Cast :
- Choi Hanmi as Readers
- Lee Hyeri as Readers
- Choi Siwon
- Lee Minho
- Choi Raeun
- Lee Ryemi
- Kim Kyuhee
- Park Chaerin
- And other
Author : Choi Ra eun—Ginger Choi
Genre : Romance, friendship, school
life
Length :
chaptered
Rating : PG
Genre :
romance, sad
A/N : Anyeong readers.. ini ff requestan dari nae
dongsaeng, Choi hanmi sama nae chingu, Lee hyeri. Mereka pingin banget couple
nya sama siwon ama minho, jadi bingung harus siapa yang sama siwon and siapa
yang sama minho. Semoga suka aja deh.. satu lagi, author tuh pengen banget di
hargain. Siapa sih yang gak mau?? Hargain dikit karya author lah. Dikit2 nya
komen.
Choi Hanmi POV
Aku menguap selebar-lebarnya. Ngantuk
sekali.. dengan malas, aku bangun dan meregangkan otot-ototku. Aku berjalan
menuju kamar mandi dan mandi. Sekarang dalah tahun ajaran baru, senang sekali
karena sudah semester akhir. Sebentar lagi akan ujian pula.
“Amma.. ama berangkat” ucapku setelah
turun dan mengambil roti dari meja makan. “Hati-hati” jawabnya. Aku mencium
tangannya lalu pergi menuju sekolah.
Karena jarak sekolah dengan rumahku tak terlalu jauh, mungkin hanya 10
menit-an. Aku hanya berjalan.
“Hanmiya!!” teriak seseorang, aku
menoleh dan mendapatkan saudaraku, Choi raeun sedang melambaikan tangannya. Aku
tersenyum sambil menjawab lambaian nya. “Ayo berangkat bersama” ucapnya lalu
mendekatiku.
“Kau tahu?? Sebentar lagi.. kita akan
menjadi anak sma..” ucap raeun lirih. Aku menoleh ke arahnya. “Kenapa kau
begitu, bukannya kita akan pergi ke sekolah yang sama??” tanyaku. Dia
menggeleng. Apa maksudnya??
“Jangan bilang kau akan keluar negeri
lagi??” ucapku sambil berhenti melangkah. Dia pun ikut berhenti. “Molla. Aku
harap tidak” ucapnya lalu meninggalkanku. Aneh sekali dia.
Aku terus saja berpikir kenapa dengan
raeun, apa dia tidak akan pergi kesekolah yang sama denganku?? Ahh aku harus
satu sekolah dengannya. “Ya! Palli!! Sudah hamper masuk!” teriak raeun yang
sekarang sudah berada kira-kira 2 meter dariku. Aku berlari mendekatinya lalu
kami berjalan menuju gerbang.
Author POV
“Amma!!! Aku lulus!!” teriak hanmi
saat pulang dari rumahnya. Tak sia-sia hanmi belajar sampai jam 12 malam. Toh
hasilnya juga memuaskan.
Dia langsung memeluk amma dan
appanya. Tak lupa juga raeun, sepupunya. “Anak amma, selamat ya nak” ucap
nyonya choi sambil membelai lembut rambut hanmi. Hanmi tersenyum lalu mencium
pipi ammanya.
“Oh iya, amma aku ingin pergi ke
sekolah bersama raeun.” Ucapku setelah mencium pipi amma. Amma tersenyum,
seperti nya dia setuju. “Boleh, tapi kau harus belajar yang sungguh-sungguh”
ucap nyonya choi. “Ne, aku akan belajar sungguh-sungguh” ucap hanmi
menyemangati dirinya sendiri.
Hanmi pun menarik raeun menuju
kamarnya.
“Oh iya, raeun-ya bukannya kau mau
masuk ke sekolah kedokteran?” Tanya hanmi, hanmi tersenyum sambil menatap
raeun. Raeun tersenyum getir. “Hmm aku tak sepintar kau, jadi sepertinya aku
masuk sekolah negeri biasa” ucap raeun yang sontak membuat senyum hanmi luntur
dalam satu detik.
“Aniya.. kau itu pintar. Kau dulukan
pernah bilang bahwa kau ingin menjadi dokter” ucap hanmi. Raeun hanya
tersenyum. “Amma dan appa tak punya uang banyak untuk memasukanku ke sekolah
itu. Jadi, aku akan masuk ke sekolah biasa.” Ucap raeun.
“Mungkin juga aku akan masuk ke..
sekolah music..” ucap raeun hati-hati. Dia takut hanmi marah jika mendengar
nama music. Kenapa??
