Cast :
- Bang ChulYong
- Lee Joon
- Im Nana
- Park Lizzy
Author : Choi Ra eun—Ginger Choi
Genre : Romance, sad, campus life
Length : one shoot
Rating : PG-17
A/N : Aku buat ff ini yang pair nya Mir-Nana. Aku suka banget sama couple ini, selain cantik-ganteng,mereka juga seumuran, mir juga pernah bilang kalo dia suka sama nana. Nah kan ada sinyal tuh. Yaudah just enjoy this ff. okay
Im Nana
Satu tahun setelah kejadian yang buruk menimpaku, aku mencoba untuk melupakan itu semua. Aku tahu ini sulit. Tapi aku harus bagaimana lagi? Aku tak ingin tergantung pada masa lalu. Sekarang aku mulai menata hidup dan hatiku.
“Penerbangan menuju Kanada akan segera berangkat” sebuah speaker membuyarkan lamunanku. Aku langsung berdiri dan berjalan menuju pesawat. Aku akan pergi ke kanada untuk waktu yang panjang. Selamat tinggal Seoul, selamat tinggal Mir.
Author
Dua tahun berlalu begitu cepat, sekarang nana kembali ke seoul dengan penampilang yang sangat berbeda. Dia makin cantik dan dewasa. Sekarang nana genap 24 tahun. Dia berkuliah Inha University. Dia temasuk murid baru disana karena baru pindah dari kanada. Dia sangat pintar dan rajin.
“Selamat datang. Silahkan duduk” ucap seorang yeoja sopan pada seorang namja tampan dan tersenyum pdanya. “Kau mulai belajar hari ini Chulyong-ssi” ucap seornag ahjussi tua yang berkacamata tebal. “Ne, kamsahamnida sosaengnim” ucap namja tampan itu dan lalu berpamitan menuju kelasnya.
“Ahh ini kelasnya” ucap chulyong sambil menunjuk kelas yang ia cari. Ia duduk di bangku pojok kanan dan menyiapkan buku-buku dan laptopnya.
Tak lama kemudian, seorang ahjussi tua masuk dan mngajar pada kelasnya.
Bang Chulyong
Ahh enak sekali rasanya bisa istirahat. Aku langsung berdiri dan menuju perpustakaan. Aku memilih satu buku ensiklopedi yang lumayan tebal karena aku mendapat tugas dari Shin sosaengnim.
“Boleh aku duduk disini???” Tanya seseorang. Aku menoleh dan mendapati seorang yeoja—lumayan manis—sedang tersenyum padaku. Aku tersenyum lalu menggeser tubuhku. Karena kursi di perpustakaan hanya satu dan panjang.
“Eungg.. aku baru melihatmu disini, apa kau mahasiswa baru??” Tanya yeoja itu, aku menoleh dan mengangguk. “Oh senang bertemu denganmu, namaku Park Sooyoung, kau bisa memanggilku lizzy”ucapnya sambil mnyerahkan tangannya padaku. Aku menjabat tangannya. “Namaku Bang Chulyong. Kau cukup memanggilku chulyong. Senang bertemu denganmu juga” ucapku. Dia tersenyum dan kami berbagi ilmu bersama.
Park Lizzy
“Dari mana saja??” tanyaku. Aku berdiri saat chulyong menghampiriku dengan nafasnya yang tersenggal-senggal. “Aku baru saja dari perrpustakaan. Aku lupa mengembalikan buku yang kemarin aku pinjam” jawabnya. Aku terkekeh, dia selalu saja lupa akan hal itu. “Kajja” ucapku. Aku berjalan mendahuluinya. Tapi aku merasakan bahwa dia menyamakan langkah kakiku.
“Mau kemana?” tanyanya. Aku pura-pura berfikir. “Oh ya, pantai. Ayo kita ke pantai. Kudengar disana sedang tidak banyak pengunjungnya” ucapku. Kulihat dia mnegangguk. Kami melanjutkan perjalanna ke pantai dengan menggunakan mobilnya.
Author
Selama perjalanna, lizzy terus sja bergumam tentang komik yang ia baca. Mereka tampak menikmaati keadaan gaduh seperti itu. “Kau lucu sekali, mana mungkin gambar seperti itu kau bilang tampan?? Ada-ada saja” ejek chulyong. “Ya! Kau ini, buta atau apa? Lihat! Bahkan dia jauh dari kata manusia, banyak yang bilang bahwa dia seperti malaikat” ucap lizzy senang.
“Itu hanya animasi kartun” ucap chulyong. Lizzy tertawa renyah. “Kau benar” ucapnya.
Im Nana
Aku berjalan gontai tanpa arah. Aku terus saja melangkah tanpa tahu mau kemana. Sekarang aku sedang merindukan seorang yang dulu pernah mengisi hariku. Aku tak bisa melupakannya sedikitpun.
Bahkan namanyapun terus melayang-layang dalam pikiranku. Kurasa dia memang tak pantas untuk dilupakan.
Tuhan, jika Mir tak bisa aku lupakan, maka kirimkanlah penggantinya untukku agar aku bisa berpindah hati dan dengan mudah melupakannya yang sudah bahagia di sisimu.
PLUUK. Aku melemparkan batu pada sebuah gendangan air kecil di dekat pohon kelapa. Ahh sepi sekali hidupku tanpa sosok mir.
Untuk menghilangkan pikiran tentang mir, aku langsung menuju pantai dan aku mulai berenang disana.
Bang Chulyong
Kami sampai dipantai. Hmm udara nya sejuk sekali, tak begitu panas dan tak begitu gersang. Aku berjalan pelan menuju sebuah ayunan dekat pohon. Lizzy mengikutiku juga rupanya.
“Kau mau berenang?” tanyaku. Dia menoleh. “Aku lupa membawa baju ganti.” Ucapnya menyesal. “Aku ada baju di mobil, kalau kau mau pakai saja” ucapku. “Jinjja??” tanyanya. Aku mengangguk sambil tersenyum. Lalu dia berdiri dan pergi meninggalkanku.
“Mau kemana?” tanyaku. Dia berbalik lalu tersenyum. “Aku akan ganti baju dulu!! Tunggu disitu!” teriaknya. Aku mengangguk.
Karena bosan, aku melangkahkan kakiku menuju pantai. Terlihat samar-samar seseorang melambai-lambaikan tangannya di lautan lepas. Tak terlalu dalam kurasa. Mungkin dia keram. Dengan cepat aku menyimpan handphone dan membuka bajuku. Aku bernang menuju orang itu. Terlihat dia adalah seorang yeoja.
Setelah aku berhasil menangkapnya, aku membawanya kepinggir pantai. Dia cantik.
“Agassi..” ucapku sambil menepuk-nepuk pipinya. Karena khawatir aku lalu membuka mulutnya dan memberikan nafas buatan untuknya. God.. ini first kiss ku..
“Uhhuk..uhhukk..” yeoja itu terbatuk dan matanya mulai bergerak.
“Agassi!” ucapku sambil menepuk-nepuk pipinya. Terlihat matanya terbuka dan melihatku lemas. Dia cantik sekali.
“Mireu..” kurasa dia bergumam. Aku tak bgitu jelas apa yang aku dengar, namun aku hanya mendengar kata Mireu saja. Aku tak tahu apa artinya.
Im Nana
Aku mengerjap ngerjapkan mataku dan aku melihat sekelilingku. Ini di kamar namja? Kenapa ada banyak sekali barang2 namja?
“Sudah bangun??” Tanya seorang namja. Aku menoleh dan mendapatkannya sedang duduk di sebelahku sambil menyerahkan bubur labu padaku.
“Makanlah” ucapnya. aku menerimanya dan aku memakannya. Walaupun hanya sedikit.
“Terima kasih atas tumpanganya. Aku sangan berhutang budi padamu.” Ucaku sambil membungkuk sopan pada Lee joon. Orang yang menolongku waktu aku keram di pantai.
“Ne, aku akan menunggumu besok di kampus.” Ucapnya. aku mengangguk.
Lee joon adalah namja yang menolongku saat aku kram di pantai kemarin, dia bilang dia menemukanku tertidur lemah di pinggir pantai. Tapi saat itu aku merasa bahwa mir yang menolongku. Aku melihat nya. Melihat wajahnya.
Tuhan apa mungkin karena aku terlalu mencintai mir, aku jadi tak bisa membedakan wajah mir dan wajah orang lain??
“Hooaammm..” aku terbangun dari tidur nyenyakku. Kulihat masih jam 7 pagi, aku langsung terbangun dan mandi.
Aku melihat di cermin, kurasa penampilanku ok. Dengan jeans biru muda dan baju tanpa lengan warna putih. Aku sekarang siap berangkat ke kampus baruku..
Author
Nana melangkahkan kakinya menuju mobil dan menstatertnya. Setelah itu, dia memulai perjalanan baru ke kampus barunya.
Setelah sampai, dia dan joon janjian untuk bertemu di cafeteria kampus.
DDRRTTT..DDRRTT
Handphonenya berbunyi, segera dia mengambilnya dan membaca sms dari joon. BRUUUKK
Dia terjatuh dan baju dan perutnya terkena susu hangat seseorang. “Agghhh” teriak nana. “Choisonghamnida Agassi, neomu choisonghamnida…” ucap seseorang sambil membantu membersihkan kotoran pada baju nana.
“Ne…” ucap nana tergantung saat melihat namja itu. Namja itupun menoleh kerasah nana yang sedang menatapnya tak percaya.
“Miireu..”
To Be continued
RCL please. author ga bakal bosen bosennya buat minta RCL ke reader. hargain ya :)
RCL please. author ga bakal bosen bosennya buat minta RCL ke reader. hargain ya :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar