Cast :
· Mir (MBLAQ)
· Nana (After School)
Author : Choi Ra eun—Ginger Choi
Genre : Romance, sad, campus life
Length : one shoot
Rating : PG-17
Aku buat ff ini yang pair nya Mir-Nana. Aku suka banget sama couple ini, selain cantik-ganteng,mereka juga seumuran, mir juga pernah bilang kalo dia suka sama nana. Nah kan ada sinyal tuh. Yaudah just enjoy this ff. okay
Author
Nana berlari kecil sambil mengejar ombak yang tak terlalu besar di pesisir pantai. Angin sepoy-sepoy, ditambah udara yang sejuk dan pemandangan sun set yang sangat indah dan romantic. Tapi sekali-sekali dia mnengus kesal karena Mir, kekasihnya lagi-lagi tak menemaninya berlibur di pantai. Nana lalu mengambil sebatang potongan kayu. Dia menggambar sebuah nama yaitu Nana and Mireu di pasir pantai tersebut. Hari semakin senja dan mir pun belum datang. Tiba-tiba ombak menyapu nama tersebut.
“Mireu-ah.. apa cintamu padaku akan terhapus seperti ini?” tanyanya sedih. Entah dia bicara dengan siapa, yang jelas dia selalu merasa bahwa mir telah hilang dan selalu tak ada untuknya.
Tiba-tiba sebuah tangan menutup kedua mata nana. Dengan penasaran, nana menyentuh tangan tersebut dan merabanya pelan.
“Nuguya?” Tanyanya. Tangan itu mulai melonggar dan sekarang memeluk pinggang nana erat. Nana menoleh dan mendapai namchin nya sedang menatapnya sambil tersenyum. nana tersenyum lebar.
“Kenapa kau baru datang? Apa kau melupakan janji kita? Ini sudah yang ke tiga kalinya kau tahu?” ucap nana kesal sambil melepaskan pelukan mir yang ada di pinggangnya.
“mianhae, aku lupa..” ucap mir penuh dusta. Padahal dia merencanakan semua ini untuk member kejutan pada nana.
“Kau lupa hari jadi kita yang ke 5?” Tanya nana sedih. Mir menggeleng dan dengan cepat menggnggam tangan nana.
“Ini untukmu, sebagai tanda maaf dan juga hadiah ke 5 tahunnya hubungan kita.” Ucap mir sambil tersenyum. mir memasangkan cincin tersebut dan memeluk erat nana.
“Saranghae im jin ah..” ucap mir.
“Nado Tuan Bang Chul Yong..” jawab nana. Mir melepaskan pelukannya dan menatap nana lekat. Begitupun sebaliknya. Merka saling memandang satu sama lain. Dan sekarang wajah mereka semakin dekat.. semakin dekat.. dan..
Chu~
**Sweet moment with you**
Nana menguap lebar sambil meregangkan otot ototnya. Dengan cepat nana keluar kamar dan menuju kamar mir.
“Mireu-ya odiya??” Tanya nana saat melihat mir tak ada di kamar. Nana mulai khawatir karena mir selalu pergi meninggalkannya begitu sja. Dengan cepat dia mencari kesemua tempat di kamar itu dan begitupun di daerah penginapan lainnya.
“Mireu-ya..” ucap nana saat nana melihat mir sedang duduk di kursi balkon penginapan. Mir menoleh dan tersenyum lebar.
“Aku kira kau menhilang lagi. Kajimayo..” uucap nana sambil berjalan perlahan menuju mir.
“aku tak akan meninggalkanmu. aku janji” ucap mir sambil menggenggam tangan nana. Merekapun bersama-sama melihat terbitnya matahari sambil tertidur berdua di kursi balkon.
“Aku sungguh tak ingin kehilangan masa-masa seperti ini.” Ucap mir lembut sambil mengusap kepala nana.
“Nado.” Ucap nana senang dan langusng memeluk mir.
“Andai saja aku bisa menghentikan waktu, aku tak ingin kita berpisah karena waktu..” ucap mir
“Kita tak akan berpisah mireu-ya..” ucap nana yakin
“Kuharap..” jawab mir
**Sweet moment with you**
“Besok kita kembali ke seoul?” Tanya nana. Mir mengangguk.
“Aku merindukan lizzy..” ucap nana.
“Aku juga merindukan Joon hyung.” Lanjut mir.
“Mireu-ya. Kau yakin disini tak ada paparazzi?” Tanya nana sambil meminum sojunya.
“Obseoyo..” jawab mir pasti
“Sebentar lagi Mblaq come back. Ahh pasti kau akan sangan sibuk. Yakan?” Tanya nana sambil mengembungkan pipinya sedih.
“Aku tak akan melupakanmu. Ingat itu.” jawab mir sambil mengacak rambut nana gemas.
“Kau ini. Ahh senang sekali bisa berlibur bersama namja chinguku..” jelas nana sambil tersenyum lebar.
“Senang sekali bisa berlibur dengan yeoja chinguku..” tutur mir. Nana tersenyum mendengar itu. mereka pun bersulang.
TING. Suara gelas berada. Nana menatap mir lekat. Di kecupnya bibir mir oleh nana. Lumayan lama. Mir juga membalas kecupan tersebut.
Setelah melakukan aktifitas kecil yang manis itu, nana menyimpan kepalanya di pundak mir.
“Saranghae..” ucap mir untuk kesekian kalinya.
“Nado..” ucap nana.
**Sweet moment with you**
“kau dimana?” lirih nana lewat telfon.
“Aku sedang ganti baju. Wae?? Kau merindukanku?” goda mir diseberang sana. Nana terkekeh pelan.
“kau ini. Ne.. aku merinddukanmu, cepat kesini.” Ucap nana sambil tersenyum senang.
“Ne. tunggu sebentar chagiya. chu~” ucap mir sambil membri kecupan—walaupun tak langsung—kepada nana.
“Chu~” nana membalas kecupan—tak langsung—itu.
Dengan sabar, nana menunggu mir di balkon kamarnya. Nana sudah menyiapkan sand wish untuk sarapan mereka berdua.
“Selesai..” ucap nana senang. Buru-buru nana duduk yang rapi di meja sanati itu. Dilihatnya kembali jam tangan yang terlihat manis di pergelangan tangannya sudah menunjukkan jam 8 pagi. Tapi mir belum juga datang.
Tiba-tiba seseorang menutup mata nana dari belakang. Nana tahu siapa orang itu lewat parfume yang orang itu kenakan.
“Mireu-ya.. jangan menutup mataku, aku tak bias melihat wajah tampan mu..” ucap nana sambil mencoba melepaskan tangan mir.
“Ahh ternyata kau tahu.” Ucap mir sedih. Nana terkekeh
“Aku tahu. Sangat tahu. Kau lupa? Aku inikan yeoja chingumu?” goda nana. Mir tersenyum lebAR.
“Mianhae. Wahh ada sand wish.. hhmmm” ucap mir saat melihat beberapa potong sand wish di meja tersebut.
“Ini untuk mu AAAAA” ucap nana sambil menyuapi mir. Mir memakannya dan mengangguk menandakan makanan itu lezat.
Mir
Aku tersenyum senang saat menyadari yeochin ku tertidur di pahaku. Aku membelai lembut rambutnya. Dan mengecup singkat bibir pink mungilnya. Ahh aku sangat mencintainya lebih dari apapun.
“Jangan menciumku di tempat umum” gerutunya sambil terduduk dan wajahnya sedikit mengerut. Aku tersenyum tipis.
“Mianhae.. aku hanya sangat mencintaimu.” Ucapku.
“Hanya?” tanyanya sedikit kecewa.
“Tidak hanya” jawabku. Lalu dia tersenyum sennag dan langsung memelukku erat.
“Saranghae..” ucapnya seperti berbisik.
“Nado” ucapku.
“Chagiya..” ucapku.