Flash back
“kau pintar main piano,
choi hanmi. Suaramu juga bagus. Kau juga pintar dalam mengolah nada. Kau cantik
pula” ucap Ryeowook sosaengnim. “Jongmalyo??” Tanya hanmi. Ryeowook tersenyum
sambil mengangguk.
“Kau lulus.” Ucap
kyuhyun seosaengnim. “Ahhh kamsahamnida..” ucap hanmi.
Mulai saat itu, hanmi
bersekolah (SD) di KyungJin Elementary school, bersama sepupunya, Choi Raeun.
Mereka selalu bersama
kemanapun. Hingga pada pesta ulang tahun sekolah, mereka jadi rekan duet.
“Choi hanmi, aku
menyukaimu dari dulu. Kau maukan jadi pacarku?” seorang namja berhidung mancung
dan tampan menyatakan perasaan nya pada hanmi yang ternganga mendengar
penjelasan si namja.
“Lee minho..” ucap hanmi
sambil menunduk malu. Pipinya merah seketika. “Wae?? Pipimu merah. Kau cantik
sekali.” Ucap minho sambil tersenyum melihat hanmi. “Tapi.. kita masih ke..”
belum selesai hanmi bicara, minho menempelkan telunjuknya di bibir hanmi
sehingga hanmi terdiam seketika. Dengan cepat minho mencium pipi hanmi dan
pergi begitu saja. Hanmi terdiam sambil memandang kosong keedepan.
“Hanmi palli!!” ucap
minho sambil menarik hanmi menuju suatu tempat. Sampai. Minho membawa hanmi ke
sebuah ruangan yang terdapat sebuah piano besar disana.
Dengan cepat, minho
duduk di kursi itu dan jari-jarinya mulai menekan beberapa tuts piano yang
menciptakan sebuah nada yang manis dan indah. Minho mulai menyenyikan liriknya
membuat hanmi tersenyum dan duduk di samping minho sambil meletakkan kepalanya
di bahu minho.
Setelah minho selesai
menyanyikan lagunya. Tiba-tiba ada sebuah suara bising.
“Lee Minho!! Palli!!”
teriak appa nya yang marah karena minho kabur saat mereka akan pergi ke Jerman.
Minho membelalakkan matanya saat melihat sang appa. Dengan cepat, body guard
tuan lee menarik minho sehingga membuat hanmi terjatuh.
“Kau mau kemana?? Paman
mau kemana?? Jangan bawa minho!!” teriak hanmi sambil menangis. “Dasar bocah
tengik! Dia anakku! Terserah aku mau membawanya kemanapun!! Cepat bawa!!” ucap
tuan lee. “Hanmi!!” teriak minho. “Minhoo!!” hanmi mencoba mengajar minho, namu
salah sau body guard nya mendorong hanmi hingga terjatuh. Minho dan appa nya
pun pergi meninggalkan hanmi. Hanmi hanya dia sambil emnangs keras.
“Hanmi..” lirih raeun
yang meliha sepupunya menangis. “Raeun-ya..” ucap hanmi saat melihat hanmi dan
lalu memeluknya. “Uljima..” ucap raeun. Namun hanmi terus menangis dan
mengangis.
“Aku benci music!!!!!”
teriak hanmi saat melepaskan pelukannya. “Aku benci music!!!” teriak hanmi
untuk kesekian kalinya. “Kmanhae hanmi-ya..” ucap raeun sambil menenangkan
hanmi
Flashback end
Dahi hanmi berkerut. “Andwae!! Ayo
kita masuk sekolah kedokteran!!” ucap hanmi sambil menggenggam tangan raeun.
“Hanmi-ya.. aku tahu kau menyukai music, kau ingat kata kyuhyun sosaengnim
dulu?? Kau bintang masa depan. Kau bisa menjadi penyanyi terkenal dengan wajah
dan sura emasmu itu. Jangan pernah bohongi diri sendiri. Kau akan menyesal
nantinya.” Ucap raeun. Hanmi memalingkan wajahnya. Raeun berdiri dan hanmi
menatap raeun bingung.
“Minggu depan, akan ada seleksi murid
baru di Hyundai music high school.
Kalu kau ingin bersamaku, kau ikuti seleksi itu. Tapi jika kau tak ingin lagi
bersama ku, aku harap kau berpikir lagi. Pertimbangkanlah! Demi masa depanmu!
Demi keluargamu! Dan demi kamu!” ucap raeun sambil menekankan pada akhir
kalimatnya. Hanmi merenung sesaat. Raeun melangkahkan kakinya keluar dari kamar
hanmi.
Choi Hanmi POV
Aku bingung, mungki perkataan raeun
tadi ada benarnya. Aku memang masih menyukai muic—tidak. Mungkin lebih dari
menyukai, aku bahkan telah jatuh cinta pada music. Tapi jika aku masuk sekolah
music, aku takut kejadian itu terulang. Cinta pertamaku meninggalkanku karena
ayahnya tak menyukai music. Karena ayahnya tak menyukai piano. Itu sangat
mebuatku terpukul
Sekarang aku bingung, sudah 3 hari
aku dan raeun tak bertemu. Raeun tak pernah main kerumahku dan akupun selalu
diam di rumah. Aku takut, aku masih bingung dengan kepuusan ku sendiri. Aku
takut menyesal nantinya. Aku juga tidak akan pernah tahu apa yang akan terjadi
nantinya.
“Amma.. kalau aku masuk sekolah
music, apa kau mengijinkan?” tanyaku hati-hati. Ama duduk di sampingku. “Itu
terserah padamu, jika kau nyaman. Itu yang terbaik” ucapnya. perkataan amma
barusan membuatku semakin bingung. Aku tahu jawaban amma barusan sedikit
membantuku.
Sekarang saatnya untuk seleksi. Aku
masih belum mandi. Tapi padahal ini sudah jam 7 pagi. Aku masih bingung. Apa
yang harus aku lakukan??
Author POV
Untuk kesekian kalinya, raeun menatap
nanar rumah sepupunya lalu kembali berjalan. “Raeun!!” teriak seseorang.raeun
menoleh dan ternyata itu hanmi. “Hanmi??” lirih raeun. “Aku datang karenamu,
bukan karena music!” ucap hanmi sambil mengembungkan pipinya. Raeun tersenyum
simpul. “Kajja” ucap raeun.
Mereka berdua telah sampai di depan
Hyundai Music High School. Sekali lagi, hanmi terdiam. Raeun menyuruhna untuk
mempercepat langkahnya karena sebentar lagi audisi dimulai.
“Apa aku harus masuk??”
Tanya hanmi dalam hati. Sekali lagi raeun meberi
semangat dan meyakinkan hanmi bahwa dia akan baik baik saja.
“KEPADA SELURUH PESERTA DIHARAP
KUMPUL DI AULA. AUDISI AKAN SEGERA DIMULAI” sebuah speaker membuat raeun dan
hanmi terbelalak. Dengan cepat, mereka berlari menuju aula.
“Fighting!” ucap raeun saat hanmi akan
masuk kedalam ruang audisi. “Bukanya kau juga?” Tanya hanmi. “Mianhae, nanti
akan aku jelaskan. Palli.” Jawab raeun sambil mendorong hanmi masuk ke dalam.
Hanmi mulai masuk dan membungkukkan
bandanya pada para juri.
“Choi Hanmi.. lagu apa yang akan kau nyanyikan?”
tana seorang sosaengnim yeoja yang cantik dan rambutnya pendek sebahu.
“I choose to love you hyorin” ucap
hanmi. Hanmi mulai mengambil microphone dan menyanyikan lagu tersebut. Semua
yang mendengar seakan terhipnotis dengan suara hanmi yang begitu lembut dan
indah.
“Kau lulus” ucap seorang sosaengnim.
“Kamsahamnida..” ucap hanmi lalu pergi menemui raeun.
Choi Hanmi POV
AKu berlari menuju tempat raeun tadi
menunggu. Aku tersentak melihat seorang yeoja berkacamata dan tubuhnya sedikit
berisi, membelakangiku. Siapa dia? Sepertinya dia sedang bicara dengan raeun.
Apa mereka berteman? Tapi kenapa aku tak tahu tentang dia??
Aku mendekati mereka. Ku sapa raeun
dan mereka menoleh. Yeoja itu menatapku. “Nuga?” tanyaku. “Kim Kyuhee imnida.
Bangaseupnida.” Ucapnya seraya membungkuk. “Choi hanmi imnida.” Jawabku sambil
membungkuk. “Hanmi-ya.. dia temanku, kami berdua mendapatkan beasiswa untuk
sekolah di Hyundai. Maka dari itu aku masuk kesini. Aku sudah tau, kau lulus.
Cukhae” ucap raeun. Aku mengangguk mengerti. Ternyata itu alasannya.
Kami bertiga berjalan menuju halte
bus. “Mau kemana kita sekarang?” Tanya kyuhee. “Bagaimana kalau kita nonton di
bioskop chungmuro? Sudah lama aku tak kesana. Ayolah..” rengekku. “Ya, aku juga
lapar.” Balas kyuhee. Aku mengangguk setuju. Raeun mengangguk setuju dan kita
pun pergi ke chungmuro.
