Minggu, 22 April 2012

[Chapter 1] US




Author                : Choi Ra eun—Ginger Choi
Cast           :
  • Jo Kwangmin
  • Jo Youngmin
  •  Yang Jiwon
  •  Kwon Il soo
Other                  :
  •   Han Jiyool
  • Boyfriend member

Genre                 : Romance, friendship, school life
Length                : chaptered
Rating                 : Teenager
Genre                 : romance, sad
A/N                       : Makasih banget yang udah nungguin rilisnya FF ini, jangan lupa RCL ya ;) Oh ya, FF ini aku angkat dari kisah nyata, mian kalo kurang bagus. Saya masih pemula =D jeongmal kamsadeuriguyo =))
Happy reading


*Author POV

Seorang gadis cantik termanggut manggut saat bus yang ditumpanginya mengerem mendadak. Earphonenya yang sebelah kiri sudah berada di perutnya, sedangkan yang sebelah kanan, masih memutar lagu kesukaannya dari boyband pavoritenya yaitu Super Junior.


Jiwon-a!” ucap seorang gadis manis yang sedang berusaha membangunkan gadis yang bernama jiwon itu.  Tak lama kemudian, jiwon mengerjap ngerjapkan matanya dan melirik ke arah jendela. “Aku dimana?” gumamnya sambil melepas earphone kananya yang masih bertahan. Yeoja di sampingnya hanya terkekeh lucu. “Palliwa, ini sudah sampai seoul.” Ucap Il soo. Jiwon bangun dan langsung mengambil barang bawaannya berupa koper besar, tas gendong dan tas tentengan kecil. “jiwon-a setelah ini kita kemana?” Tanya ilsoo bingung. “euumm kita hanya perlu naik taksi untuk menuju apartement kita” ucap jiwon. Dengan cepat, ilsoo dan jiwon berjalan menuju pinggir jalan dan menyetop taksi. Jiwon memberikan alamat yang akan dituju mereka.

Tak sampai 30 menit, taksi itu sampai ditempat tujuan. Jiwon membayarnya dan langsung mendekati sebuah gerbang berwarna hitam lekat dengan kaca besar di sampingnya. “Ini apartement kita?” Tanya ilsoo. “mianhae, aku tak tahu harus mencari kemana lagi, tapi kualitas kamarnya bagus sekali, disediakan kamar mandi dengan 2 ruang kamar tidur, dan 1 dapur.” Jawab jiwon. Ilsoo hanya mengangguk mengerti. Detik berikutnya mereka berjalan menuju resepsionis.

“Ahh himdeuldda..”teriak jiwon. Setelah ia selesain merapikan kamar dan memasangkan bed cover pavorite nya, yaitu Dolphin berwarna biru langit yang sejuk. Dia langsung merebahkan dirinya di ranjangnya yang empuk dan ber-bed cover dholpin tersebut. Tiba-tiba ponselmnya bergetar di atas meja rias. Dengan malas, jiwon mengangkat telpon itu, ternyata dari umma-nya.

“Yeopseo??” sapa jiwon sopan. “Jiwon-a?? eotte?? Gwaencanha? Bagaimana dengan apartement mu disitu? Kau sudah makan?” Tanya nyonya Yang.
ne umma, naneun gwaencanhayo. Ahhh neomu johdda” jawab jiwon senang. “Ahh akhirnya, jaga dirimu baik-baik ya, mian umma tidak bisa menemanimu ke seoul. Bulan depan umma dan appa pasti akan menjengukmu dan ilsoo.” Ucap nyonya Yang.

Aniya. Tidak usah, sebaiknya umma dan appa mengurusi restoran disana.” Jawab jiwon. “Ahahaha, ne. kalau begitu cepat makan. Jangan lupa pergi berdoa pada tuhan, setiap minggu kau harus pergi ke greja!” perintah nyonya Yang.

“Ne, akan selalu aku ingat. Umma, aku mandi dulu, nanti aku hubungi. Annyeong.” Pamit Jiwon. Jiwon menutup telponnya dan pergi mengambil handuk, dengan cepat dia masuk ke kamar mandi dan membersihkan dirinya.

*Yang Jiwon POV

Aku telambat bangun, masih ada 30 menit lagi untuk pergi kesekolah. Untung saja letak sekolah baruku tak sejauh letak sekolah menengah pertamaku. Hanya dengan berjalan kaki selama 10 menit pun bisa sampai. Aku mengoleskan selai kacang pada rotiku. Dan mengunyahnya perlahan agar tak tersedak.
ilsoo-a, palliwa!!!” teriakku. Kudengar dia menyahut dengan seditkit bergerutu, mungkin karena dia dikejar waktu. Setelah dia keluar dari kamarnya, dia mengambil roti dan mengoleskan slay kacang juga. Kami begitu menyukai selai kacang.

Setelah selesai, kami berjalan riang menuju sekolah, sedikit lagi gerbang akan ditutup. Tapi aku dan ilsoo dengan cpat masuk kedalam. Untunglah tak ketahuan.

Aku dan ilsoo sekelas, kami sekarang berada di kelas 10-2. Aku mengenal cukup dekat yeoja yang sebangku denganku yang bernama Han Jiyool. Dia orang nya lucu, periang, bawel, dan tubuhnya kurus kering seperti tak pernah makan. Tapi tingkah lakunya itu sangat menggemaskan, dia aktif dan percaya diri.

“KRIIIIIINNNNNGGGGG” suara bel berbunyi keras sekali. Aku, ilsoo dan jiyool melangkahkan pergi menuju kafetaria untuk mengisi perut yang sudah keroncongan akibat mendengarkan ocehan wali kelas kami yang bawel dan centil. Sunday sosaengnim.

“Kalian darimana?” Tanya jiyool saat kami selesai mengambil makanan jatah kami. “Kami datang dari Daegu. Kami disini menyewa appartement. Kamu sendiri?” ilsoo menjelaskan. “Oh, aku asli seoul. Rumahku kurang lebih  20 menitan dari sini, jika ditempuh oleh taksi atau bus. Kalau ada kesempatan, mainlah kerumahku” jawab jiyool. Kami mulai memasukan makanan pada mulut kami.

Annyeong jiyool-a” sapa seseorang yang membuat kami menoleh kearah suara itu. Aku tak tahu siapa mereka, dua namja yang berwajah sama—mungkin kembar—

“Ahh kwangmin-a youngmin-a” jawab jiyool sambil bersalaman dengan mereka. Kami bertatapan, aku tersenyum saat mereka tersenyum padaku. Begitupun ilsoo. Setelah itu, mereka duduk di sebelah jiyool dan menghadap kearahku dan ilsoo.

“oh ya.. kenalkan. Mereka teman sekelasku.” Ucap jiyool setelah menciptakan keheningan untuk beberapa saat. Aku bangun dan membungkukkan badan sopan. “Yang jiwon imnida” ucapku sambil berjabatan tangan dengan namja cokelat. “Youngmin imnida” jawabnya. “Kwangmin imnida” ucap namja berambut hitam. Ilsoo pun melakukan hal yang sama, berjabat tangan dan mengenalkan dirinya.

*Jo Kwangmin POV

Yeoja tadi, serasa membiusku, dia tersenyum sangat manis dan wajahnya tenang seperti danau. Seperti ada sengatan listrik saat berjabatan tangan dengannya. Sepertinya aku menyukainya. Yang Jiwon

“Ya!! Sedang apa kau??” Tanya Minwoo saat aku mencoba menutup mataku. Aku terlonjak kaget dan menatapnya dengan tatapan membunuh. Dia menunjukkan jarinya persisi seperti huruf V. aku mendengus kesal. Kenapa dia tahu aku ada disini? Ditaman sekolah yang jarang sekali di temui murid-murid karena sekarang taman depan jauh lebih sering di kunjungi murid daripada taman belakang.

“Kenapa kau ada disini?” tanyaku malas. Tanpa menjawab pertanyaanku, dia langsung merampas Tropicana Sparkling-ku. Aku mendesis sebal. “Ya! Itu punyaku! Aku belum mminumnya sama sekali! Kembalikan!!” teriakku. Tapi dia malah membuka dan meminumnya. “Ahhhh” sebalku.

“Hehehe mianhae. Ya! Kwangmin-a kau tahu??  Murid yeoja kelas 10-2. Ahhh neomu yeoppeudda” ucap minwoo. Tunggu! 10-2?? Nugu?

“Nuguya??”  Aku menyertikan dahi. “Yang Ji Won” ucapnya. mataku melebar seketikan. “Mwo???” tanyaku tak percaya. “Neon johahaeya??” tanyaku. Dia mengangguk polos. Ahh benar-benar, ternyata banyak namja yang menyukai nya. Ini saingnku. Tapi? Kenapa MinWoo? Diakan sahabatku.

Wae?” Tanya minwoo menatapku bingung. “Neon johahae?” tanyanya. Aku mengangguk tegas. “Ohh silahkan saja, dia bukan type-ku” jawabnya santai lalu meneguk kembali Tropicana Sparkling-ku yang kini telah menjadi miliknya.

Minwoo lantas tegap lalu kepalanya seperti sedang menunjuk sesuatu. Aku mendongakkan kepalaku agar lebih dekat. Apa maksudnya? “Wae?” tanyaku bingung. Dia menunjuk sesuatu dibelakangku oleh dagunya. Aku membalikkan tubuh dan melihat Jiwon sedang mendekat kearahku.

Omonaa???? Oetteokhae???

*Yang Jiwon POV

Aku mendekati Kwangmin sunbae. Aku hendak memberikan bekal yang dibawa jiyool tadi, katanya ini adalah titipan dari ummanya untuk kwangmin sunbae. Jiyool bilang kwangmin sunbae sangat menyukai telur gulung dan kimbab. Aku sempat melihat isi tempat makan ini karena tutupnya transparent.

“eungg sunbae.. igoyo” ucapku sambil duduk di dpannya dan meyerahkan bekal itu. Dia tak berkedip sedikitpun, mungkin karena kaget. Kita baru kenal tadi dan aku berani bersikap so kenal begini dengannya, aduh dongsaeng kurang ajar.

“Ini dari Jiyool, dia bilang ini dari umma-nya. Mian aku so akrab” ucapku malu sambil menggaruk tengkukku yang tak gatal. Dia perlahan mengambil bekal ditanganku ini dan aku menunduk sopan lalu kembali.

Hmmm ternyata dia namja yang sangat dingin. Bahkan tak mengucapkan terimakasih sama sekali padaku. Aku kira dia namja sopan dan murah senyum. Dari tadi aku melihat dia diam saja.

“Jiwon-a” teriaknya. Aku berhenti dari langkahku lalu membalikkan tubuhku. Terdapat tubuh tinggi milik kwangmin sunbae. “Ne??wae??” tanyaku bingung karena tiba-tiba dia memanggilku.”Gumawoyo” ucapnya sambil tersenyum. Aku tersenyum senang lalu membungkuk malu.

Ternyata negative thinkingku memang salah. Dia sopan dan murah senyum, tapi dingin.

Aku melangkahkan kakiku menuju kelas. 3 meter di belakangku sudah ada taemin sosaengnim. Untunglah aku tak telat. Dengan cepat aku masuk dan duduk di kursiku.

“Otthe?? Apa katanya?” Tanya jiyool saat aku duduk. “Hm? Biasa saja. Aku hanya  memberikannya lalu pergi. Dia hanya mengucapkan terima kasih” ucapku sambil mengambil buku pelajaran. “mwo?? Aisshh benar-benar namja dingin. Geunde??” dia menggantungkan kalimatnya.

“Neon?? Johahaeya?” Tanya nya seperti menyelidik. Aku membelalakkan mataku kaget. “Mwo?? Aniya. Maldo andwae” ucapku malu. Kurasakan pipiku memanas. Jiyool terus sja mnggodaku dengan menyebutkan nama kwangmin sunbae. Aku hanya tersenyum menahan malu.

*Autjor POV

Jiwon dan ilsoo melangkah menjauhi kelas, sedangkan jiyool masih di kelas karena dia sedang piket. “Omona!!!” gertak ilsoo membuat jiwon kaget. “wae?” Tanya jiwon bingung. “Aku lupa. Hari ini aku harus pergi menemui pamanku. Jiwon-a. kau pulang duluan saja. Aku akan kembali sore” ucap ilsoo langung lari menuju gerbang. “ahhh bocah itu, ini hari prtama. Kami tidak pulang bersama” keluh jiwon. 

Dengan malas, jiwon melangkahkan kakinya menuju gerbang dan berjalan menuju apartement nya.
TIIITTT
Sebuah klakson motor mengangetkan jiwon. Dia membalikkan badanyya dan mendapatkan seorang namja yang berpakain seragam sama dengannya. Wajahnya tertutup oleh helm. Jiwon mengerutkan alisnya.
“Perlu aku antar?” Tanya Kwangmin sambil membuka kaca helm nya. Jiwon terlihat tersenyum tipis dan ada semburat merah dipipinya. “Sunbae?? Eumm tidak usah, tempat tinggalku hanya sekitar 10 menit dari sini” ucap jiwon sopan. “Kau yakin? Aku tak akan menawarkan dua kali lho” jawab kwangmin. Jiwon hanya tersenyum sambil menggeleng. Terlihat paras kecewa dari wajah kwangmin.

“Sudahlah. Ayo cepat naik. Aku antar sampai rumahmu” lanjut kwangmin sambil menarik lengan jiwon. Jiwon hanya tersenyum lalu duduk di motor kwangmin.

Kwangmin mmembawa motor itu dengan cepat. Dan otomatis, jiwon memeluk kwangmin kencang. Sudut bibir kwangmin tertarik ke belakang.

*Jo Kwangmin POV

Kami sampai. Ternyata dia menyewa apartement di seoul. Aku kira dia asli seoul. “Kau berasal dari mana?” tanyaku saat kami dalam lift. “Aku berasal dari daegu.” Ucapnya singkat sambil tersenyum. Kurasa hoby nya tersenyum. Karena setiap dia berbicara atau diam pun dia selalu tersenyum.

“Oh.” Hanya itu yang aku ucapkan. Kami memasuki apartementnya dan akupun duduk di kursi depan tv. Dia menaruh tasnya ke kamar dan lalu berlari kecil ke dapur.

Aku memperhatikan setiap sudut apartement ini, apartement mungil yang berwarna hijau muda. Dingin dan sejuk. Terdapat alkitab di atas meja tamunya. Ternyata dia yeoja soleh. Tanpa sengaja aku melihat sebuah album photo di bawah alkitab itu. Aku mengambilnya dan membuka isinya.

Ternyata foto dia sewaktu bayi sampai sekarang, dia cantik sekali. Kulitnya puih susu dan segar. Di setiap photo ada tulisannya. Aku menemukan sebuah poto besar dengan tulisan.

“Ketika cinta pertama datang menghampiriku, dan saat itu pula hatiku terasa hidup kembali”

Dalam lembaran itu ada sebuah poto besar dengan gambar seorang namja imut yang sedang bersalaman dengan jiwon. Ternyata ini cinta pertamanya? Masih tetap gantengan aku.

Lalu aku membuka lembaran berikutnya. Aku melihat poto itu, dalam poto itu terdapat namja tadi sedang mencium pipi seorang yeoja yang kuyakini bukan jiwon, karena rambutnya pendek sebahu. Dibawahnya ada tulisan

“ Jinyoung oppa. Kali ini aku merelakan cinta pertamaku untuk sahabatku tercinta. Semoga kalian bahagia J

Ohh namja itu bernama jinyoung? Dia menyakiti perasaan jiwon. Aku yakin dia pasti sakit hati sekali.

“Sunbae??” ucap seseorang. Aku mendangahkan kepalaku dan kudapati jiwon sedang memandang lemas aku sambil berdiri. “oh mianhae. Aku tak sengaja lihat” ucapku sambil menutup album poto itu dan mengembalikannya ke tempat semula. “Ani, gwaencanha” ucapnya sambil duduk emndekatiku dan menyerahkan Tropicana sparkling rasa orange dan sebuah cemilan di toples besar.

“Jinyoung? Dia cinta pertamamu?” tanyaku hati-hati. Terlihat kesedihan dimatanya saat aku mengucapkan nama jinyoung. Kemudian dia tersenyum. “Ne, dia sunbaeku saat aku kelas 1 sekolah menengah pertama” ucapnya memulai. “aku menyukainya karena dulu kami sering mengikuti paduan sura bersama. Dia baik dan perhatian terhadapku.”

“Saat itu, aku benar-benar senang karena jinyoung oppa mengajakku ke bioskop untuk menonton bersama. Tapi saat itu juga, sahabatku, chorong tak sengaja bertemu dengan kami. Dan saat aku pergi membeli kopi untuk kami bertiga. Aku melihat jinyoung oppa sedang menyatakan cintanya pada chorong”

“aku sangat terpukul dan dengan sangat berat hati, aku memotretnya” terlihat beberapa butir krystal turun ke pipinya. Dengan cepat, aku mengusap pipinya lmbut untuk menghapus tangisan itu. Dia menatapku sendu.

“Uljima” ucapku. Dia lalu tersenyum dan mengusan tangisannya. “Gumawoyo sunbae, aku hanya ahhh biasa” ucapnya. aku tahu bagaiimana sakitnya dia. Aku juga pernah merasakannya saat aku masih kecil. Aku ditinggal cinta pertamaku. Itu sangat sakit.

‘Ceklek’

Kami menoleh pada orang yang membuka pintu apartement jiwon.
“jiwon???”


To Be Continued..



Jangan lupa RCL nya~ kalian tau?? RCL like oxygen for author (y) 
aku buat ini susuah lho. jadi hargain ya =)) 
makasih bnayak buat yang mau baca. =))

Tidak ada komentar:

Posting Komentar