Sabtu, 05 Mei 2012

[Chapter 2] Capucchino Love





Cast : 

  • Jo Gaeun (Dalshabet)
  • Shin Dongwoo (B1A4)
Other : 
  • Dalshabet member
  • B1A4 member
  • Jung Soojung

Other              :
Author             : Choi Ra eun—Ginger Choi
Genre             : Romance, sad, campus life
Length            : one shoot
Rating             : PG-17
A/N                 : FF ini aku bikin buat nyelang ff sebelumnya. Soalnya ff sebelumnya belom selese. Mian yaaa. Disini aku pasang Gaeun-shinwoo couple. Soalnya aku suka banget sama couple ini. 

Happy reading




**Author POV

“mau masuk dulu??” Tanya gaeun saat shinwoo sampai di sepan rumahnya. Shinwoo mengangguk dan mereka pun masuk kedalam.

“Rumahmu rapi sekali.” Kagum shinwoo. Gaeun hanya tersenyum kecil. Malu.
“gumawoyo..” ucap Gaeun.

“Kau yang membuatnya?” Tanya shinwoo pada sebuah keranjang bunga yang bentuknya unik. Gaeun menoleh dan mengangguk.

“Ternyata kau juga kreativ ya. Aku suka yeoja sepertimu.” Ucap shinwoo.

Gaeun langsung terdiam, begitupun shinwoo. Mereka saling pandang. Dan tercipta lah ke canggungan. Gaeun memalingkan wajahnya kea rah tas dan menyimpan tasnya ke kamar. Sedangkan shinwoo langsung duduk dan diam.

Gaeun kembali dengan 2 capuchino hangat di tangannya. Shinwoo membantu membawakan gelas yang satunya dan menyimpannya di meja. 

“Ahh gumawoyo..” ucap gaeun. shinwoo hanya tersenyum simpul.

“hmmm tidak pernah ada yang kesini sbelumnya, aku merasa sangat senang sekali bila ada teman mengunjungi rumahku. Rasanya hangat” ucap gaeun tiba-tiba. 

Shinwoo menoleh kearahnya dan menatap gaeun.

“jadi, aku adalah orang pertama yang mengunjungi rumahmu?” Tanya shinwoo. Gaeun mengangguk. Ada rasa senang terhadap pengakuan gaeun.

“Silahkan diminum” ucap gaeun. shinwoo mengangguk lalu meminum capuchino buatan gaeun. rasanya manis, seperti gaeun.
--
“Hati-hati..” ucap gaeun. shinwoo melambaikan tangannya lalu melajukan mobilnya pulang.

“Dia baik sekali. Tuhan apakah ini namanya cinta? Sungguh aku baru pertama merasakannya..” ucap gaeun senang. Dia tidur sambil mendengarkan music lewat i-pod nya.

“jaljayo shin dong woo..” ucap gaeun lalu tertidur.

**Author POV

Hari demi hari mereka lalui bersama. Sekarang gaeun sudah mempunyai pekerjaan baru sebagai pelayan di café sekaligus mengajari murid sd belajar matematika dan inggris. 

Setiap pulang dari café tempat gaeun bekerja, shinwoo selalu saja menjempuntnya. Sehingga Subin, teman se pekerjaan gaeun menggodanya. Banyak yang beranggapan bahwa mereka pacaran. Jika ditanya pasti mereka hanya senyum tipis dan menggeleng. Entahlah, mereka seperti begitu tak ingin mengakui mereka pacaran.
Besok adalah hari Valentine. Gaeun menyiapkan satu toples besar cokelat buatannya. Dia membuat itu khusus untuk shinwoo.

“Semoga dia menyukainya..” ucap gaeun setelah selelsai membungkuh cokelat itu pada sebuah wadah berbentuk persegi dengan bungkus kado berwarna pink tua dan berpita.

Dengan penuh rasa bahagia, gaeun meraih ponsel nya yang berada di saku celananya dan mengirim pesan singkat pada shinwoo.

To : Shin Dong Woo
Shinwoo-ya, apakah besok kau ada acara? Aku ingin bertemu denganmu. Bolehkah? Temui aku di taman dekat café ya^^

From : Shin Dong Woo
Tidak ada. Kau pasti merindukanku ya? Haha iya, aku akan menunggumu sepulang kau kerja. Jangan lama lama dan bawalah capuchino^^

**Shinwoo POV

Aku duduk di ayunan taman dekat café tempat gaeun bekerja. Tak lama kemudian aku melihatnya melambaikan tangannya dan berlari kearahku. Aku berdiri dan tersenyum kearahnya.

“Sudah lama?” 

“Aniyo, aku baru saja datang” 

Gaeun tersenyum. Hening

“Hmmm ini untukmu. Aku membuatkannya kemarin malam” ucap gaeun menyerahkan bingkisan berwarna pink tua. Aku tersenyum tipis. 

Apa ini?? Apakah coklat? Romantic sekali dia.

“Aku buka ya” ucapku. Dia mengangguk.  Aku membukanya dan ternyata isinya cokelat. Bentuknya sangat lucu. Aku menatapnya dan mengacak rambutnya gemas.
“gumawoyo” ucapku padanya.

“Ne cheonmaneyo” jawabnya. Hening

“Boleh aku mencobanya?” tanyaku. Dia mengangguk

“oette??” tanyanya penasaran

“Rasanya aneh..” ucapku smabil terus mengunyah cokelat itu. Kulihat dia 
mengembungkan pipinya. Aku tersenyum lalu mengacak rambutnya pelan.

“Kau lucu sekali. Rasanya sangat enak, manis sepertimu” ucapku membuatnya bersemu merah.

“uh?? Bisa saja” ucap gaeun malu. Aku menyerahkan satu cokelat kepadanya. Dia memakan nya.

“oh iya, ini capuchino pesananmu.” Ucapnya sambil menyerahkan satu gelas capuchino padaku. 

“Kau membawanya satu?” tanyaku. Dia mengangguk

“Ini, kau juga harus minum.” Ucapku. Dia lalu meminum capuchino nya. Krimnya belepotan di bibir atasnya. Dia tersenyum manis.

Dia meraih tissue dan membersihkan bibirnya.

“Oh iya.. kau tau tidak sekarang hari apa??” tanyanya. Aku berpikir sejenak untuk mengingat sekarang hari apa.

“Hmm  hari rabu??” jawabku. Senyumnya terlihat memudar. Kenapa? Aku salah??
“wae??” tanyaku lagi. 

“Anniyo” ucapnya lalu terdiam.

--

Gaeun membungkukkan badannya setelah turun dari mobilku. Sebelum akhirnya dia masuk ke dalam rumahnya, aku menahan tangannya.

Dia menoleh ke arahku dan menatapku bingung.

“Boleh aku masuk?? Disini dingin sekali” ucapkku. Dia mengangguk lalu membuka gerbang rumahnya.

Dia menyerahkan segelas capucchino padaku. Sama seperti yang dia buat kemarin, rasanya semakin hari semakin enak.

“Besok kau ada kelas?” tanyaku.

“Ada. Wae?” tanyanya.

“Hmmm aku ingin mengajakmu kerumahku. Eotthe??” tanyaku. Dia terlihat berfikir sejenak.

“ne, jam berapa??”tanyanya setelah sekian detik aku menunggunya untuk menjawab.
“Sepulang kau kuliah. Besok jadwal café tak padat kan? Anak anak juga sedang libur kan??” tanyaku memastikan. Dia mengangguk lalu meminum capucchino nya lagi. 

Bagus.

--

“saatnya aku pulang” ucapku. Dia berdiri lalu mengantarkanku sampai depan.

“hati hati dijalan ya..” ucapnya sambil tersenyum. Aku mengangguk.

Dia membalikkan badannya. Dengan cepat aku menarik tangannya dan..

Chu..

kulihat dia membelalakkan matanya. Dia mendoronku namun dengan cepat kutahan. Rasanya manis. Rasa capucchino yang ia minum tadi.

“Shin..shinwoo ya???” tanay nya sambil menyentuh bibirnya. Aku hanya tersenyum.

“Jaljayo” ucapku lalu melajukkan mobil kearah rumah. Aku senyum sendiri ketika mengingat kejadian barusan. Sungguh malu sekali.

*Gaeun POV

Aku masih tak percaya dengan apa yang terjadi tadi. Dia.. dia menciumku.. itu ciuman pertama ku. Ya tuhan.. bagaimana ini?? Aku semakin menyukainya. Apa yang harus aku lakukan??


From : Park Subin
Gaeun ya.. bagaimana rasanya??

Aku mengerutkan dahi. Apa yang dia bicarakan? Rasa apa?? OMO!!!
Dengan cepat aku membalas pesannya.

To : Park Subin
Kau?? Kau melihatnya?? Kau dimana sekarang??

Dengan panic, aku keluar rumah dan kudapatkan subin sedang tertawa cengengesan. Aiissshh anak ini melihatnya. Bagaimana ini?? Bagaimana jika dia meyebarkannya ke Gongchan?? Aiihhh 

“ya!! Masuk!” ucapku, dia tersentak dan tersenyum padaku. Kami masuk.
“Oetthe?? Rasanya manis kah??” tanyanya menggodaku. Aku malu ditambah kesal. Ahhh dia melihatnya!!!

“Kau melihatnya??” tanyaku

“Bukan hanya itu,aku juga mengmbil gambar kalian berciuman. Kalau gongchan tau, dia pasti akan bilang pada sajangnim. Kkkkk” ucapnya. dia tak bisa berhenti tertawa. Membuatku kesal dan jengkel.

“jangan perlihatkan pada siapapun, cukup kau dan aku.. ne” mohonku. Dia berpura pura berpikir. Aihhh so jual mahal sekali anak ini.

“Subin-ya.. ne, aku mohon..” ucapku sekali lagi

“Ne, tenang saja. Hahahaha” jawabnya sambil tertawa lepas. Tawanya bisa membuat seorang raksasa datang kerumahku.

“Ohh iya, ngomong ngomong, kau menyukainya??” Tanya subin. Aku hanya bisa diam. Entahlah, aku menyukainya, tapi rasa itu tiba tiba datang dan tiba tiba pergi. Aku masih bingung dengan perasaanku.

“ya!! Kenapa diam??” tanyany lagi.

“Ani, subin-ya.. aku masih bingung dengan perasaanku. Terkadang aku merasa aku mnyukainya lebih dari sekedar teman, tapi terkadang rasa itu sering datang dan pergi begitu saja. Aku bingung.” Ucapku

“Mungkin itu yang dinamakan cinta..” lanjutku

“Kau bukan hanya menyukainya! Kau mencintainya Gaeun-ya!!” teriak subin tepat 10 cm dari telingaku.

“Ya!! Aku bisa mendengar yang kau ucapkan! Tak usah berteriak seperti itu!!” garangku. Dia hanya tersenyum maaf.

“Itu namanya cinta?? Aku mencintai shinwoo???” tanyaku.

“Gaeun-ya… aku haus, dari tadi kau tak memberiku apapun. Hanya curhat tentang pangeran kacamatamu itu.” Ucapnya. oh iya, aku lupa member dia minum.

Aku lantas menuju dapur dan membuatkan sebuah capucchino hangat untuk subin.
“Kau sangat menyukai capucchino??” tanyanya. Aku mengangguk.

“Kalian jodoh!” teriaknya lagi. Aku sudah memperingatinya untuk tidak berteriak. Anak ini!!

“Jangan berteriak subin-ya..” ucapku lemas.

“Mianhae” ucapnya singkat

“jodoh apa?” tanyaku.

“Kau dan shinwoo. Capucchino couple. Kalian sama sama menyukai capucchino.” Ucapnya. oya?? Aku baru sadar akan hal itu.

“Sudahlah, kajja kita tidur!” aku menariknya ke kamarku. Malam ini dia akan menginap dirumahku. Dia bilang orangtuanya sedang pergi ke busan.

*Author POV

“Selamat tinggal” ucap gaeun saat dia menaiki taksi meninggalkan subin dirumahnya.

From : Shin Dong woo
Aku menunggumu di depan kelas, cepat ya^^

Gaeun hanay tersenyum membaca itu. Tak lama kemudian, dia sampai di kampus dan memasuki kelasnya. Terlihat shinwoo yang menunggunya di kelas.
“Sudah lama??” tanay gaeun.