“hmm?” jawabnya seperti gumaman
“Apakah kau mau melanjutkanhubungan kita ke tahap lebih lanjut?” tanyaku. Dia terlihat bingung dan dahinya sedikit berkerut.
“Maksudku..” ucapku memulai, aku mengambil tangannya dan menggenggamnya lembut, dia terlihat terkejut dan sennag atas perlakuanku.
“Maukah kau menikah denganku?” lamarku sambil tersenyum lebar. Kulihat dia membelalakkan matanya.
Nana
“Apakah kau mau melanjutkanhubungan kita ke tahap lebih lanjut?” Tanya mir. Jujur, aku tak mengerti apa yang ia kaakan.
“Maksudku..” dia memulai, dia mengambil tanganku dan menggenggamnya lembut, aku terkejut dan jujur, senang atas perlakuan mir.
“Maukah kau menikah denganku?” ucap mir yang membuatku membelalakkan mata. Inilah kata-kata yang kutunggu dari dulu. Aku mengangguk sambil berkaca-kaca. Dia lalu memelukku dan akupun membalasnya.
“kita menikah minggu depan” ucapnya setelah melepas peukan kami. Aku membelalak kaget. Minggu depan? Tidakkah terlalu cepat?
“Apa tidak terlalu cepat?” tanyaku. Dia menggeleng, dan akupun tersenyum.
**Sweet moment with you**
Author
Nana dan mir sedang berjalan menuju taman untuk empat photo pra wedding. Mir sengaja tidak menyewa photografi untuk memotret mereka karena mir ingin memotret mereka dengan kamera pribadi.
Mereka telah melakukan sesi potret memotret dari Gangnam tower, sungai han, dan tempat-tempat wisata lainnya di daerah seoul.
“Mireu-ya.. palli sini!!” ucap nana dari seberang jalan. Mir hanya tersenyum dan hendak menyebrang.
BRRRUUUGGG
Nana tersandung dan kalung pemberian mir putus. Dengan cepat nan memungutnya dan membalikkan badannya. Alangkah kaget nya nan melihat mir di tengah jalan dengan darah yang bercucuran dari dahi. Dengan panic, nana mendekati mir.
“Mireu-ya… mir!!!!!!” teriak nana sambil menggoyang goyangkan tubuh mir.
Nana
Aku sungguh menyesal dengan kejadian itu, aku menyesal karena mneinggalkan mir untuk menyebrang sendirian. Mungkin jika aku tak meninggalkan mir, sekarang mir dan aku akan memakai gaun pengantin dan mengucap janji suci di altar gereja.
“Sudahlah nana-ya, jangan menangis.. ikhlaskan mir..” ucap raina unnie menenangkanku. Aku menghapus air mataku untuk kesekian kalinya. Kami pulang dari pemakaman mir.
Aku duduk sambil memeluk lutuku ddi kursi santai yang biasa kami duduki setiap menjelang senja. Kini air mata bercucuran dari ujung mataku. Aku tak bias mnahan butiran-butian yang percuma jika aku teteskan tak akan bias merubah keadaan. Lalu dengan tak sengaja, aku melihat mir sedang berada di depanku dan mengusap pelan pipiku yang basah.
“Mireu-ya..” ucapku. Kuliah dia tersenyum. Aku langsung memeluknya dan dia membalas pelukanku.
“Kau tak meninggalkanku kan?” tanyaku sambil memegang wajahnya. Dia hanya tersenyum. Tiba-tiba dia menciumku lembut. Cukup lama. Aku sungguh menantikan ciuman ini. Aku harap, ini bukan yang terakhir kalinya.
Namun tiba-tiba dia melepaskan ciumannya dan pergi meninggalkanku. Aku mulai terisak dan berlutut.
“Mireu-ya..” gumamku..
Sekarang semua yang kita lalui dulu itu hanyalah sebuah kenangan. Aku tak akan pernah lupa akan kenangan itu. That is sweet moment with my namja chingu. With you Mir.. saranghae..
FIN

Tidak ada komentar:
Posting Komentar