Sabtu, 10 November 2012

Lovely Killer (Chapter 2)



Title                     : Lovely killer (chapter 2)
Author                : Sheny alviany ( @shenyalviany_ )
Main Cast           :
  • Do Kyung Soo
  • Lee Ji Eun

Other cast                   :
  • Byun Baekhyun

Length                : Chaptered
Genre                  : Romance, drama
Rating                 : PG-17
Annyeong.. aku kembali membawa kelanjutan ff Lovely Killer. Mian ya kalo jelek, masih pemula hhehe. Aku berterima kasih banget sama admin yang udah mau publish ff ini. Dan reader yang mau baca. Gumawo^^
RCL yaaa^^
Happy reading^^



*Kyungsoo’s side

Aku mengelilingi toko buku ini, mencari sesuatu yang menarik. Tapi yang namanya toko buku pasti isinya buku. Aku melihat jieun yang masih memilah milah buku. Aku hendak mendekatinya, tetapi tiba tiba ponselnya berbunyi dan dia membelakangiku.

Setelah beberapa detik berlalu, aku mencoba mendekatinya kembali.

 “Sudah ketemu?” tanyaku. Dia menoleh lalu mengambil buku yang kurasa dicarinya.
“Ne, sudah.” Jawabnya sambil tersenyum kaku. Aku hanya diam. Dengan cepat dia menyimpan ponselnya ke dalam tas.

“Sudah selesai? Kajja” ujarku saat dia telah selesai membayar buku yang ia beli.

-

Dia diam. Jieun diam selama perjalanan menuju halte. Entahlah, mungkin karena dia bosan, melamun atau pesan yang ia baca tadi. Aku tak tahu, tapi aku mencoba mengerti. Aku hanya diam tak berucap sepatah katapun.

Setelah sampai halte, dia membungkukkan badannya sopan. Hari ini kami tak pulang bersama, aku bilang karena ada perlu. Tapi sebenarnya aku tahu bahwa dia butuh waktu untuk sendiri.

Aku kembali melangkahkan kakiku kearah yang sama dengan bis yang ditumpangi jieun. Berjalan gontai sambil menendang kerikil atau kaleng yang mengotori pemnadangan jalan menuju kompleks rumahku.

Tak terasa sudah jam 20:00 lagi.

‘kruuyuuukk’ ahh benar benar memalukan kau do kyungsoo! Aku merutuk diriku dalam hati. Perutmu berbunyi nyaring sekali, tapi untungnya tak ada siapapun di jalan ini. Aku berbalik dan melangkah menuju restoran cepat saji yang berada tak jauh dari jalan masuk kompleks.

-

*Jieun’s side

Bagaimana mungkin ini bisa terjadi? Nama itu.. aku tak bisa mempercayainya. Aku menepuk keras sekali pipiku. Sakit. Aku mengusap usap pipiku yang merah akibat tabokanku sendiri. Ini bukan mimipi Lee Jieun! Bukan mimpi! Kau harus menghadapi kenyataan pahit ini!

Flashback

Aku membuka  ponselku. Terdapat satu pesan disana. Dari sajangnim.

From  : Sajangnim
Daftar nama baru yang perlu di selidiki :
1.      Kim Joonmyung
2.     Oh Sehun
3.     Do Kyungsoo

Aku membelalakan mataku. Mwo?! Do kyungsoo?? Maksudnya kyungsoo yang sekarang tengah bersamaku dan sekarang tengah aku cintai??

Flashback end

Bagaimana ini? Apa sajangnim tak salah mengetik? Do kyungsoo yang ia maksud siapa?? Kyungsoo yang aku cintai? Apa kyungsoo lain yang ternyata adalah pelakunya? Arrrgghhh! Aku mengacak rambutku frustasi.

Tiba tiba ponselku bergetar, aku mengambilnya malas lalu membuka pesan dari baekhyun.

From  : Baekhyun

Kau sudah pulang kerumah? Kau sudah makan? Jika belum aku akan traktir, otthe??
Dengan malas aku mengetik balasan.

To       : Baekhyun

Sudah, aku sudah makan. Gumawo kau sudah memperhatikanku. Kau makanlah yang banyak, mungkin traktiranmu itu lain kali.

Sent

Ahh matta! Aku mengingat sesuatu.. aku belum makan, dan sekarang aku lapar. Oh tuhan..

Aku mengambil dompetku, kulihat hanya tersisia uang 5 lembar 10 ribu won. Aku tahu ini cukup untuk aku makan beberapa hari kedepan. Tapi bagaimana dengan biaya buku yang belum aku bayar pada sonsaengnim? Arrggghhh

Aku memakai jaketku dan lalu mengunci pintu rumahku. Aku berjalan agak sedikit cepat. Sekarang aku tengah berjalan menuju lestoran yang tak begitu jauh dari arah rumahku. Aku lapar sekali.

“Annyeong haseyo” ucap ku bersamaan, tapi tunggu. Aku merasa ada yang berbicara sama sepertiku. Aku menoleh kea rah kiri dan ternyata.. mwo?! Kyungsoo ada disini?? Kenapa ia disini??

Kami saling betatapan tak percaya.

“Annyeong aaseyo” sapa ahjumma yang sontak membuat kami terbangun dari lamunan kami.

“Silahkan duduk” ucapnya sopan, aku mengangguk lalu melirik kyungsoo. Dia tersenyum lalu mempersilahkan aku duduk duluan.

“Bolehkah aku duduk disini?” Tanyanya. Aku mengangguk cepat sambil tersenyum.
Tuhan, apa ini? Aku bertemu kyungsoo. Saat ini dia tengah ada dipikiranku, dan daebaknya dia sekarang tengah duduk didepanku. Apa dia akan pesan makanan?

-

*Kyungsoo’s side

Pesanan datang dan sekaligus menghentikan pembicaraan kami. Aku dan jieun hanya bicara tentang kampus, tak ada yang menarik bukan? Tentu. Karena aku tak tahu apa yang harus aku bicarakan padanya.

“Waahhh aku suka sekali belut panggang ini. Sudah dangat lama aku tak memakannya. Terakhir aku makan, dua tahun yang lalu. 15 hari sebelum omma meninggal” ucapnya lirih. Aku melihatnya yang sedang menatap arti belut yang ada di sumpitnya.

“Geure? Aku bahkan belum pernah makan belut ini sama sekali, seumur hidup ku tak pernah memasak belut” jawabku.

“Kau bisa memasak?” tanyanya sambil membelalakan matanya. Lucu sekali.

“Ne” jawabku sambil tersenyum

“waahh daebak.. aku bahkan tak bisa memasak, tak ada yang mengajariku memasak.” Jawabnya terdengar sedih.

“Kalau begitu lain kali akan aku ajarkan, memasak spageti kimchi ala do kyungsoo” ujarku sedikit angkuh. Dia terkekeh renyah. Aku menatapnya yang sedang tertawa lepas.

Kami selesai makan. Benar benar kenyang.

“ahjumma, aku ingin pesan soju 1 botol” ucapku pada ahjumma pemilik lestoran ini. Dia mengangguk lalu mengambil soju yang berada di lemari pendingin dan memberikannya padaku.

“Kamsahamnida..” ucapku.

“Nado” lanjut jieun. Aku menatapnya.

“Kau suka soju?” tanyaku. Dia terlihat bingung untuk menjawab

“ahh aku.. belum pernah meminumnya” jawabnya polos.

“Jongmal?? Aku kira kau sering meminum soju. Kau tahu?? Rasanya sangat…. Nikmat” ucapku sambil menggodanya.

“Ya!! Lihat saja siapa yang bisa emnghabiskan banyak botol soju!” ucapnya. aku hanya tertawa garing.

-

Aku kira dia bercanda. Tapi apa nyatanya? Dia menghabiskan lebih dari lima botol soju. Aku melihtanya yang sudah setengah sadar. Berulagkali dia memukulku dan bercerita tentang hal yang tak menarik sekalipun. Akhirnya dengan bujukan keras dan menunggu dia sampai tertidur akupun mengantarnya pulang.

Badannya yang kurus kecil ternyata tak seringan yang aku bayangkan, dia berat. 
Membuatku encok dan pegalinu. Aku memasukkannya kedalam mobilku. 
Memasangkan sabuk pengaman. Aku masuk dan menstater mobilku.

Tak lama kemudian, kami sampai di depan rumahnya. Au berhetni dan menatap wajah polosnya yang sedang tertidur, tanpa beban.

Aku menyibakkan helaian rambut yang terjatuh dan menutupi sebagian wajahnya. Kuselipkan ke belakang telinganya. Dia terlihat sangat cantik.

Aku menunduk dan mendekatkan kepalaku ke wajahnya. Sedikit demi sedikit bisa kurasakan napas lembutnya menyapu hidungku. Hidung kami bertemu dan ku kecup singkat bibir mungilnya.

“aku tahu semuanya,” ucapku. Ya aku mengetahui semuanya. tau bahwa dia adalah agent yang diutus untuk menyelidiki kasus pembunuhan tuan kang, ayah tiriku.

-

Author’s side

Kyungsoo menggendong jieun menuju kamarnya. Jieun mulai tersadar dan terjaga seutuhnya. Dia menatap kyungsoo yang sedang menatapnya nanar.

“gumawo,” ucapnya seperti berbisik. Kyungsoo tersenyum lalu berbalik. Tapi, tangan jieun dengan cepat menahan tangannya. Membuat dia berhenti, tapi tak membalikan badannya.

“ada.. sesuatu yang harus aku bicarakan” ucap jieun tertahan. Kyungsoo berbalik dan duduk di tepi ranjang. Jieun bangun dan menundukan wajahnya.

“aku tahu ini egois, aku juga tak tau harus bagaimana bersikap.aku bingung, jujur aku baru pertama kali merasakannya, setiap berada di dekatmu aku selalu merasa nyaman. Dan hatiku berdesir tak tentu. Yang aku tahu aku tengah mencintaimu..” lirih jieun membuat kyungsoo terpaku.

Hening


Mereka saling pandang. Tiba-tiba kyungsoo tersenum dan menggenggam tangan mungil jieun.

“sesungguhnya apa yang kita rasakan adalah sama” ujar kyungsoo sambil tersenyum. Jieun terhenyak, dia menongak dan menatap kyungsoo penuh harap, mencari kebohongan dalam mata kyungsoo.

Tiba-tiba kyungsoo mendekatkan tubuhnya dan jieun hanya membelalakan matanya. Mereka saling pandang hingga saatnya wajah kyungsoo tepat berada di depan wajahnya. Bibir tebal kyungsoo mengecup basah permukaan bibir tipis jieun.
kecupan di bibir mereka berubah menjadi lumatan yang sangat intim dan panas. Hingga saatnya jieun telah naked dan kyungsoo berada tepat diatasnya, menindihinya. Dikecupnya bibir kecil jieun.

“aku yang membunuhnya” tiba-tiba kyungsoo berujar. Jieun membelalakan matanya
“aku tau aku kejam, aku yang mmbunuh tuan kang, ayah tiriku.” Lanjutr kyungsoo. Mata jieun membelalak bukan main, mereka saling berpandangan.

“aku mencintaimu” jawab jieun sambil tersenyum manis, kyungsoo tak menyangka jieun akan bicara seperti itu.

“apapun kau, siapapun kau, aku akan selalu mencintaimu” lanjut jieun. Jieun kembali mengalungkan tangannya di leher kyungsoo dan merasakan geli di lehernya karena kyungsoo memulai aksinya.

-

Baekhyun’s side

Aku meremas tanganku kesal. Jieun berbohong padaku! Dia bilang dia sudah makan malam. Tapi apa nyatanya? Dia makan malam bersama si kyungsoo itu dan pulang bersama. Aku mengikuti mereka. Ternyata ke rumah jieun.

Tiba-tiba ponselku berdering nyaring, aku mengangkatnya . itu dari sajangnim.

“yeoboseyo?” tanyaku

Mataku membelalak. Mwo?! Do kyungsoo adalah tersangaka dalam kasus ini?! Kurang ajar!

“ne sajangnim, sekarang dia tengah berada di rumah agent lee jieun. Kirim polisi untuk menangkapnya. Aku takut jieun kenapa-napa” jawabku panic. Sambungan terputus dan aku menyiapkan senjataku untuk mengepung si bajingan kyungsoo itu.

-

Jieun’s side

Aku menatap kyungsoo yang sedang terengah. Nafasnya tersenggal akibat permainan kami barusan kkk. Dia sangat seksi dan tampan, dengan rambut acak-acakan dan badan lengket penuh peluh.

Dia menatapku. Kami tersenyum, dia mengecup keningku. Aku senang sekali
“mianhae, aku telah merebutnya. Ini pertama kan?” ucapnya. aku mengangguk sambil tersenyum. Dia memelukku dan memasangkan selimut pada tubuh naked kami.

“aku akan bertanggung jawab” lanjutnya.

“jeongmal?” tanyaku menggodanya

“pasti. Aku akan menikahimu besok kalo perlu” jawabnya dengan nada serius
“gumawo” ucapku sambil mempererat pelukanku pada pinggangnya.

Tiba-tiba sebuah sirine berbunyi sangat nyaring dan bising. Membuat kami tekejut, tepat di depan tumahku terdapat banyak sekali mobil dengan laser yang ditunjukkan tepat pada jendela kamarku.

Kami tertegun, kaget akan semua ini.

“cepat pakai bajumu” ucapnya. dengan cepat kami memakai baju kami.

“DO KYUNGSOO! KELUAR KAU! KAMI TAHU KAU PELAKUNYA! SEMUANYA SUDAH BERAKHIR SEKARANG! KAU! KELUAR ATAU TIDAK RUMAH INI AKAN KAMI LEDAKAN!” suara dari speaker itu membuat kami terbelalak kaget. Kyungsoo mengintip dari celah jendela dan berung kali mendesah kesal

“cepat larikan diri dari sini, aku akan menyusul” ucapnya.

“mwo? Sirheo! Aku ingin bersamamu!” ucapku. Dia menatapku nanar.

Tanpa menjawab dia langsung mencium bibirku dengan sedikit keras hingga sampai pintu kamar kami di dobrak dan kami melepaskan ciuman kami dengan terpaksa. Kyungsoo di seret dengan kasarnya, dia terlihat pasrah. Sedangkan aku di amankan oleh baekhyun dan satu rekanku, yeoja. Aku menangis dalam diamku. Kyungsoo, kau berjanji akan selalu bersamaku..

-

Author’s side

Sidang kasus pembunuhan tuan kang selesai. Do kyungsoo, sebagai tersangka dijatuhi hukuman penjara selama 5 tahun lamanya.

Sedangkan jieun, dia memutuskan untuk mengundurkan diri dari pekerjaannya sebagai agent dan memilih untuk menjadi guru tk di dekat taman kota. Akhir-akhir ini dia sedang tidak enak badan, selalu mual, pusing, dan sakit dibagian perut. Sunyoung sahabat barunya pun selalu menemaninya dirumah. Sudah dua bulan ini jieun sakit.

-

Five years later..

Seorang namja tampan bertopi menggunakan hodie dan sepatu allstar berjalan santai menuju sebuah kedai masakan cepat saji.

Dia masuk dan duduk di sebuah kursi lalu memesan sesuatu.

Setelah pesananya datang, dengan lahap dia memakan makanan tersebut dalam diam. Belut panggang, dia masih ingat kenangannya bersama yeoja yang dicintainya lima tahun lalu, memakan balut dan soju sampai mabuk. Perasaannya sama sekali tak berubah, tetap mencintai yeoja itu dan akan selalu mencintainya.

Dia berdiri lalu membayar pesanannya.

“appa” sebuah suara mengangetkannya. Dia diam sejanak lalu berbalik dan mendapati seorang anak kecil yang sedang tersenyum padanya, dan memanggilnya appa.

Dia berjongkok hingga sejajar dengan anak tersebut, namja itu tersenyum sambil mebenarkan tatanan rambut si anak.

“aku bukan ayahmu na,” jawab kyungsoon sambil tersenyum. Raut wajah anak itu menjadi murung dan sedih. Tiba-tiba seorang yeoja menghampirinya dengan panic.
“kyungsjin-ah! Kau kemana saja! Umma mencarimu!” ucap yeoja itu dan menarik kyungjin—nama anak tersebut. Menariknya kepelukannya dan mengusap rambut kyungjin dengan penuh rasa sayang.

Kyungsoo memperhatikan yeoja itu.

“appa” tunjuk kyungjin pada kyungsoo. Yeoja itu menatap kyungsoo penuh haru, mereka berdua saling memandang. Yeoja itu—jieun. menutup mulutnya ta percaya. Mereka dipertemukan lagi di tempat kencan pertama mereka. Saat makan belut.
“appa” ucap kyungjin mencairkan suasana. Kyungsoo tersenyum lalu menggendong kyungjin dan berdiri.

“ne, aku appamu kyungjin-ah” jawab kyungsoo lalu mengecup pipi kyungjin gemas. Jieun ikut berdiri dan memperhatikan mereka berdua, do kyungjin, anaknya beserta do kyungsoo, ayah dari anaknya.

“aku merindukanmu” ucap kyungsoo sambil menarik jieun ke pelukannya. Jieun menitikan akur mata lalu memeluk kyungsoo dan kyungjin dengan penuh rasa bahagia.

EPILOG

Kyungsoo mngendarai mobilnya menuju rumah baru mereka, bukan lalu jieun dan kyungsoo menikah. Mereka pindah kerumah baru mereka di yeoido. Rumah minimalis dan hangat untuk keluarga kecil bahagia.

“kyungjin-ah~ waktu itu kenapa kau mengira aku ini ayahmu?” Tanya polos kyungsoo. Jieun memukul pundaknya dan kyungsoo hanya tertawa.

“mollayo” ucap kyungsoo. Dia sudah besar, umurnya sudah lima tahun.

Mereka telah sampai. Barang-barang sudah ditata rapi di pengjuru ruangan. Begitupun dengan kamar mereka. Mereka hanya membawa beberapa koper yang berisi baju dan barang-barang pribadi.

Kyungjin dengan senang memasuki kamar barunya yang di design boyish. Dengan cat warna hijau muda dan sticker bergambar shaun the seep kesukaannya.
Jieun dan kyungsoo memasuki kamar mereka. Membantingkan tubuh mereka di atas ranjang.

“nyaman sekali~” ucap kyungsoo

“kau lelah? Akan kubuatkan the” ucap jieun lalu terbangun. Dengan cepat kyungsoo menarikanya dan jieun jatuh tepat diatas tubuh kyungsoo. Kyungsoo menahan pinggangnya. Memeluknya erat.

“apa yang kau lakukan? Lepaskan” ucap jieun salah tingkah. Kyungsoo hanya terkekeh geli

“apa kau pernah berpikir untuk memberikan kyungjin adik?” Tanya kyungsoo sambil tersenyum. Jieun mncerna perkataan kyungsoo.

“ya!!” ucapnya salah tingkah.

Kyungsoo mulai membalikan posisinya dan mencium bibir jieun lembut, jieun mengalungkan tangannya di leher kyungsoo

“hmmmmpppp” itulah desahan seksi yang keluar dari mulut mereka berdua


-END-

RCL ya. Maaf kalo feel nya ga dapet. Aku masih amatiran, masih belajar bikin ff. makasih yang udah baca lov

2 komentar:

  1. KEREN MIN CERITANYAA.. TOLONG DONG BUAT LAGI FF IU DAN D.O,,KALAU BISA BIKINNYA PER MINGGU

    BalasHapus