yang pernah ada dalam hidupku! Dan aku ingin kita selalu bersama selamanya..” Raeun memeluk dirinya sendiri sambil merem gak jelas
“kenapa kau tak memelukku saja?” Youngmin langsung duduk terjaga sambil bersiap-siap di peluk Raeun
“hhaha ani.. Shirreooo” Raeun langsung tengkurap dan menutup wajahnya
Mereka bercanda dan tertawa sepanjang malam hingga tertidur di balkon.
***
Raeun pov
Sejuk.. dingin.. dan.. dada siapa ini? Seperti seorang namja?!
Aku mendongakkan kepalanku dan kudapati Youngmin sedang tertidur, wajahnya polos, semalaman aku memeluknya? Ah? Ottukhae?
Raeun pov end
Author pov
Raeun alngsung duduk terjaga yang membuat youngmin juga meregangkan otot-ototnya.
Raeun melihat ke arah kanan, tempat kwangmin semalam. Tak ada siapapun. Di dapatinya seorang namja yang sedang berdiri di dekat pagar balkon kamarnya.
“Kau sudah bangun?” kwangmin membalikan badannya sambil melipat kedua tangannya di depan dada
“ne..” raeun mengikat rambutnya dan berdiri mendekati kwangmin
“Hangatkah?” Kwangmin melihat raeun dengan tatapan aneh
“Hangat apanya? Dingin tahu!” Raeun menggesek-gesekkan telapak tangannya.
“semalaman kau memeluk..”
“Jangan dilanjutkan..!” Raeun menutup bibir kwangmin
“Maaf aku sudah memeluk hyungmu..” Raeun menundukkan kepalanya
“Kau tidak tahu?” Kawangmin membulatkan matanya
“Semalaman kau memeluku sambil mengigau ‘Saranghae Jo Kwang Min…’ heh ?” Kwangmin menahan ketawanya
“Jinja?” Ada semburat merah di pipinya
“Hanya becanda” Kwangminmengacak rambut Raeun
“Ya.. No?!” Raeun dan kwangmin pun kejar-kejaran memutari meja mungil yang ada disana.
***
“Sepulang sekolah ini. Aku akan datang ke rumah pohon. Jangan sampai telat. Jam 4 sore. Ne!” Raeun mengingatkan sahabatnya yang kembar itu
“Dan jangan lupa bawa cola!” lanjut Raeun yang sudah berlalu bersama jieun
“Ah yeoja itu, selalu menyuruhku membawa cola” keluh kwnagmin sedih
“Jangan membwakannya cola! Dia selalu sakit perut kalau meminum cola!” Youngmin meninggalkan dongsaengnya beitu saja
“Hyung.. cangkaman..” Kwangmin ikut berlari mengikuti hyungnya.
***
Youngmin dan Kwangmin menunggu Raeun di rumah pohon, Kwangmin sudah menghabiskan 2 botol cola.
Youngmin mengambil handphonenya dan mencari kontak nama : Raeun
To : Raeun
Raeun-ah.. palli..

Tak lama kemudian hujan pun datang. Deras? Lumayan deras, sangat deras malah.
“Hyung, hujan. Bagaimana ini? Dia pasti tak akan datang.” Kwangmin melempar cola terakhir yang ia minum
“Bagaimana kalau kita buka yang kita saja?” Kwangmin siap membuka kertas yanga da di dalam kotak itu.
“Ah, andwae!” Youngmin menjitak tangan kwangmin
“Ya,, appo”
“Kita harus membukanya sama-sama babo!” Youngmin menaruh kembali kotak yang di ambil kwangmin ke tempatnya semula.
“Yasudah, kita tunggu saja hujannya reda. Atau kita pulang saja. Kaja. Appa pasti sudah pulang” Youngmin menuruni tangga dan langsung berlari kea rah rumahnya, disusul oleh kwangmin.
To be continued…

Tidak ada komentar:

Posting Komentar