Selasa, 10 April 2012

[Chapter 1] Love Musical




Cast            :

  • Choi Hanmi as Readers
  •  Lee Hyeri as Readers
  • Choi Siwon
  • Lee Minho
Other          :

  • Choi Raeun
  • Lee Ryemi
  • Kim Kyuhee
  • Park Chaerin
  • And other
Author : Choi Ra eun—Ginger Choi
Genre  : Romance, friendship, school life
Length : chaptered
Rating : PG
Genre  : romance, sad
A/N    : Anyeong readers.. ini ff requestan dari nae dongsaeng, Choi hanmi sama nae chingu, Lee hyeri. Mereka pingin banget couple nya sama siwon ama minho, jadi bingung harus siapa yang sama siwon and siapa yang sama minho. Semoga suka aja deh.. satu lagi, author tuh pengen banget di hargain. Siapa sih yang gak mau?? Hargain dikit karya author lah. Dikit2 nya komen.

Happy reading




Choi Hanmi POV
Aku menguap selebar-lebarnya. Ngantuk sekali.. dengan malas, aku bangun dan meregangkan otot-ototku. Aku berjalan menuju kamar mandi dan mandi. Sekarang dalah tahun ajaran baru, senang sekali karena sudah semester akhir. Sebentar lagi akan ujian pula.
“Amma.. ama berangkat” ucapku setelah turun dan mengambil roti dari meja makan. “Hati-hati” jawabnya. Aku mencium tangannya lalu pergi menuju sekolah.  Karena jarak sekolah dengan rumahku tak terlalu jauh, mungkin hanya 10 menit-an. Aku hanya berjalan.
“Hanmiya!!” teriak seseorang, aku menoleh dan mendapatkan saudaraku, Choi raeun sedang melambaikan tangannya. Aku tersenyum sambil menjawab lambaian nya. “Ayo berangkat bersama” ucapnya lalu mendekatiku.
“Kau tahu?? Sebentar lagi.. kita akan menjadi anak sma..” ucap raeun lirih. Aku menoleh ke arahnya. “Kenapa kau begitu, bukannya kita akan pergi ke sekolah yang sama??” tanyaku. Dia menggeleng. Apa maksudnya??
“Jangan bilang kau akan keluar negeri lagi??” ucapku sambil berhenti melangkah. Dia pun ikut berhenti. “Molla. Aku harap tidak” ucapnya lalu meninggalkanku. Aneh sekali dia.
Aku terus saja berpikir kenapa dengan raeun, apa dia tidak akan pergi kesekolah yang sama denganku?? Ahh aku harus satu sekolah dengannya. “Ya! Palli!! Sudah hamper masuk!” teriak raeun yang sekarang sudah berada kira-kira 2 meter dariku. Aku berlari mendekatinya lalu kami berjalan menuju gerbang.

Author POV
“Amma!!! Aku lulus!!” teriak hanmi saat pulang dari rumahnya. Tak sia-sia hanmi belajar sampai jam 12 malam. Toh hasilnya juga memuaskan.
Dia langsung memeluk amma dan appanya. Tak lupa juga raeun, sepupunya. “Anak amma, selamat ya nak” ucap nyonya choi sambil membelai lembut rambut hanmi. Hanmi tersenyum lalu mencium pipi ammanya.
“Oh iya, amma aku ingin pergi ke sekolah bersama raeun.” Ucapku setelah mencium pipi amma. Amma tersenyum, seperti nya dia setuju. “Boleh, tapi kau harus belajar yang sungguh-sungguh” ucap nyonya choi. “Ne, aku akan belajar sungguh-sungguh” ucap hanmi menyemangati dirinya sendiri.
Hanmi pun menarik raeun menuju kamarnya.
“Oh iya, raeun-ya bukannya kau mau masuk ke sekolah kedokteran?” Tanya hanmi, hanmi tersenyum sambil menatap raeun. Raeun tersenyum getir. “Hmm aku tak sepintar kau, jadi sepertinya aku masuk sekolah negeri biasa” ucap raeun yang sontak membuat senyum hanmi luntur dalam satu detik.
“Aniya.. kau itu pintar. Kau dulukan pernah bilang bahwa kau ingin menjadi dokter” ucap hanmi. Raeun hanya tersenyum. “Amma dan appa tak punya uang banyak untuk memasukanku ke sekolah itu. Jadi, aku akan masuk ke sekolah biasa.” Ucap raeun.
“Mungkin juga aku akan masuk ke.. sekolah music..” ucap raeun hati-hati. Dia takut hanmi marah jika mendengar nama music. Kenapa??
Flash back
“kau pintar main piano, choi hanmi. Suaramu juga bagus. Kau juga pintar dalam mengolah nada. Kau cantik pula” ucap Ryeowook sosaengnim. “Jongmalyo??” Tanya hanmi. Ryeowook tersenyum sambil mengangguk.
“Kau lulus.” Ucap kyuhyun seosaengnim. “Ahhh kamsahamnida..” ucap hanmi.
Mulai saat itu, hanmi bersekolah (SD) di KyungJin Elementary school, bersama sepupunya, Choi Raeun.
Mereka selalu bersama kemanapun. Hingga pada pesta ulang tahun sekolah, mereka jadi rekan duet.
“Choi hanmi, aku menyukaimu dari dulu. Kau maukan jadi pacarku?” seorang namja berhidung mancung dan tampan menyatakan perasaan nya pada hanmi yang ternganga mendengar penjelasan si namja.
“Lee minho..” ucap hanmi sambil menunduk malu. Pipinya merah seketika. “Wae?? Pipimu merah. Kau cantik sekali.” Ucap minho sambil tersenyum melihat hanmi. “Tapi.. kita masih ke..” belum selesai hanmi bicara, minho menempelkan telunjuknya di bibir hanmi sehingga hanmi terdiam seketika. Dengan cepat minho mencium pipi hanmi dan pergi begitu saja. Hanmi terdiam sambil memandang kosong keedepan.

