Title :
Lovely killer (chapter 2)
Author :
Sheny alviany ( @shenyalviany_ )
Main Cast :
- Do Kyung Soo
- Lee Ji Eun
Other cast :
- Byun Baekhyun
Length :
Chaptered
Genre :
Romance, drama
Rating :
PG-17
Annyeong.. aku kembali membawa kelanjutan ff
Lovely Killer. Mian ya kalo jelek, masih pemula hhehe. Aku berterima kasih
banget sama admin yang udah mau publish ff ini. Dan reader yang mau baca.
Gumawo^^
RCL yaaa^^
Happy reading^^
*Kyungsoo’s side
Aku mengelilingi toko buku ini, mencari
sesuatu yang menarik. Tapi yang namanya toko buku pasti isinya buku. Aku
melihat jieun yang masih memilah milah buku. Aku hendak mendekatinya, tetapi
tiba tiba ponselnya berbunyi dan dia membelakangiku.
Setelah beberapa detik berlalu, aku mencoba
mendekatinya kembali.
“Sudah ketemu?” tanyaku.
Dia menoleh lalu mengambil buku yang kurasa dicarinya.
“Ne, sudah.” Jawabnya sambil tersenyum kaku. Aku hanya
diam. Dengan cepat dia menyimpan ponselnya ke dalam tas.
“Sudah selesai? Kajja” ujarku saat dia telah selesai
membayar buku yang ia beli.
-
Dia diam. Jieun diam selama perjalanan menuju halte.
Entahlah, mungkin karena dia bosan, melamun atau pesan yang ia baca tadi. Aku
tak tahu, tapi aku mencoba mengerti. Aku hanya diam tak berucap sepatah
katapun.
Setelah sampai halte, dia membungkukkan badannya sopan.
Hari ini kami tak pulang bersama, aku bilang karena ada perlu. Tapi sebenarnya
aku tahu bahwa dia butuh waktu untuk sendiri.
Aku kembali melangkahkan kakiku kearah yang sama dengan
bis yang ditumpangi jieun. Berjalan gontai sambil menendang kerikil atau kaleng
yang mengotori pemnadangan jalan menuju kompleks rumahku.
Tak terasa sudah jam 20:00 lagi.
‘kruuyuuukk’ ahh benar benar
memalukan kau do kyungsoo! Aku merutuk diriku dalam hati. Perutmu berbunyi
nyaring sekali, tapi untungnya tak ada siapapun di jalan ini. Aku berbalik dan
melangkah menuju restoran cepat saji yang berada tak jauh dari jalan masuk
kompleks.
-
*Jieun’s side
Bagaimana mungkin ini bisa terjadi? Nama itu.. aku tak
bisa mempercayainya. Aku menepuk keras sekali pipiku. Sakit. Aku mengusap usap
pipiku yang merah akibat tabokanku sendiri. Ini bukan mimipi Lee Jieun! Bukan
mimpi! Kau harus menghadapi kenyataan pahit ini!
Flashback
Aku membuka ponselku. Terdapat satu pesan disana. Dari
sajangnim.
From :
Sajangnim
Daftar nama baru yang perlu di
selidiki :
1.
Kim Joonmyung
2.
Oh Sehun
3.
Do Kyungsoo
Aku membelalakan mataku. Mwo?! Do
kyungsoo?? Maksudnya kyungsoo yang sekarang tengah bersamaku dan sekarang tengah
aku cintai??
Flashback end
Bagaimana ini? Apa sajangnim tak salah mengetik? Do
kyungsoo yang ia maksud siapa?? Kyungsoo yang aku cintai? Apa kyungsoo lain
yang ternyata adalah pelakunya? Arrrgghhh! Aku mengacak rambutku frustasi.
Tiba tiba ponselku bergetar, aku mengambilnya malas
lalu membuka pesan dari baekhyun.
From :
Baekhyun
Kau sudah pulang kerumah? Kau sudah
makan? Jika belum aku akan traktir, otthe??
Dengan malas aku mengetik balasan.
To :
Baekhyun
Sudah, aku sudah makan. Gumawo kau
sudah memperhatikanku. Kau makanlah yang banyak, mungkin traktiranmu itu lain
kali.
Sent
Ahh matta! Aku mengingat sesuatu.. aku belum makan, dan
sekarang aku lapar. Oh tuhan..
Aku mengambil dompetku, kulihat hanya tersisia uang 5
lembar 10 ribu won. Aku tahu ini cukup untuk aku makan beberapa hari kedepan.
Tapi bagaimana dengan biaya buku yang belum aku bayar pada sonsaengnim?
Arrggghhh
Aku memakai jaketku dan lalu mengunci pintu rumahku.
Aku berjalan agak sedikit cepat. Sekarang aku tengah berjalan menuju lestoran
yang tak begitu jauh dari arah rumahku. Aku lapar sekali.
“Annyeong haseyo” ucap ku bersamaan, tapi tunggu. Aku
merasa ada yang berbicara sama sepertiku. Aku menoleh kea rah kiri dan
ternyata.. mwo?! Kyungsoo ada disini?? Kenapa ia disini??
Kami saling betatapan tak percaya.
“Annyeong aaseyo” sapa ahjumma yang sontak membuat kami
terbangun dari lamunan kami.
“Silahkan duduk” ucapnya sopan, aku mengangguk lalu
melirik kyungsoo. Dia tersenyum lalu mempersilahkan aku duduk duluan.
“Bolehkah aku duduk disini?” Tanyanya. Aku mengangguk
cepat sambil tersenyum.
Tuhan, apa ini? Aku bertemu kyungsoo. Saat ini dia
tengah ada dipikiranku, dan daebaknya dia sekarang tengah duduk didepanku. Apa
dia akan pesan makanan?
-
*Kyungsoo’s side
Pesanan datang dan sekaligus menghentikan pembicaraan
kami. Aku dan jieun hanya bicara tentang kampus, tak ada yang menarik bukan?
Tentu. Karena aku tak tahu apa yang harus aku bicarakan padanya.
“Waahhh aku suka sekali belut panggang ini. Sudah
dangat lama aku tak memakannya. Terakhir aku makan, dua tahun yang lalu. 15
hari sebelum omma meninggal” ucapnya lirih. Aku melihatnya yang sedang menatap
arti belut yang ada di sumpitnya.
“Geure? Aku bahkan belum pernah makan belut ini sama
sekali, seumur hidup ku tak pernah memasak belut” jawabku.
“Kau bisa memasak?” tanyanya sambil membelalakan
matanya. Lucu sekali.
“Ne” jawabku sambil tersenyum
“waahh daebak.. aku bahkan tak bisa memasak, tak ada
yang mengajariku memasak.” Jawabnya terdengar sedih.
“Kalau begitu lain kali akan aku ajarkan, memasak spageti
kimchi ala do kyungsoo” ujarku sedikit angkuh. Dia terkekeh renyah. Aku
menatapnya yang sedang tertawa lepas.
Kami selesai makan. Benar benar kenyang.
“ahjumma, aku ingin pesan soju 1 botol” ucapku pada
ahjumma pemilik lestoran ini. Dia mengangguk lalu mengambil soju yang berada di
lemari pendingin dan memberikannya padaku.
“Kamsahamnida..” ucapku.
“Nado” lanjut jieun. Aku menatapnya.
“Kau suka soju?” tanyaku. Dia terlihat bingung untuk
menjawab
“ahh aku.. belum pernah meminumnya” jawabnya polos.
“Jongmal?? Aku kira kau sering meminum soju. Kau tahu??
Rasanya sangat…. Nikmat” ucapku sambil menggodanya.
“Ya!! Lihat saja siapa yang bisa emnghabiskan banyak
botol soju!” ucapnya. aku hanya tertawa garing.
-
Aku kira dia bercanda. Tapi apa nyatanya? Dia
menghabiskan lebih dari lima botol soju. Aku melihtanya yang sudah setengah
sadar. Berulagkali dia memukulku dan bercerita tentang hal yang tak menarik
sekalipun. Akhirnya dengan bujukan keras dan menunggu dia sampai tertidur
akupun mengantarnya pulang.
Badannya yang kurus kecil ternyata tak seringan yang
aku bayangkan, dia berat.
Membuatku encok dan pegalinu. Aku memasukkannya
kedalam mobilku.
Memasangkan sabuk pengaman. Aku masuk dan menstater mobilku.
Tak lama kemudian, kami sampai di depan rumahnya. Au
berhetni dan menatap wajah polosnya yang sedang tertidur, tanpa beban.
Aku menyibakkan helaian rambut yang terjatuh dan
menutupi sebagian wajahnya. Kuselipkan ke belakang telinganya. Dia terlihat
sangat cantik.
Aku menunduk dan mendekatkan kepalaku ke wajahnya.
Sedikit demi sedikit bisa kurasakan napas lembutnya menyapu hidungku. Hidung
kami bertemu dan ku kecup singkat bibir mungilnya.
“aku tahu semuanya,” ucapku. Ya aku mengetahui
semuanya. tau bahwa dia adalah agent yang diutus untuk menyelidiki kasus
pembunuhan tuan kang, ayah tiriku.
-
Author’s side
Kyungsoo menggendong jieun menuju kamarnya. Jieun mulai
tersadar dan terjaga seutuhnya. Dia menatap kyungsoo yang sedang menatapnya
nanar.
“gumawo,” ucapnya seperti berbisik. Kyungsoo tersenyum
lalu berbalik. Tapi, tangan jieun dengan cepat menahan tangannya. Membuat dia
berhenti, tapi tak membalikan badannya.
“ada.. sesuatu yang harus aku bicarakan” ucap jieun
tertahan. Kyungsoo berbalik dan duduk di tepi ranjang. Jieun bangun dan
menundukan wajahnya.
“aku tahu ini egois, aku juga tak tau harus bagaimana
bersikap.aku bingung, jujur aku baru pertama kali merasakannya, setiap berada
di dekatmu aku selalu merasa nyaman. Dan hatiku berdesir tak tentu. Yang aku
tahu aku tengah mencintaimu..” lirih jieun membuat kyungsoo terpaku.
Hening
Mereka saling pandang. Tiba-tiba kyungsoo tersenum dan
menggenggam tangan mungil jieun.
“sesungguhnya apa yang kita rasakan adalah sama” ujar
kyungsoo sambil tersenyum. Jieun terhenyak, dia menongak dan menatap kyungsoo
penuh harap, mencari kebohongan dalam mata kyungsoo.
Tiba-tiba kyungsoo mendekatkan tubuhnya dan jieun hanya
membelalakan matanya. Mereka saling pandang hingga saatnya wajah kyungsoo tepat
berada di depan wajahnya. Bibir tebal kyungsoo mengecup basah permukaan bibir
tipis jieun.
kecupan di bibir mereka berubah menjadi lumatan yang
sangat intim dan panas. Hingga saatnya jieun telah naked dan kyungsoo berada
tepat diatasnya, menindihinya. Dikecupnya bibir kecil jieun.
“aku yang membunuhnya” tiba-tiba kyungsoo berujar.
Jieun membelalakan matanya
“aku tau aku kejam, aku yang mmbunuh tuan kang, ayah
tiriku.” Lanjutr kyungsoo. Mata jieun membelalak bukan main, mereka saling
berpandangan.
“aku mencintaimu” jawab jieun sambil tersenyum manis,
kyungsoo tak menyangka jieun akan bicara seperti itu.
“apapun kau, siapapun kau, aku akan selalu mencintaimu”
lanjut jieun. Jieun kembali mengalungkan tangannya di leher kyungsoo dan
merasakan geli di lehernya karena kyungsoo memulai aksinya.
-
Baekhyun’s side
Aku meremas tanganku kesal. Jieun berbohong padaku! Dia
bilang dia sudah makan malam. Tapi apa nyatanya? Dia makan malam bersama si
kyungsoo itu dan pulang bersama. Aku mengikuti mereka. Ternyata ke rumah jieun.
Tiba-tiba ponselku berdering nyaring, aku mengangkatnya
. itu dari sajangnim.
“yeoboseyo?” tanyaku
Mataku membelalak. Mwo?! Do kyungsoo adalah tersangaka
dalam kasus ini?! Kurang ajar!
“ne sajangnim, sekarang dia tengah berada di rumah
agent lee jieun. Kirim polisi untuk menangkapnya. Aku takut jieun kenapa-napa”
jawabku panic. Sambungan terputus dan aku menyiapkan senjataku untuk mengepung
si bajingan kyungsoo itu.
-
Jieun’s side
Aku menatap kyungsoo yang sedang terengah. Nafasnya
tersenggal akibat permainan kami barusan kkk. Dia sangat seksi dan tampan,
dengan rambut acak-acakan dan badan lengket penuh peluh.
Dia menatapku. Kami tersenyum, dia mengecup keningku.
Aku senang sekali
“mianhae, aku telah merebutnya. Ini pertama kan?”
ucapnya. aku mengangguk sambil tersenyum. Dia memelukku dan memasangkan selimut
pada tubuh naked kami.
“aku akan bertanggung jawab” lanjutnya.
“jeongmal?” tanyaku menggodanya
“pasti. Aku akan menikahimu besok kalo perlu” jawabnya
dengan nada serius
“gumawo” ucapku sambil mempererat pelukanku pada
pinggangnya.
Tiba-tiba sebuah sirine berbunyi sangat nyaring dan
bising. Membuat kami tekejut, tepat di depan tumahku terdapat banyak sekali
mobil dengan laser yang ditunjukkan tepat pada jendela kamarku.
Kami tertegun, kaget akan semua ini.
“cepat pakai bajumu” ucapnya. dengan cepat kami memakai
baju kami.
“DO KYUNGSOO! KELUAR KAU! KAMI TAHU KAU PELAKUNYA!
SEMUANYA SUDAH BERAKHIR SEKARANG! KAU! KELUAR ATAU TIDAK RUMAH INI AKAN KAMI
LEDAKAN!” suara dari speaker itu membuat kami terbelalak kaget. Kyungsoo
mengintip dari celah jendela dan berung kali mendesah kesal
“cepat larikan diri dari sini, aku akan menyusul”
ucapnya.
“mwo? Sirheo! Aku ingin bersamamu!” ucapku. Dia
menatapku nanar.
Tanpa menjawab dia langsung mencium bibirku dengan
sedikit keras hingga sampai pintu kamar kami di dobrak dan kami melepaskan
ciuman kami dengan terpaksa. Kyungsoo di seret dengan kasarnya, dia terlihat
pasrah. Sedangkan aku di amankan oleh baekhyun dan satu rekanku, yeoja. Aku
menangis dalam diamku. Kyungsoo, kau berjanji akan selalu bersamaku..
-
Author’s side
Sidang kasus pembunuhan tuan kang selesai. Do kyungsoo,
sebagai tersangka dijatuhi hukuman penjara selama 5 tahun lamanya.
Sedangkan jieun, dia memutuskan untuk mengundurkan diri
dari pekerjaannya sebagai agent dan memilih untuk menjadi guru tk di dekat
taman kota. Akhir-akhir ini dia sedang tidak enak badan, selalu mual, pusing,
dan sakit dibagian perut. Sunyoung sahabat barunya pun selalu menemaninya
dirumah. Sudah dua bulan ini jieun sakit.
-
Five years later..
Seorang namja tampan bertopi menggunakan hodie dan
sepatu allstar berjalan santai menuju sebuah kedai masakan cepat saji.
Dia masuk dan duduk di sebuah kursi lalu memesan
sesuatu.
Setelah pesananya datang, dengan lahap dia memakan
makanan tersebut dalam diam. Belut panggang, dia masih ingat kenangannya
bersama yeoja yang dicintainya lima tahun lalu, memakan balut dan soju sampai
mabuk. Perasaannya sama sekali tak berubah, tetap mencintai yeoja itu dan akan
selalu mencintainya.
Dia berdiri lalu membayar pesanannya.
“appa” sebuah suara mengangetkannya. Dia diam sejanak
lalu berbalik dan mendapati seorang anak kecil yang sedang tersenyum padanya,
dan memanggilnya appa.
Dia berjongkok hingga sejajar dengan anak tersebut,
namja itu tersenyum sambil mebenarkan tatanan rambut si anak.
“aku bukan ayahmu na,” jawab kyungsoon sambil
tersenyum. Raut wajah anak itu menjadi murung dan sedih. Tiba-tiba seorang
yeoja menghampirinya dengan panic.
“kyungsjin-ah! Kau kemana saja! Umma mencarimu!” ucap
yeoja itu dan menarik kyungjin—nama anak tersebut. Menariknya kepelukannya dan
mengusap rambut kyungjin dengan penuh rasa sayang.
Kyungsoo memperhatikan yeoja itu.
“appa” tunjuk kyungjin pada kyungsoo. Yeoja itu menatap
kyungsoo penuh haru, mereka berdua saling memandang. Yeoja itu—jieun. menutup
mulutnya ta percaya. Mereka dipertemukan lagi di tempat kencan pertama mereka.
Saat makan belut.
“appa” ucap kyungjin mencairkan suasana. Kyungsoo
tersenyum lalu menggendong kyungjin dan berdiri.
“ne, aku appamu kyungjin-ah” jawab kyungsoo lalu
mengecup pipi kyungjin gemas. Jieun ikut berdiri dan memperhatikan mereka
berdua, do kyungjin, anaknya beserta do kyungsoo, ayah dari anaknya.
“aku merindukanmu” ucap kyungsoo sambil menarik jieun
ke pelukannya. Jieun menitikan akur mata lalu memeluk kyungsoo dan kyungjin
dengan penuh rasa bahagia.
EPILOG
Kyungsoo mngendarai mobilnya menuju rumah baru mereka,
bukan lalu jieun dan kyungsoo menikah. Mereka pindah kerumah baru mereka di
yeoido. Rumah minimalis dan hangat untuk keluarga kecil bahagia.
“kyungjin-ah~ waktu itu kenapa kau mengira aku ini
ayahmu?” Tanya polos kyungsoo. Jieun memukul pundaknya dan kyungsoo hanya
tertawa.
“mollayo” ucap kyungsoo. Dia sudah besar, umurnya sudah
lima tahun.
Mereka telah sampai. Barang-barang sudah ditata rapi di
pengjuru ruangan. Begitupun dengan kamar mereka. Mereka hanya membawa beberapa
koper yang berisi baju dan barang-barang pribadi.
Kyungjin dengan senang memasuki kamar barunya yang di
design boyish. Dengan cat warna hijau muda dan sticker bergambar shaun the seep
kesukaannya.
Jieun dan kyungsoo memasuki kamar mereka. Membantingkan
tubuh mereka di atas ranjang.
“nyaman sekali~” ucap kyungsoo
“kau lelah? Akan kubuatkan the” ucap jieun lalu
terbangun. Dengan cepat kyungsoo menarikanya dan jieun jatuh tepat diatas tubuh
kyungsoo. Kyungsoo menahan pinggangnya. Memeluknya erat.
“apa yang kau lakukan? Lepaskan” ucap jieun salah
tingkah. Kyungsoo hanya terkekeh geli
“apa kau pernah berpikir untuk memberikan kyungjin
adik?” Tanya kyungsoo sambil tersenyum. Jieun mncerna perkataan kyungsoo.
“ya!!” ucapnya salah tingkah.
Kyungsoo mulai membalikan posisinya dan mencium bibir
jieun lembut, jieun mengalungkan tangannya di leher kyungsoo
“hmmmmpppp” itulah desahan seksi yang keluar dari mulut
mereka berdua
-END-
bagus min ceritanya.
BalasHapusKEREN MIN CERITANYAA.. TOLONG DONG BUAT LAGI FF IU DAN D.O,,KALAU BISA BIKINNYA PER MINGGU
BalasHapus