“Kau mau makan apa kyuhee-ya?”
tanyaku. “Aku ingin tteokpokki, mandu, gulbab, untuk minumnya aku ingin orange
juice dan jus strawberry.” Jawabnya. Aku membelalakkan mataku tak percaya. Bagaimana
bisa dia makan makanan sebanyak itu?
“aku ingin tteokpokki saja dengan
soju” lanjut raeun. “Aku juga” lanjutku. Aku melirik ke arah kyuhee yang masih membuka lembar-demi
lembar menu kedai chungmuro. Sepertina dia anak orang kaya. Mampu membeli dan
memakan makanan sebanyak itu.
Pesanan kami datang. Aku memakan
setengah tteokkpokki yang aku pesan. Enak sekali. “Ahh kenyang sekali..”
ucapku. Dengan cepat aku meminum gelas terakhir sojuku. “Apa aku boleh
mneghabiskan makananmu hanmi?” Tanya kyuhee. Aku terbatuk dan mengangguk. Raeun
hanya tersenyum.
Author POV
“sampai jumpa.. aku tunggu kalian
besok di sekolah..” teriak kyuhee yang dijemput oleh supirnya. “Raeun-ya.. dia
benar-benar kaya ya. Mobilnya juga sangat bermerek” ucap hanmi terkagum-kagum.
“Ya, suaranya juga indah. Dia menjuarai lomba solo saat SMP nya. Kau tau? Dia
itu saudaranya Kim heechul!” ucap raeun. Hanmi tiba-tiba menghentikan
langkahnya dan menatap raeun bingung. “Kim heechul?” Tanya hanmi.
“Dia salah satu sahabat karibnya
Siwon. Kau tahu mereka sangat popular di Hyundai.” Ucap raeun. “Sejak
kapan kau mengetahui tentang mereka?
Bukannya kau hanya tahu buku pejaran?” Tanya hanmi ang mulai melangkah sejajar
dengan raeun. “Aku tahu dari Kyuhee” ucap raeun.
“Bisa saja dia bohong. Kau ini,
sudahlah jaljayo” pamit hanmi dan langsung masuk ke dalm rumahnya. Raeun hanya
mendengus kesal.
NEXT DAY..
“Kita sekelas?” Tanya raeun pada
hanmi dan kyuhee. “ne, ahh benar-benar beruntung” ucap kyuhee dan langsung
memeluk raeun. “Ayo masuk” hanmi menarik kyuhee dan juga raeun masuk ke kelas
mereka, yaitu 1-2 jurusan music.
Setelah semua murid masuk ke dalam
kelas, Luna sosaengnim masuk ke kelas 1-2 music.
“Yaedeura.. kenalkan, Luna imnida.
Aku adalah wali kelas kalian. Bangaseupnida..” ucap luna, semua murdi berseru
ria. “Silahkan kenalkan diri kalian masing-masing. Yang di panggil harap
kedepan” ucap nya lalu mengabsen satu persatu murid nya.
“Waktunya istirahat, setelah ini
pelajaran Taemin sosaengnim. Silahkan beristirahat dan sampai jumpa” ucap luna
lalu pergi keluar kelas. Raeun, hanmi dan kyuhee berjalan menuju kantin.
“Ahh benar-benar gila luna
sosaengnim, memarahiku tanpa sebab. Cerewet pula.” Ucap raeun menggerutu.
“Benar, aku tak menyukainya. Dasar cicicpung!” ujar kyuhee. Raeun dan kyuhee
saling tertawa karena mereka menggosipkan tentang wali kelas mereka. Sedangkan
hanmi? Jangan di Tanya. Dia sedang membaca komik jepang kesaangannya yang baru
sampai Vol. 7.
“Kau sadar? Dari tadi semua murid di
kantin memperlihatkan kita” bisik kyuhee. “Kerohji?” Tanya hanmi. Hanmi
membalikkan bandanya dan mendapatkan 3 orang yeoja sedang berdiri. Yang sebelah
kiri rambutnya se dada dan dikucir kuda sedang memegang buku di dadana dan
menatap mereka tajam. Sebelah tengah yeoja cantik dan memakai banak aksesories
dan makeup di wajahnya sedang melilitkan tangannya di depan dada dan menatap
mereka tajam. Sedangkan ang sebelah kanan, yeoja tomboy dengan rambut seleher
dan mengunyah permen karet sedang menatap mereka tajam.
Hening.
“a..dda.. ma..salah sunbae?” Tanya
hanmi. Terdengar 3 yeoja itu mendengus. “Kau tak tahu siapa kami?” Tanya yeoja
yang tomboy.
BUUKK!!!
To be continued..

Tidak ada komentar:
Posting Komentar