Kamis, 01 Maret 2012

[Chapter 4] My Girlfriend is a Ghost

Author          : Choi Raeun—Ginger Choi
Rating           : PG-13
Cast                :
·        Lee Ji Eun
·        No Min Woo
Other                        :
·        Lee Jeongmin
·        Oh hayoung
·        boyfriend member
Genre            : sad, romance, school life, friendship, family

Pyong!!
HAPPY READING…




“Andai aku manusia seperti hayoung, apa minwoo akan menyukaiku??” gumamnya. Entah apa yang ia pikirkan sehingga dia bergumam seperi itu. Jieun berjalan menyusuri setiap sudut sungai han, dan dilihatnya seorang namja sedang memasangkan cincin pada seorang yeoja.
“Andai saja minwoo memperlakukanku seperti itu, aku yakin aku adalah hantu paling beruntung di dunia ini.” Ucap jieun. Dilihatnya lagi dengan jelas, ternyata namja itu adalah minwoo dan hayoung.
Dengan cepat jieun membalikkan badannya. Dia menangis. Dia tak bias lagi menahan tangisannya.
“Kenapa harus aku yang menjadi saksinya?? Sudah cukup aku mendengar dari jeongmin, itu lebih dari cukup. Ini membuat lubang hatiku makin melebar. Sialan..” umpat jieun, dengan berlari cepat jieun menuju rumah jeongmin.
“Kau kenapa?” Tanya jeongmin yang mendapati jieun di pelukannya karena dia habis berlari cepat. Jeongmin melihat jieun terisak di pelukannya.
‘Aku tahu apa yang kau rasakan saat ini jieun-ah..’ bain jeongmin sambil membelai lembut rambut jieun.
Setelah sekian lama jieun menangis di pelukan jeongmin. Sekarang, jieun mulai merasakan kantuk karena dari kemarin dia tak tidur karena mencari tahu tentang hayoung.
Jeongmin menggendong jieun dan meletakkannya di ranjang miliknya.
“jaljayo.. nae yeoja..” ucap jeongmin sambil mengusap lembut kepala jieun.
===
“Apa kau mlihat jieun? Semalam dia tak pulang.” Ucap minwoo khawatir. Dilihatnya ke kamar jeongmin dan mendapatti jieun sedang tertidur pulas saking capeknya. Minwoo tersenyum lebar dan mendekati jieun.
Namun..
GREPPP. Tangan jeongmin menahan minwoo tanpa memandangnya. Minwoo kaget dan melepaskan tahanannya (?)
“Jieun sudah bilang dia akan bersamaku. Tetap” ucap jeongmin sambil menekankannya di akhir kalimat. Minwoo membelalakan matanya. Dan tertawa miris.
“Tidak, dia tak bias bersamamu. Dia harus bersamaku.” Ucap minwoo tak kalau menekankan kalimatnya.
“Hanya untuk 100 hari, tapi tidak untuk selamanya!” ucap jeongmin.
Tiba-tiba jieun bangun karena mendengarkan suara keributan di luar tidurnya. Dia mengerjap-ngerjapkan matanya dan dilihatnya dengan pandangan sedikit blur, jeongmin dan minwoo bertengkar.
“Ya! Apa yang kalian lakukan??” Tanya jieun sambil mendekati mereka dan memisahkan mereka.
“Dia bilang kau akan tinggal bersamanya untuk selamanya. Bukannya kau bilang tinggal bersamaku?” Tanya minwoo
“Aku sudah memutuskan untuk tinggal bersama jeongmin. Mianhae minwoo-ssi. Aku tak bias tinggal bersama mu lagi. Kita hanya punya waktu sekitar 50 hari lagi.” Ucap jieun sambil tak menunduk.
“Mwo? Andwae! Kau harus pulang bersamaku” ucap minwoo sambil menarik tangan jieun. Dengan kasar, jieun menepisnya. Minwoo membelalakkan matanya.
“Kau sudah punya hayoung. Jadi lepaskan aku!!” ucap jieun tiba-tiba. Degan cepat jieun membalikkan badannya. Dan denga cepat pula minwoo membalikkan badan jieun dan mencium bibir jieun di hadapan jeongmin.
Jeongmin membelalakan matanya tak percaya, seorang yeoja yang sangat dicintainya di cium manis oleh sahabatnya sendiri.
5 detik kemudian.. minwoo melepaskan ciumannya dan menatap jieun nanar. Dengan cepat jieun membalikkan badanya.
“Cepatlah pergi.” Usir jieun, minwoo kaget bukan main mendengar ucapan jieun barusan, dengan cepat jieun meninggalkan minwoo dan jeongmin yang masih terpaku.
===
**Jieun POV
Kenapa aku menangis? Kenapa aku sedih? Aku tak ingin ini terjadi, kenapa aku bias bertemu dengan minwoo? Kenapa bukan orang lain saja? Keanapa harus minwoo? Dan kenapa pula aku harus mempunyai rasa yang aneh ini? Rasa sakit bila melihat ia bersama yeoja lain—mungkin lebih tepatnya manusia.
Dengan cepat, aku berlari menuju sungai han. Disinilah aku membenamkan semuanya. Aku ingin berteriak, tapi sialnya, saat ini wujudku terlihat oleh orang lain, jika aku teriak disini, aku disangka orang gila.
“Jieun-ah..” ucap seseorang yang taka sing lagi untukku. Dia jeongmin. Aku menoleh ke belakang dan dia mendekatiku. “Gwaencanha?” tanyanya. Aku mengangguk lemas. Dia mendekatiku lalu duduk di sampingku.
Aku menundukkan kepalaku. Saat ini aku ingin sekali menangis mengingat kejadian hayoung dan minwoo. Isak tangisku mulai terdengar nyaring. Kurasakan dia mengusap punggungku lembut.
“Menangislah jika itu membuatmu tenang..” ucapnya sambil memelukku erat. Sekarang aku mulai menangis sangat kencang dan kulihat, beberapa orang melihatku kebingungan.
**Jeongmin POV
aku tahu jieun menangis gara-gara minwoo. Kenapa yeoja sehebat jieun sangat lemah? Selalu saja menangis bila ada masalah.
“Mari pulang, sudah mulai gerimis” ucapku setelah sekian lama dia menangis di pelukanku. Kulihat matanya membengkak dan hidungnya memerah. “Kau kedinginan?” tanyaku saat melihatnya menggesek-gesekkan telapak tangannya. Dia mengangguk kecil.
“A-apa yang kau lakukan?” tanyanya saat aku memeluknya dari samping dan mengajaknya pergi menuju rumahku.
“Gumawoyo..” ucapnya saat kami sudah sampai di rumah. Aku tersenyum dan mengacak sedikit ujung kepalanya.

**Jieun POV
Tak terasa waktu berlalu begitu cepat. Hanya tinggal 1 hari lagi aku menemani minwoo.  Dan ini adalah malam terakhirku. Dan selama 49 hari ini aku tinggal bersama jeongmin. Karena aku tak tahan selalu melihat hayoung memeluk minwoo jika aku berada di rumahnya. Sangat menyakitkan bukan? Ya. Memang.
Drrtt drrt. Tiba-tiba aku merasakan handphoneku—pemberian dari minwoo—bergetar. Langsung saja aku membukanya dan itu adalah pesan dari minwoo.
[Aku tahu waktumu tak lama lagi berada di sampingku. Tapi aku mohon hajima. Hentikanlah penghindaranmu itu. Aku ingin besok kau menemuiku di namsan tower. Aku ingin memberikan perpisahan yang tak bias kau lupakan.]
Aku tertegun membaca pesan singkatnya. Memang benar, aku harus menghentikan semua ini. Aku tak ingin menyakiti banyak orang dengan keegoisanku ini. Lalu aku membalas pesannya.
[Aku akan datang jam 4 sore]
Tiba-tiba kurasakan dingin pada tengkukku. “Awwhh” jeritku, aku menoleh dan mendapatkan jeongmin sedang terkekeh. Dasar namja ini, dia selalu bias membuatku tersenyum karena loluconnya. “Ini minumlah, bukannya kau bilang mala mini akan gadang?” ucapnya sambil menyerahkanku sekaleng kopi. “Gumawo.” Ucapku. Aku sudah bilang padanya bahwa mala mini aku akan gadang untuk menemaninya karena ini akan menjadi malam terakhir bagi kita.
“Hmm langit malam ini indah sekali, banyak bintangnya..” kagumku sambil menyeruput kopi yang diberikan jeongmin.
“Selama aku bersama minwoo aku belum pernah melihat langit malam yang sangat indah,m seperi sekarang ini” lanjutku. Tak erasa sebuh senyuman menghias di bibirku. “Jieun-ah..” ucap youngmin. “Hmm?” tanyaku sambil meneguk kopi itu lagi.
“Sebelumnya.. aku ingin kau mendengarnya dengan baik. Sebelum kau pergi meninggalkanku, maksudku.. minwoo. Aku ingin mengatakan suatu hal yang sangat ganjal dan rahasia. Dan rahasia ini hanya aku yang tahu. Sebenarnya, sejak aku melihatmu, aku sudah sangat tertarik padamu. Au tahu ini salah. Aku memang takkan bisa bersamamu lagi, namun setidaknya aku merasa lega karena aku telah menjadi namja yang pemberani dan tidak menjadi pengecut.” Ucapnya panjang lebar. Aku tersentak mendengarnya. Lalu aku menoleh kearahnya yang sedang menatapku penuh kesedihan. Tiba-tiba aku merasakan sudut bibirnya menyentuh bibirku.
Chu~
Tak lama kemudian, dia melepaskan ciuman itu dan menggenggam tanganku. “Saranghae..” ucapnya. aku terkejut.
BUUUKK
Sebuah tinjuan mendarat di pipi jeongmin. Aku tersentak dan melihat siapa yang menijunya. “Minwoo??” gumamku.
“Neo?? Dasar berengsek! Sahabat macam apa kau??” Tanya minwoo penuh emosi, jeongmin yang tersungkur langsung bangun dan menantang minwoo untuk berkelahi.
Tiba-tiba aku merasakan minwoo mencengkram tanganku erat dan menarikku dengan cepat meninggalkan jeongmin  yang kesal.
**Minwoo POV
Aku menarik jieun pergi dari jeongmin. Sungguh keterlaluan dia, dia merebut yeoja yang aku sukai—bahkan lebih dari sekedar suka, maksudku cinta.
Kami berhenti tepat di taman kota, kulihat dari tadi dia hanya menunduk.
“Jieun-ah..” ucapku sambil meraih dagunya dan membuatnya mentapku sayu. “Apa kau menyukai jeongmin?” tanyaku. Kulihat dia bingung untuk menjawab. Apa benar dia menyukai jeongmin? “Ani” ucapnya parau.
“Naneun.. saranghaeyo.. jeongmal saranghaeyo..” ucapku. Kuliha dia membelalak kage lalu melepaskan cengkraman tanganku dan berbalik memunggungiku.
“Itu ak semudah yang kau bayangkan, kau menyukaiku dan aku menyukaimu, tapi kau punya hayoung. Dan ini malam terakhirku di muka bumi ini. Mianhae minwoo-ssi, aku tak bisa, aku harus segera pergi meninggalkanmu” ucapnya. aku kaget dan langsung ku balikkan badannya. “Aku dan hayoung tak ada hubungan apa2” ucapku.
“meskipun begitu,  aku akan tetap meninggalkanmu.” Ucapnya sambil terisak. Aku bigung harus bagaimana. Tiba-tiba aku mengingat sesuatu.
“Baiklah kalau begitu, tapi sesuai janjimu, sebelum kau meninggalkanku kau harus tepati janjimu” ucapku, dia sedikit mengerutkan keningnya bingung. “Janji?” tanyanya.
“Kau dulu berjanji akan mengabulkan satu permintaan terakhirku kan?” tanyaku. Dia mengangguk kecil. Mungkin baru memahami yang aku ucapkan.
“Apa keinginanmu?” tanyanya lemah. Aku menarik nafas dalam-dalam.
“Aku ingin kau menjadi manusia dan hidup bersamaku. Selamanya” ucapku sambil menekankan ahir kalimatku. Kulihat dia membelalakkan matanya.
“Tapi itu tak mungkin!!” bentaknya, aku mendekatinya. “Wae? Kau bilang kau akan mengabulkan permintaanku ini!!” bentaku
“Tapi.. tapi kau tak akan mengerti” ucapnya tergagap.
“Apa? Kenapa??” tanyaku
**Jieun POV
“Jika aku menjadi manusia, apa kau akan menerimaku?” tanyaku. dia mengangguk cepat. “Setelah aku jadi manusia, aku tak akan ingat apapun yang aku lakukan dulu” ucpku, memang itu bukan kenyataan. Aku hanya tak ingin saat aku menjadi manusia seperti dia, aku takut dan tak siap untuk patah hati. Karena aku masih merasakan  bahwa hatinya mudah tergoda oleh yeoja lain.
“Mwo??” ucapnya tak percaya
“Aku akan mengabulkan permintaanmu” ucapku. Lalu aku memejamkan mata dan merasakan nyawaku terbawa angin dan entah kemana.
**Author POV
Jieun mencoba mengerjap-ngerjapkan matanya dan menerawang langit-langit sebuah kamar berwarna putih. “Dimana aku?” tanyanya pada dirinya sediri. “Kau mngingatku??” Tanya seorang namjaimut di sampingnya. “Neo.. mi..mnwoo?” Tanya jieun senang. Minwoo tersenyum sennag dan lalu memeluk jieun erat.
“Aku bbisa mengingat semuanya..” ucap jieun senang sambil menitikkan air matanya. “Saranghae..” ucap jieun. “Nado..” jawab minwoo
“Sekarang kau bukan hantu lagi kan??” goda minwoo setelah melepas pelukannya. “Ya! No minwoo! Aissshh” ucap jieun kesal sambil memukul lengan minwoo, tapi minwoo menghidar dan berlari. Jieun mengejarnya dan mencoba memukulnya.
“Ya!! Nominwoo!!” teriak jieun.
Sungguh indah bukan kisah hantu yang satu ini?? Ia, tuhan mengijinkannya mengingat dan bersama minwoo. Sungguh mukjizat untuk hatu sedunia.
**Minwoo POV
Senang sekali mempunyai pacar yang sangat cantik dan ceria seperti jieun.
“My girlfriend is a ghost” ucapku saat aku meletakkan kepalaku di bahunya. “Itu dulu babo!” ucapnya sambil mencubit hidungku. “Mianhae..” ucpanya. “Saranghae..” ucapku. “Nado” balasnya. Aku mengecup singkat bibir mungilnya. Walaupun singkat, tapi tetap manis.
FIN

1 komentar:

  1. waaah.. Keren cingu FF-nya . Kasian jeongmin . Ternyata mereka dulu pasangan yah.. Tapi kayanya ada yg kurang nih cingu, kok nggak ada cerita knp IU bs mati. Hehehe
    Oh iya kpn'' bikin sequel lagi ya IU-kwangmin. Hehehe ^^
    Good job cingu ! Hwaiting .

    BalasHapus