“Hanmi palli!!” ucap minho sambil menarik hanmi menuju suatu tempat. Sampai. Minho membawa hanmi ke sebuah ruangan yang terdapat sebuah piano besar disana.
Dengan cepat, minho duduk di kursi itu dan jari-jarinya mulai menekan beberapa tuts piano yang menciptakan sebuah nada yang manis dan indah. Minho mulai menyenyikan liriknya membuat hanmi tersenyum dan duduk di samping minho sambil meletakkan kepalanya di bahu minho.
Setelah minho selesai menyanyikan lagunya. Tiba-tiba ada sebuah suara bising.
“Lee Minho!! Palli!!” teriak appa nya yang marah karena minho kabur saat mereka akan pergi ke Jerman. Minho membelalakkan matanya saat melihat sang appa. Dengan cepat, body guard tuan lee menarik minho sehingga membuat hanmi terjatuh.
“Kau mau kemana?? Paman mau kemana?? Jangan bawa minho!!” teriak hanmi sambil menangis. “Dasar bocah tengik! Dia anakku! Terserah aku mau membawanya kemanapun!! Cepat bawa!!” ucap tuan lee. “Hanmi!!” teriak minho. “Minhoo!!” hanmi mencoba mengajar minho, namu salah sau body guard nya mendorong hanmi hingga terjatuh. Minho dan appa nya pun pergi meninggalkan hanmi. Hanmi hanya dia sambil emnangs keras.
“Hanmi..” lirih raeun yang meliha sepupunya menangis. “Raeun-ya..” ucap hanmi saat melihat hanmi dan lalu memeluknya. “Uljima..” ucap raeun. Namun hanmi terus menangis dan mengangis.
“Aku benci music!!!!!” teriak hanmi saat melepaskan pelukannya. “Aku benci music!!!” teriak hanmi untuk kesekian kalinya. “Kmanhae hanmi-ya..” ucap raeun sambil menenangkan hanmi
Flashback end
Dahi hanmi berkerut. “Andwae!! Ayo kita masuk sekolah kedokteran!!” ucap hanmi sambil menggenggam tangan raeun. “Hanmi-ya.. aku tahu kau menyukai music, kau ingat kata kyuhyun sosaengnim dulu?? Kau bintang masa depan. Kau bisa menjadi penyanyi terkenal dengan wajah dan sura emasmu itu. Jangan pernah bohongi diri sendiri. Kau akan menyesal nantinya.” Ucap raeun. Hanmi memalingkan wajahnya. Raeun berdiri dan hanmi menatap raeun bingung.
“Minggu depan, akan ada seleksi murid baru di Hyundai music high school. Kalu kau ingin bersamaku, kau ikuti seleksi itu. Tapi jika kau tak ingin lagi bersama ku, aku harap kau berpikir lagi. Pertimbangkanlah! Demi masa depanmu! Demi keluargamu! Dan demi kamu!” ucap raeun sambil menekankan pada akhir kalimatnya. Hanmi merenung sesaat. Raeun melangkahkan kakinya keluar dari kamar hanmi.
Choi Hanmi POV
Aku bingung, mungki perkataan raeun tadi ada benarnya. Aku memang masih menyukai muic—tidak. Mungkin lebih dari menyukai, aku bahkan telah jatuh cinta pada music. Tapi jika aku masuk sekolah music, aku takut kejadian itu terulang. Cinta pertamaku meninggalkanku karena ayahnya tak menyukai music. Karena ayahnya tak menyukai piano. Itu sangat mebuatku terpukul
Sekarang aku bingung, sudah 3 hari aku dan raeun tak bertemu. Raeun tak pernah main kerumahku dan akupun selalu diam di rumah. Aku takut, aku masih bingung dengan kepuusan ku sendiri. Aku takut menyesal nantinya. Aku juga tidak akan pernah tahu apa yang akan terjadi nantinya.
“Amma.. kalau aku masuk sekolah music, apa kau mengijinkan?” tanyaku hati-hati. Ama duduk di sampingku. “Itu terserah padamu, jika kau nyaman. Itu yang terbaik” ucapnya. perkataan amma barusan membuatku semakin bingung. Aku tahu jawaban amma barusan sedikit membantuku.
Sekarang saatnya untuk seleksi. Aku masih belum mandi. Tapi padahal ini sudah jam 7 pagi. Aku masih bingung. Apa yang harus aku lakukan??
Author POV
Untuk kesekian kalinya, raeun menatap nanar rumah sepupunya lalu kembali berjalan. “Raeun!!” teriak seseorang.raeun menoleh dan ternyata itu hanmi. “Hanmi??” lirih raeun. “Aku datang karenamu, bukan karena music!” ucap hanmi sambil mengembungkan pipinya. Raeun tersenyum simpul. “Kajja” ucap raeun.
Mereka berdua telah sampai di depan Hyundai Music High School. Sekali lagi, hanmi terdiam. Raeun menyuruhna untuk mempercepat langkahnya karena sebentar lagi audisi dimulai.
“Apa aku harus masuk??” Tanya hanmi dalam hati. Sekali lagi raeun meberi semangat dan meyakinkan hanmi bahwa dia akan baik baik saja.
“KEPADA SELURUH PESERTA DIHARAP KUMPUL DI AULA. AUDISI AKAN SEGERA DIMULAI” sebuah speaker membuat raeun dan hanmi terbelalak. Dengan cepat, mereka berlari menuju aula.
“Fighting!” ucap raeun saat hanmi akan masuk kedalam ruang audisi. “Bukanya kau juga?” Tanya hanmi. “Mianhae, nanti akan aku jelaskan. Palli.” Jawab raeun sambil mendorong hanmi masuk ke dalam.
Hanmi mulai masuk dan membungkukkan bandanya pada para juri.
“Choi Hanmi.. lagu apa yang akan kau nyanyikan?” tana seorang sosaengnim yeoja yang cantik dan rambutnya pendek sebahu.
“I choose to love you hyorin” ucap hanmi. Hanmi mulai mengambil microphone dan menyanyikan lagu tersebut. Semua yang mendengar seakan terhipnotis dengan suara hanmi yang begitu lembut dan indah.
“Kau lulus” ucap seorang sosaengnim. “Kamsahamnida..” ucap hanmi lalu pergi menemui raeun.
Choi Hanmi POV
AKu berlari menuju tempat raeun tadi menunggu. Aku tersentak melihat seorang yeoja berkacamata dan tubuhnya sedikit berisi, membelakangiku. Siapa dia? Sepertinya dia sedang bicara dengan raeun. Apa mereka berteman? Tapi kenapa aku tak tahu tentang dia??
Aku mendekati mereka. Ku sapa raeun dan mereka menoleh. Yeoja itu menatapku. “Nuga?” tanyaku. “Kim Kyuhee imnida. Bangaseupnida.” Ucapnya seraya membungkuk. “Choi hanmi imnida.” Jawabku sambil membungkuk. “Hanmi-ya.. dia temanku, kami berdua mendapatkan beasiswa untuk sekolah di Hyundai. Maka dari itu aku masuk kesini. Aku sudah tau, kau lulus. Cukhae” ucap raeun. Aku mengangguk mengerti. Ternyata itu alasannya.
Kami bertiga berjalan menuju halte bus. “Mau kemana kita sekarang?” Tanya kyuhee. “Bagaimana kalau kita nonton di bioskop chungmuro? Sudah lama aku tak kesana. Ayolah..” rengekku. “Ya, aku juga lapar.” Balas kyuhee. Aku mengangguk setuju. Raeun mengangguk setuju dan kita pun pergi ke chungmuro.
“Kau mau makan apa kyuhee-ya?” tanyaku. “Aku ingin tteokpokki, mandu, gulbab, untuk minumnya aku ingin orange juice dan jus strawberry.” Jawabnya. Aku membelalakkan mataku tak percaya. Bagaimana bisa dia makan makanan sebanyak itu?
“aku ingin tteokpokki saja dengan soju” lanjut raeun. “Aku juga” lanjutku. Aku melirik ke  arah kyuhee yang masih membuka lembar-demi lembar menu kedai chungmuro. Sepertina dia anak orang kaya. Mampu membeli dan memakan makanan sebanyak itu.
Pesanan kami datang. Aku memakan setengah tteokkpokki yang aku pesan. Enak sekali. “Ahh kenyang sekali..” ucapku. Dengan cepat aku meminum gelas terakhir sojuku. “Apa aku boleh mneghabiskan makananmu hanmi?” Tanya kyuhee. Aku terbatuk dan mengangguk. Raeun hanya tersenyum.
Author POV
“sampai jumpa.. aku tunggu kalian besok di sekolah..” teriak kyuhee yang dijemput oleh supirnya. “Raeun-ya.. dia benar-benar kaya ya. Mobilnya juga sangat bermerek” ucap hanmi terkagum-kagum. “Ya, suaranya juga indah. Dia menjuarai lomba solo saat SMP nya. Kau tau? Dia itu saudaranya Kim heechul!” ucap raeun. Hanmi tiba-tiba menghentikan langkahnya dan menatap raeun bingung. “Kim heechul?” Tanya hanmi.
“Dia salah satu sahabat karibnya Siwon. Kau tahu mereka sangat popular di Hyundai.” Ucap raeun. “Sejak kapan  kau mengetahui tentang mereka? Bukannya kau hanya tahu buku pejaran?” Tanya hanmi ang mulai melangkah sejajar dengan raeun. “Aku tahu dari Kyuhee” ucap raeun.
“Bisa saja dia bohong. Kau ini, sudahlah jaljayo” pamit hanmi dan langsung masuk ke dalm rumahnya. Raeun hanya mendengus kesal.
NEXT DAY..
“Kita sekelas?” Tanya raeun pada hanmi dan kyuhee. “ne, ahh benar-benar beruntung” ucap kyuhee dan langsung memeluk raeun. “Ayo masuk” hanmi menarik kyuhee dan juga raeun masuk ke kelas mereka, yaitu 1-2 jurusan music.
Setelah semua murid masuk ke dalam kelas, Luna sosaengnim masuk ke kelas 1-2 music.
“Yaedeura.. kenalkan, Luna imnida. Aku adalah wali kelas kalian. Bangaseupnida..” ucap luna, semua murdi berseru ria. “Silahkan kenalkan diri kalian masing-masing. Yang di panggil harap kedepan” ucap nya lalu mengabsen satu persatu murid nya.
“Waktunya istirahat, setelah ini pelajaran Taemin sosaengnim. Silahkan beristirahat dan sampai jumpa” ucap luna lalu pergi keluar kelas. Raeun, hanmi dan kyuhee berjalan menuju kantin.
“Ahh benar-benar gila luna sosaengnim, memarahiku tanpa sebab. Cerewet pula.” Ucap raeun menggerutu. “Benar, aku tak menyukainya. Dasar cicicpung!” ujar kyuhee. Raeun dan kyuhee saling tertawa karena mereka menggosipkan tentang wali kelas mereka. Sedangkan hanmi? Jangan di Tanya. Dia sedang membaca komik jepang kesaangannya yang baru sampai Vol. 7.
“Kau sadar? Dari tadi semua murid di kantin memperlihatkan kita” bisik kyuhee. “Kerohji?” Tanya hanmi. Hanmi membalikkan bandanya dan mendapatkan 3 orang yeoja sedang berdiri. Yang sebelah kiri rambutnya se dada dan dikucir kuda sedang memegang buku di dadana dan menatap mereka tajam. Sebelah tengah yeoja cantik dan memakai banak aksesories dan makeup di wajahnya sedang melilitkan tangannya di depan dada dan menatap mereka tajam. Sedangkan ang sebelah kanan, yeoja tomboy dengan rambut seleher dan mengunyah permen karet sedang menatap mereka tajam.
Hening.
“a..dda.. ma..salah sunbae?” Tanya hanmi. Terdengar 3 yeoja itu mendengus. “Kau tak tahu siapa kami?” Tanya yeoja yang tomboy.
BUUKK!!!
To be continued..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar