Cast :
- Jo Gaeun (Dalshabet)
- Shin Dongwoo (B1A4)
Other :
- Dalshabet member
- B1A4 member
- Jung Soojung
Author : Choi Ra eun—Ginger Choi
Genre : Romance, sad, campus life
Length :
one shoot
Rating :
PG-17
A/N :
FF ini aku bikin buat nyelang ff sebelumnya. Soalnya ff sebelumnya belom
selese. Mian yaaa. Disini aku pasang Gaeun-shinwoo couple. Soalnya aku suka
banget sama couple ini.
Happy reading
**Author
POV
Seorang
gadis cantik sedang sibuk dengan pekerjaannya yaitu memasukkan barang barangnya
kedalam tas. Terlihat dia sedang terburu-buru. Dengan cepat dia memakai sepatu
kets birunya dan berlari keluar gerbang rumahnya.
Gadis itu
menyetop taksi dan masuk kedalamnya. “Chungmuro” ucap gadis tersebut kepada
sang supir. Taksi tersebut melesat pergi ke chungmuro. Gadis itu mengambil
i-pod nya dan memutar lagu kesukaannya.
Tak butuh
waktu lama, taksi tersebut berhenti di depan sebuah café klasik yang sepi.
Mungkin karena masih pagi.
“Annyeonghaseyo”
sapa gadis itu saat memasuki café. Disana hanya terdapat 2 orang pekerja. Yang
satu yeoja dan satunya lagi namja.
“Gaeun-ya.
Kenapa kau elat? Biasanya kau yang duluan” ucap yeoja itu, kepada Gaeun. Gaeun
hanya tersenyum simpul sambil meletakkan tasnya di loker dan mengganti bajunya.
“semalam
aku menonton konser.” Bisik gaeun kepada serri, teman kerjanya.
“Dashi???” Tanya serri. Gaeun hanya mengangguk lalu keluar dari kamar ganti disusul serri.
“Dashi???” Tanya serri. Gaeun hanya mengangguk lalu keluar dari kamar ganti disusul serri.
“ahh kau
ini. Bagaimana kalau ibumu menelponku lagi?? Huh??” sepertinya serri mulai
kesal dengan tingkah laku gaeun. Gaeun membalikkan badannya dan memohon untuk
tetap diam dan bertingkah seolah tak tau.
“Ini untuk
yang terakhir kalianya ya!” lirih serri. Mungkin dia lelah untuk terus
berbohong kepada orangtua gaeun. Gaeun hanya tersenyum lebar.
“Sedang apa
kalian?? Cepat layani pelanggan!” bentak Baro. Manager café tersebut. Serri dan
gaeun hanya menunduk takut lalu ke posisi masing masing.
**SINWOO
POV
“hahaha,
iya…. Oya?? Kapan….. iya aku akan kesana… oke bye!” Sandeul menutup telponnya
lalu pergi menuju dapur. Kenapa dia? Pasti dari jinyoung.
“Dari
siapa?” tanyaku. Aku menatapi Koran kosong. Masih memikirkan soojung, yeoja
chinguku. Dia marah besar besaran kepadaku karena semalam aku tak menjawab
telponnyaa karena mabuk. Ahh ini sial! Kenapa dia harus marah??
“Dari
Jinyoung hyung! Dia bilang sekarang dia akan mentraktir kita di café Baro.
Hyung!! Kau mau ikut? Kalau mau, cepat mandi dang anti bajumu!” ucapnya. dia
menatapku. Aku menatapnya. Detik berikutnya aku menatap handphone ku yang tak
berbunyi sedikitpun.
“Jangan
pikirkan soojung dulu, mungkin dia butuh berfikir. Ayolah..” ucap sandeul.
Benar juga yang dia bilang. Mungkin soojung merenungkan kecemburuannya. Semoga
saja dia meminta maaf padaku atas sikap ke kanak-kanakannya itu.
“Kajja!”
**Author
POV
“Annyeonghaseyo.
Mau pesan apa??” Tanya gaeun kepada seorang pelanggan wanita yang baru saja masuk. Gaeun menuliskan pesanan wanita
tersebut lalu memberikannya pada serri. Lalu menghampiri seorang pelanggan lagi
yang baru saja masuk. Rupanya hari ini adalah hari yang sangat sibuk untuk
gaeun.
Café tempat ia bekerja sangat penuh. Padahal ini adalah awal pekan.
“Ini
pesanannya. Silahkan dinikmati..” ucap gaeun ramah. Gaeun membantu serri untuk
membuat sebuah capucchino. Gaeun tersenyum saat melihat caapuchionya
berantakkan.
‘Ting Tong’
Sebuah bel
tanda ada pelanggan masuk. Dengan cepat gaeun
berlari menuju pelanggan tersebut. Sebagian pelanggan sudah pulang dan
ada 8 atau 9 meja yang kosong.
“Mau pesan
apa?” Tanya gaeun kepada 3 orang namja di depannya.
“Orange
caramel” ucap seorang namja tampan berambut agak merah. Dengan cepat gaeun
menuliskannya.
“Aku..
Vanilla late” ucap seorang namja lagi yang matanya sipit.
“Shinwoo-ya
kau mau pesan apa??” Tanya jinyoung. Gaeun hanya melihat kearah namja yang
dipanggilnya Shinwoo.
“Capucchino”
ucap shinwoo singkat lalu mnatap kosong kedepan. Gaeun menuliskan pesanan
sinwoo.
“Mohon
tunggu sebentar” ucap gaeun lalu membungkuk sopan.
Gaeun
menyerahkan pesanan ketiga namja itu kepada serri.
**Shinwoo
POV
“Kenapa kau
murung? Masih memikirkan soojung?” Tanya jinyoung. Aku ak menggubrisnya. Aku
hanya diam menatap lurus kedepan. Entah apa yang aku lihat. Aku masih berfikir
tentang soojung. Aku takut dia marah-meninggalkanku-pergi dengan namja lain.
Bagaimana bila dugaanku benar?? Ahhhh aku mulai frustasi.
“Oppa..”
lirih seseorang yang suaranya tak asing lagi bagiku. Suara soojung. Aku menoleh
dan mendapatkan soojung tengah menatapku tak percaya. Aku berdiri lalu
menatapnya.
“soojung?
Kenapa kau disini??” tanyaku. Dia menatapku tajam.
“Kau jahat
oppa!!!” teriaknya lalu berlari keluar. Terlihat dia menangis. Dengn cepaat aku
mengejarnya.
“aaaaaahhhhhhhh”
teriak seorang pegawai yang menabrakku. Atau mungkin aku yang menabraknya.
Sebuah cangkir berisi capucchino tumpah mengenai bajuku yang berwarna putih.
“Yaa!!!!”
teriakku. Kulihat yeoja itu membelalakkan matanya sambil menutup mulutnya. Dengan
cepat dia mengambil lap dan membersihkan kotoran pada bajuku.
“Choisunghamnida…”
ucapnya sambil membersihkan bajuku. Dengan kasar aku menepisnya. Dia menatapku
tajam.
“Choisunghamnida..”
ucapnya sekali lagi.
“Ahhh!!
Dasar yeoja gila! Kenapa kau harus menabrakku?? Lihat bajukku?? Gara gara kau!
Yeoja chinguku pergi!!” bentakku. Kulihat semua orang di café memandang kea rah
kami. Tak terkecuali jinyoung dan sandeul.
Tiba tiba
datanglah baro, manager café ini sekaligus temanku.
“Wae
irae???” tanyanya
“Shinwoo
ya?? Kenapa bajumu kotor??” Tanya nya. Aku diam. Baro menatapo kearah yeoja
yang ada di depan kami. Dia menunduk takut.
“ya!!! Jo
Gaeun!! Lihat baju pelanggan kita! Kau merusaknya! Ahh kau ini, sudah berapa
kali aku bilang padamu kalau bekerja harus serius. Dasar ceroboh!!” bentak
baro.
“Choisung
hamnida sajangnim. Aku tak sengaja. Tiba-tib..”
“kau
dipecat!!” bentak baro. Aku membelalakkan mataku. Dipecat? Semudah itukah??
Kulihat yeoja bernama gaeun itu menatap baro tak percaya. Sebutir cairan bening
menetes dari matanya. Dia.. dia mennagis.
Lalu gaeun
menatapku. Dia mengerutkan dahinya. Dengan lemas dia membelikkan badannya dan
masuk ke dalam sebuah ruangan. Au tak tahu ruangan apa itu.
Dia
dipecat. Dia menangis. Apa itu semua karena aku?? Eotteokhae??
**Gaeun POV
Aku memeluk
serri sekali lagi. Dia menangis di depanku. Aku mencoba tegar dan tersenyum.
“gaeun-ya.
Jangan pergi, aku yakin sajangnim hanya
emosi. Bilang padanya yang sebenarnya.” Ucap serri. Aku hanya menggeleng lalu
keluar dari ruang ganti.
Kulihat
namjabernama shinwoo itu sedang mengobrol dengan sajangnim. Aku menatapnya
lirih. Dia menatapku. Detik berikutnya aku membalikkan badannku lalu pergi.
Sajangnim
sudha memberikan uang gajiku selama ini. Uangnya cukup untuk hidupku beberapa
bulan kedepan. Tapi aku harus mencari pekerjaan lagi. Oh iya, di dekat kampusku
ada sebuah café yang kurasa membutuhkan pelayan. Aku akan melamar pekerjaan
disana besok.
“aahhhh
pusing sekali” ucapku lalu memijat kepalaku yang tersa pening, pusing dan
berat. Sepertinya aku tak enak badan. Besok aku harus masuk kuliah. Mungkin
dengan memakan obat flu akan lebih baik.
**Author
POV
Pagi
menjelang menggantikan malam. Kicauan burung terasa hangat terdengar. Namja
pemalas ini rupanya belum bangun.
“hoooaaammm”
da mnguap lebar. Dilihatnya jam weker yang ada disamping ranjangnya menunjukkan
pukul 6 pagi. Dengan malas dan amta
sipitnya ia masuk ke kamar mandi.
“wae?? Iya
aku segera kesana!” ucap shinwoo sambil melahap sarapannya. Dia mengambil
tasnya dan menuju parkiran. Menyalakan mesin mobilnya dan langsung melesat menuju
kampus.
--
Gaeun
melangkahkan kakinya ke gerbang. Kepalanya masih pusing. Tubuhnya panas dan
bibirnya pucat. Dengan sekuat tanaga dia memasuki kampus. Dia melewati parkiran
dan
BRUUKK
Dia
terjatuh tepat did pan sebuah mobil yang hendak melewat. Untung saja gaeun tak
tertabrak. TIIIIIIIIITTT
Si pemilik
mobil itu mememncet klakson berkali kali. Karena kesal, dia keluar mobil dan
kaget melihat seorang yeoja tinggi tertidur diparkiran.
“Kenapa
dia??” Tanya shinwoo lalu mendekati yeoja itu.
“Agashhi!!!”
ucap shinwoo. Shinwoo membalikkan badan si yeoja dan kaget ternyata yeoja itu
Gaeun. Pelayan café yang baru di pecat karenanya.
“Gaeun-ssi!!
Gaeun-ssi!! Bangun!!” teriak shinwoo. Dengan panic shinwoo mengangkat tubuh
gaeun menuju mobilnya dan melajukkannya meuuju rumah sakit.
**Gaeun POV
Aku
mengerjapkan maau. Pusing sekali. Dimana ini?? Langit langit putih? Apa ini
kamarku?? Aku bangun dari tidurku dan tersetak saat menyadari aku berada di
rumah sakit.
Kenapa aku
berada disini?? Siapa yang membawaku kesini??
Aku
menangkap sososk tinggi dan tampan yang sedang tertdur di ranjang rumah sakit
ku ini. Siapa dia?? Aku menyingkirkan rambut yang menghalangi wajahnya.
Aku
tersentak ketika melihat namja itu yang membuat ku dipecat.
“ya!!”
ucapnya terbangun.
“kau sudah
bangun??” tanyanya. Aku menatapnya bingung.
“wae?? Aku
tak melukaimu! Dokter bilang kau terserang thypus. Kau harus dirawat selama 2
minggu disini!” ucapnya. mwo?? Aku thypus? Bagaimna jika keluargaku tau tentang
ini? Bisa celaka.
“Berapa
nomor orang tuamu??” Tanya namja itu. Aku tersentak. Jangan sampai dia menelpon
ibuku.
“Aniyo.
Andwae! Aku ta ingin umma tau tentang ini. Kumohon jangan beritahu
keluargaku..” mohonku. Dia menatapku bingung. Aku mulai mnangis.
“ya!!
Kenapa kau menangis?” Tanya nya. Aku
menutup mataku. Aku menangis. Tak tau apa sebabnya.
“Ujima…”
ucap shinwoo sambil menepuk pundakku. Aku menatapnya. Dia tersenyum singkat.
“Aku tak
akan menelpon keluargamu.” Ucapnya. dia baik.
“Kamsahamnida..”
ucapku. Dia memnberikan tissue padaku. Aku tersenyum padanya. Dia sangat baik.
**Shinwoo
POV
Aku
memasuki ruang inap gaeun sambil membawa makanannya. Tak terasa sudah 2 minggu
berlalu. Dia mulai membaik. Sampai saat ini aku belum juga member tahu orang
tuanya. Bukan karena aku tak ingin menolongnya lagi.
Tapi.. aku kasihan
padanya. Setiap hari ia harus berbohong pada kelurganya.
“Gaeun-ssi..
aku bawa makanan untukmu.” Ucapku. Aeun ternyata sedang mengerjakan tugasnya.
Kulihart tadi temannya yang bernama jiyool memberikannya tugas dari dosen. Dia
yeoja yang cantik dan cerdas. Ia hidup sendiri di seoul. Tanpa orang tuanya.
Dia bilang orang tuanya tinggal di Goyang.
“uh??
Gumawoyo shinwoo-ssi” ucapny lalu menutup bukunya.
“Makan yang
banyak. Besok kau bisa pulang.” Ucapku.
“ehhhmm,
shinwoo-ssi.” Ucapnya. aku menoleh padanya.
“Terimakasih
atas selama ini, atas semuanya. Aku janji akan membayar biaya rumah sakit jika
aku pulang nanti.” Ucapnya
“tak usah,
aku yang menyebabkanmu dipecat, ini sebagai tanda minta maaf ku. Mianhae..”
ucapnya. aku tersenyum, dia baik sekali. Kurasa aku…
To Be
Continued..
RCL Please
Tidak ada komentar:
Posting Komentar