Rabu, 02 Mei 2012

[Chapter 1] Capuchino Love



Cast                 : 
  • Jo Gaeun (Dalshabet)
  • Shin Dongwoo (B1A4)
Other              :
  • Dalshabet member
  • B1A4 member
  • Jung Soojung
Author            : Choi Ra eun—Ginger Choi
Genre             : Romance, sad, campus life
Length            : one shoot
Rating             : PG-17
A/N               : FF ini aku bikin buat nyelang ff sebelumnya. Soalnya ff sebelumnya belom selese. Mian yaaa. Disini aku pasang Gaeun-shinwoo couple. Soalnya aku suka banget sama couple ini. 

Happy reading




**Author POV
Seorang gadis cantik sedang sibuk dengan pekerjaannya yaitu memasukkan barang barangnya kedalam tas. Terlihat dia sedang terburu-buru. Dengan cepat dia memakai sepatu kets birunya dan berlari keluar gerbang rumahnya.

Gadis itu menyetop taksi dan masuk kedalamnya. “Chungmuro” ucap gadis tersebut kepada sang supir. Taksi tersebut melesat pergi ke chungmuro. Gadis itu mengambil i-pod nya dan memutar lagu kesukaannya. 

Tak butuh waktu lama, taksi tersebut berhenti di depan sebuah café klasik yang sepi. Mungkin karena masih pagi.

“Annyeonghaseyo” sapa gadis itu saat memasuki café. Disana hanya terdapat 2 orang pekerja. Yang satu yeoja dan satunya lagi namja. 

“Gaeun-ya. Kenapa kau elat? Biasanya kau yang duluan” ucap yeoja itu, kepada Gaeun. Gaeun hanya tersenyum simpul sambil meletakkan tasnya di loker dan mengganti bajunya.

“semalam aku menonton konser.” Bisik gaeun kepada serri, teman kerjanya.
“Dashi???” Tanya serri. Gaeun hanya mengangguk lalu keluar dari kamar ganti disusul serri. 

“ahh kau ini. Bagaimana kalau ibumu menelponku lagi?? Huh??” sepertinya serri mulai kesal dengan tingkah laku gaeun. Gaeun membalikkan badannya dan memohon untuk tetap diam dan bertingkah seolah tak tau.

“Ini untuk yang terakhir kalianya ya!” lirih serri. Mungkin dia lelah untuk terus berbohong kepada orangtua gaeun. Gaeun hanya tersenyum lebar.

“Sedang apa kalian?? Cepat layani pelanggan!” bentak Baro. Manager café tersebut. Serri dan gaeun hanya menunduk takut lalu ke posisi masing masing.

**SINWOO POV

“hahaha, iya…. Oya?? Kapan….. iya aku akan kesana… oke bye!” Sandeul menutup telponnya lalu pergi menuju dapur. Kenapa dia? Pasti dari jinyoung.

“Dari siapa?” tanyaku. Aku menatapi Koran kosong. Masih memikirkan soojung, yeoja chinguku. Dia marah besar besaran kepadaku karena semalam aku tak menjawab telponnyaa karena mabuk. Ahh ini sial! Kenapa dia harus marah??

“Dari Jinyoung hyung! Dia bilang sekarang dia akan mentraktir kita di café Baro. Hyung!! Kau mau ikut? Kalau mau, cepat mandi dang anti bajumu!” ucapnya. dia menatapku. Aku menatapnya. Detik berikutnya aku menatap handphone ku yang tak berbunyi sedikitpun.

“Jangan pikirkan soojung dulu, mungkin dia butuh berfikir. Ayolah..” ucap sandeul. Benar juga yang dia bilang. Mungkin soojung merenungkan kecemburuannya. Semoga saja dia meminta maaf padaku atas sikap ke kanak-kanakannya itu.

“Kajja!” 


**Author POV

“Annyeonghaseyo. Mau pesan apa??” Tanya gaeun kepada seorang pelanggan wanita yang baru  saja masuk. Gaeun menuliskan pesanan wanita tersebut lalu memberikannya pada serri. Lalu menghampiri seorang pelanggan lagi yang baru saja masuk. Rupanya hari ini adalah hari yang sangat sibuk untuk gaeun.

Café tempat ia bekerja sangat penuh. Padahal ini adalah awal pekan.
“Ini pesanannya. Silahkan dinikmati..” ucap gaeun ramah. Gaeun membantu serri untuk membuat sebuah capucchino. Gaeun tersenyum saat melihat caapuchionya berantakkan.

‘Ting Tong’

Sebuah bel tanda ada pelanggan masuk. Dengan cepat gaeun  berlari menuju pelanggan tersebut. Sebagian pelanggan sudah pulang dan ada 8 atau 9 meja yang kosong. 

“Mau pesan apa?” Tanya gaeun kepada 3 orang namja di depannya.
“Orange caramel” ucap seorang namja tampan berambut agak merah. Dengan cepat gaeun menuliskannya.

“Aku.. Vanilla late” ucap seorang namja lagi yang matanya sipit.
“Shinwoo-ya kau mau pesan apa??” Tanya jinyoung. Gaeun hanya melihat kearah namja yang dipanggilnya Shinwoo.

“Capucchino” ucap shinwoo singkat lalu mnatap kosong kedepan. Gaeun menuliskan pesanan sinwoo.

“Mohon tunggu sebentar” ucap gaeun lalu membungkuk sopan.
Gaeun menyerahkan pesanan ketiga namja itu kepada serri.

**Shinwoo POV

“Kenapa kau murung? Masih memikirkan soojung?” Tanya jinyoung. Aku ak menggubrisnya. Aku hanya diam menatap lurus kedepan. Entah apa yang aku lihat. Aku masih berfikir tentang soojung. Aku takut dia marah-meninggalkanku-pergi dengan namja lain. Bagaimana bila dugaanku benar?? Ahhhh aku mulai frustasi.

“Oppa..” lirih seseorang yang suaranya tak asing lagi bagiku. Suara soojung. Aku menoleh dan mendapatkan soojung tengah menatapku tak percaya. Aku berdiri lalu menatapnya.

“soojung? Kenapa kau disini??” tanyaku. Dia menatapku tajam.
“Kau jahat oppa!!!” teriaknya lalu berlari keluar. Terlihat dia menangis. Dengn cepaat aku mengejarnya.

“aaaaaahhhhhhhh” teriak seorang pegawai yang menabrakku. Atau mungkin aku yang menabraknya. Sebuah cangkir berisi capucchino tumpah mengenai bajuku yang berwarna putih.

“Yaa!!!!” teriakku. Kulihat yeoja itu membelalakkan matanya sambil menutup mulutnya. Dengan cepat dia mengambil lap dan membersihkan kotoran pada bajuku.

“Choisunghamnida…” ucapnya sambil membersihkan bajuku. Dengan kasar aku menepisnya. Dia menatapku tajam.

“Choisunghamnida..” ucapnya sekali lagi. 

“Ahhh!! Dasar yeoja gila! Kenapa kau harus menabrakku?? Lihat bajukku?? Gara gara kau! Yeoja chinguku pergi!!” bentakku. Kulihat semua orang di café memandang kea rah kami. Tak terkecuali jinyoung dan sandeul.

Tiba tiba datanglah baro, manager café ini sekaligus temanku.
“Wae irae???” tanyanya

“Shinwoo ya?? Kenapa bajumu kotor??” Tanya nya. Aku diam. Baro menatapo kearah yeoja yang ada di depan kami. Dia menunduk takut.

“ya!!! Jo Gaeun!! Lihat baju pelanggan kita! Kau merusaknya! Ahh kau ini, sudah berapa kali aku bilang padamu kalau bekerja harus serius. Dasar ceroboh!!” bentak baro.

“Choisung hamnida sajangnim. Aku tak sengaja. Tiba-tib..”

“kau dipecat!!” bentak baro. Aku membelalakkan mataku. Dipecat? Semudah itukah?? Kulihat yeoja bernama gaeun itu menatap baro tak percaya. Sebutir cairan bening menetes dari matanya. Dia.. dia mennagis.

Lalu gaeun menatapku. Dia mengerutkan dahinya. Dengan lemas dia membelikkan badannya dan masuk ke dalam sebuah ruangan. Au tak tahu ruangan apa itu.

Dia dipecat. Dia menangis. Apa itu semua karena aku?? Eotteokhae??

**Gaeun POV

Aku memeluk serri sekali lagi. Dia menangis di depanku. Aku mencoba tegar dan tersenyum.

“gaeun-ya. Jangan  pergi, aku yakin sajangnim hanya emosi. Bilang padanya yang sebenarnya.” Ucap serri. Aku hanya menggeleng lalu keluar dari ruang ganti.

Kulihat namjabernama shinwoo itu sedang mengobrol dengan sajangnim. Aku menatapnya lirih. Dia menatapku. Detik berikutnya aku membalikkan badannku lalu pergi.

Sajangnim sudha memberikan uang gajiku selama ini. Uangnya cukup untuk hidupku beberapa bulan kedepan. Tapi aku harus mencari pekerjaan lagi. Oh iya, di dekat kampusku ada sebuah café yang kurasa membutuhkan pelayan. Aku akan melamar pekerjaan disana besok.

“aahhhh pusing sekali” ucapku lalu memijat kepalaku yang tersa pening, pusing dan berat. Sepertinya aku tak enak badan. Besok aku harus masuk kuliah. Mungkin dengan memakan obat flu akan lebih baik.

**Author POV

Pagi menjelang menggantikan malam. Kicauan burung terasa hangat terdengar. Namja pemalas ini rupanya belum bangun. 

“hoooaaammm” da mnguap lebar. Dilihatnya jam weker yang ada disamping ranjangnya menunjukkan pukul  6 pagi. Dengan malas dan amta sipitnya ia masuk ke kamar mandi.

“wae?? Iya aku segera kesana!” ucap shinwoo sambil melahap sarapannya. Dia mengambil tasnya dan menuju parkiran. Menyalakan mesin mobilnya dan langsung melesat menuju kampus.

--

Gaeun melangkahkan kakinya ke gerbang. Kepalanya masih pusing. Tubuhnya panas dan bibirnya pucat. Dengan sekuat tanaga dia memasuki kampus. Dia melewati parkiran dan

BRUUKK

Dia terjatuh tepat did pan sebuah mobil yang hendak melewat. Untung saja gaeun tak tertabrak. TIIIIIIIIITTT

Si pemilik mobil itu mememncet klakson berkali kali. Karena kesal, dia keluar mobil dan kaget melihat seorang yeoja tinggi tertidur diparkiran. 

“Kenapa dia??” Tanya shinwoo lalu mendekati yeoja itu.

“Agashhi!!!” ucap shinwoo. Shinwoo membalikkan badan si yeoja dan kaget ternyata yeoja itu Gaeun. Pelayan café yang baru di pecat karenanya.

“Gaeun-ssi!! Gaeun-ssi!! Bangun!!” teriak shinwoo. Dengan panic shinwoo mengangkat tubuh gaeun menuju mobilnya dan melajukkannya meuuju rumah sakit.

**Gaeun POV

Aku mengerjapkan maau. Pusing sekali. Dimana ini?? Langit langit putih? Apa ini kamarku?? Aku bangun dari tidurku dan tersetak saat menyadari aku berada di rumah sakit.

Kenapa aku berada disini?? Siapa yang membawaku kesini??
Aku menangkap sososk tinggi dan tampan yang sedang tertdur di ranjang rumah sakit ku ini. Siapa dia?? Aku menyingkirkan rambut yang menghalangi wajahnya.

Aku tersentak ketika melihat namja itu yang membuat ku dipecat.
“ya!!” ucapnya terbangun. 

“kau sudah bangun??” tanyanya. Aku menatapnya bingung.

“wae?? Aku tak melukaimu! Dokter bilang kau terserang thypus. Kau harus dirawat selama 2 minggu disini!” ucapnya. mwo?? Aku thypus? Bagaimna jika keluargaku tau tentang ini? Bisa celaka.

“Berapa nomor orang tuamu??” Tanya namja itu. Aku tersentak. Jangan sampai dia menelpon ibuku.

“Aniyo. Andwae! Aku ta ingin umma tau tentang ini. Kumohon jangan beritahu keluargaku..” mohonku. Dia menatapku bingung. Aku mulai mnangis.
“ya!! Kenapa kau menangis?” Tanya nya. Aku  menutup mataku. Aku menangis. Tak tau apa sebabnya.

“Ujima…” ucap shinwoo sambil menepuk pundakku. Aku menatapnya. Dia tersenyum singkat.

“Aku tak akan menelpon keluargamu.” Ucapnya. dia baik.
“Kamsahamnida..” ucapku. Dia memnberikan tissue padaku. Aku tersenyum padanya. Dia sangat baik.
 
**Shinwoo POV

Aku memasuki ruang inap gaeun sambil membawa makanannya. Tak terasa sudah 2 minggu berlalu. Dia mulai membaik. Sampai saat ini aku belum juga member tahu orang tuanya. Bukan karena aku tak ingin menolongnya lagi. 

Tapi.. aku kasihan padanya. Setiap hari ia harus berbohong pada kelurganya.
“Gaeun-ssi.. aku bawa makanan untukmu.” Ucapku. Aeun ternyata sedang mengerjakan tugasnya. Kulihart tadi temannya yang bernama jiyool memberikannya tugas dari dosen. Dia yeoja yang cantik dan cerdas. Ia hidup sendiri di seoul. Tanpa orang tuanya. Dia bilang orang tuanya tinggal di Goyang.

“uh?? Gumawoyo shinwoo-ssi” ucapny lalu menutup bukunya.

“Makan yang banyak. Besok kau bisa pulang.” Ucapku. 

“ehhhmm, shinwoo-ssi.” Ucapnya. aku menoleh padanya.

“Terimakasih atas selama ini, atas semuanya. Aku janji akan membayar biaya rumah sakit jika aku pulang nanti.” Ucapnya

“tak usah, aku yang menyebabkanmu dipecat, ini sebagai tanda minta maaf ku. Mianhae..” ucapnya. aku tersenyum, dia baik sekali. Kurasa aku…


To Be Continued..

RCL Please

Tidak ada komentar:

Posting Komentar