“Iya, sudah sangat lama. Aku pegal menunggumu. Kajja” ucap shinwoo sambil menarik gaeun keluar.

“Mau kemana?? Aku ada kelas hari ini shinwoo-ya” ucap gaeun.
“Bimil” ucap shinwoo. Gaeun hanya tersenyum simpul.

---

“Ini cocok untukmu” ucap shinwoo saat gaeun memakai bando berbentuk telinga kelinci. gaeun tersenyum manis.

“Seharusnya kau yang memakainya.” Ucap gaeun sambil memasangkan bando tersebut di kepala shinwoo.

“Kau kan seperti kelinci” ucap gaeun lalu meninggalkan shinwoo yang masih memperhatikan dirinya di depan cermin.

Mereka berdua sedang berada di taman hiburan. Ini adalah pengalaman pertama gaeun di taman hiburan bersama namja yang bukan keluarganya. Mungkin agak berbeda untuk gaeun.

“Ayo naik itu” ajak shinwoo pada sebuah roll coaster yang besar. Gaeun tersentak dan menarik tanganny dari shinwoo.

“Wae??” Tanya shinwoo.

“Itu, menakutkan” jawab gaeun takut. Shinwoo mendektinya dan merangkulnya.

“Ada aku, kau akan baik baik saja” ucap shinwoo. Gaeun terpana atas ucapan shinwoo. Lelaki pertama yang mengatakan hal romantis itu kepada gaeun. dengan kekuatan yang diberikan shinwoo padanya, gaeun pun mengikuti shinwoo.

Shinwoo menggenggam tangan gaeun erat. Mereka saling bertatapan.

“Gumawo shinwoo-ya” ucap gaeun.

“Untuk apa??” 

“Untuk selama ini.” Ucap gaeun.

“Hey, Jangan bicara seperti itu.” ucap shinwoo

Roll coaster pun mulai berjalan dan lebih cept. Semua penumpang berteriak tak terkecuali gaeun.

“Saranghae!!!!! Jo Gaeun Saranghae!!!” teriak shinwoo. Gaeun mendengarnya sekilas dan menatap shinwoo yang tengah menatapnya.

“Nado saranghaeyo Shin Dong Woo!!” balas gaeun. mereka tertawa bersama dan tersenyum satu sama lain.

--

*Gaeun POV

Sungguh hari yang melelahkan. Kami menaiki banyak hawana prmainan yang menantang. kami juga membeli gula gula bersama. Sungguh indah dan romantic.
“Ini untukmu” ucap shinwoo, aku menoleh dan mendapatkan shinwoo sedang menyerahkan sebuah kalung berbentuk hati terbelah. 

“Apa ini??” tanayku. 

“Ini adalh kalung pasangan. Ini untukmu dan ini untukku” ucap shinwoo. Kalung pasangan?? Sungguh romantic, ini seperti mimpi. Aku sering melihat adegan ini di drama drama tv.

“Pasangan??” tanyaku.

“Ne, kau dan aku pasangan. Mulai saat ini, kau adalah pasanganku. Kau maukan menjadi pacarku??” tanay shinwoo. Aku menoleh ke arahnya yang tengah menatapku serius. Aku bingung, apa yang harus aku jawab??

“Diammu ku anggap iya. Ayo kita pulang. Sudah malam” ucapnya lalu menarikku ke luar.

Diamemintaku menjadi pacarnya?? Ya tuhan ini benar benar beruntung. Terima kasih tuhan.

--

*Shinwoo POV

Aku mengajak gaeun menuju apartementku. Sebenarnya aku ingin memperkenalkannya kepada orang tuaku. Tapi sayangnya hari ini hujan, dan mereka tak bisa datang.

“Tidak apa apa kah?” tanyaku memastikan.

“Gwaencanhayo, mungkin karena ujan mereka tak datang.” Ucap gaeun. aku tersenyum. Dia sungguh mengerti aku, kami menaiki lift dan berheti tepat di lantai 7.

Ting
 
Lift terbuka dan aku tersentak melihat seorng yang taka sing bagiku.

“Neo???”


To Be Continued


Mian ya kalo jelek, RCL pelase. Hargai ya.. J
Buat lanjutannya aku pasti bakal cepet dan semanga.Mohon pengertiannya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar